Pemohon SKCK Masih Ramai Seminggu Setelah Pembukaan CPNS

Kompas.com - 18/11/2019, 11:33 WIB
Antrian pemohon SKCK di Polresta Kota Tangerang, Senin (18/11/2019) KOMPAS.com/SINGGIH WIRYONOAntrian pemohon SKCK di Polresta Kota Tangerang, Senin (18/11/2019)

TANGERANG, KOMPAS.com - Pemohon surat Kketerangan catatan kepolisian ( SKCK) untuk keperluan pendaftaran calon pegawai negeri sipil ( CPNS) masih ramai.

Kepala Bagian Humas Polres Metro Kota Tangerang Kompol Abdul Rahim mengatakan, sejak seminggu yang lalu pemohon SKCK masih di atas 200 orang per hari.

"Sekitar 200 orang ke atas," ujar dia saat diwawancarai Kompas.com di Tangerang, Senin (18/11/2019).

Baca juga: Pelaku Bom Bunuh Diri di Polrestabes Medan Menyusup di Antara Pemohon SKCK

Abdul Rachim mengatakan, pemohon SKCK di hari-hari biasa sebelum pembukaan CPNS berkisar antara 50 sampai dengan 70 orang saja.

"Saya kira ini terjadi di semua Polres ya, karena pelamar CPNS kan banyak," kata dia.

Pantauan Kompas.com di Polres Metro Tangerang Kota, para pemohon CPNS terlihat memenuhi tempat-tempat duduk antrian untuk mengisi lembar formulir.

Beberapa dari pemohon SKCK juga duduk di depan kantor unit lain seperti di depan Subbag Humas Polresta Kota Tangerang.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Patungan Rp 5.000 Tiap Rumah, Jadilah Pos Wifi Gratis untuk Siswa di Pondok Kopi

Patungan Rp 5.000 Tiap Rumah, Jadilah Pos Wifi Gratis untuk Siswa di Pondok Kopi

Megapolitan
Polisi Ungkap Peran 3 Tersangka Pelaku Penembakan yang Incar Pengendara di Tangsel

Polisi Ungkap Peran 3 Tersangka Pelaku Penembakan yang Incar Pengendara di Tangsel

Megapolitan
Tenaga Kesehatan di 5 Puskesmas Kota Bogor Positif Covid-19

Tenaga Kesehatan di 5 Puskesmas Kota Bogor Positif Covid-19

Megapolitan
Kuasa Hukum Sebut Putra Siregar Tidak Tahu Ponsel yang Dijualnya Ilegal

Kuasa Hukum Sebut Putra Siregar Tidak Tahu Ponsel yang Dijualnya Ilegal

Megapolitan
Jumlah Penumpang KRL Malah Turun Selama Penerapan Ganjil Genap Jakarta

Jumlah Penumpang KRL Malah Turun Selama Penerapan Ganjil Genap Jakarta

Megapolitan
Disebut Punya Kasus Aktif Covid-19 Tertinggi di Jabar, Walkot Bekasi: Wajar karena Dekat Jakarta

Disebut Punya Kasus Aktif Covid-19 Tertinggi di Jabar, Walkot Bekasi: Wajar karena Dekat Jakarta

Megapolitan
3 Lagi Pegawai PN Jakarta Barat Terpapar Covid-19

3 Lagi Pegawai PN Jakarta Barat Terpapar Covid-19

Megapolitan
Jelang Pilkada Depok, PSI: Prioritas Kami Mengakhiri Rezim PKS

Jelang Pilkada Depok, PSI: Prioritas Kami Mengakhiri Rezim PKS

Megapolitan
3 Pelaku Penembakan secara Acak di Tangsel Beraksi 7 Kali, 8 Pengendara Jadi Korban

3 Pelaku Penembakan secara Acak di Tangsel Beraksi 7 Kali, 8 Pengendara Jadi Korban

Megapolitan
Pemkot Depok Optimalkan Kampung Siaga Covid-19, Setiap RW Dapat Rp 2 Juta

Pemkot Depok Optimalkan Kampung Siaga Covid-19, Setiap RW Dapat Rp 2 Juta

Megapolitan
Struktur Bata di Bawah Stasiun Bekasi Diduga Bekas Markas di Zaman Jepang

Struktur Bata di Bawah Stasiun Bekasi Diduga Bekas Markas di Zaman Jepang

Megapolitan
Tak Ada Lonjakan Jumlah Penumpang MRT Saat Penerapan Ganjil Genap Jakarta

Tak Ada Lonjakan Jumlah Penumpang MRT Saat Penerapan Ganjil Genap Jakarta

Megapolitan
5 Karyawan Positif Covid-19, LKBN Antara Ditutup Sehari

5 Karyawan Positif Covid-19, LKBN Antara Ditutup Sehari

Megapolitan
Kronologi Penangkapan 3 Pelaku Penembakan yang Incar Pengendara di Tangsel

Kronologi Penangkapan 3 Pelaku Penembakan yang Incar Pengendara di Tangsel

Megapolitan
Diduga Korsleting, Rumah Dua Lantai di Pademangan Timur Terbakar

Diduga Korsleting, Rumah Dua Lantai di Pademangan Timur Terbakar

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X