Wali Kota Bekasi Lebih Dulu Berhitung Sebelum Siapkan APAR di Sekolah-sekolah

Kompas.com - 20/11/2019, 18:16 WIB
Kondisi bangunan SMK YADIKA 6 Bekasi yang terbakar senin lalu, Pondok Gede, Jaticempaka, Bekasi, Rabu (20/11/2019). Atas kejadian tersebut untuk sementara waktu kegiatan sekolah diliburkan. KOMPAS.com/M ZAENUDDINKondisi bangunan SMK YADIKA 6 Bekasi yang terbakar senin lalu, Pondok Gede, Jaticempaka, Bekasi, Rabu (20/11/2019). Atas kejadian tersebut untuk sementara waktu kegiatan sekolah diliburkan.

BEKASI, KOMPAS.com - Pascakebakaran yang melanda SMK Yadika 6, Pondok Gede pada Senin (18/11/2019) lalu, Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi berencana menyiapkan alat pemadam api ringan ( APAR) di sekolah-sekolah.

Namun, kata dia, pihaknya masih perlu menghitung jumlah sekolah dan APAR yang dibutuhkan. Sebab, penganggarannya cukup besar.

"Kami siapkan surat edaran ke Damkar (pemadam kebakaran) untuk menyiapkan APAR, termasuk juga kemungkinan membangun posko-posko," ujar pria yang akrab disapa Pepen itu kepada wartawan di Mapolres Metro Bekasi Kota, Rabu (20/11/2019) sore.

Baca juga: Pascakebakaran SMK Yadika 6, Wali Kota Bekasi Akan Cek Gedung-gedung Tinggi

Ia mengakui, kebakaran jadi salah satu momok di Kota Bekasi lantaran kepadatan penduduk yang tinggi.

Menurut politikus Golkar itu, pemerintah mestinya menyiapkan langkah-langkah pencegahan tidak hanya untuk di sekolah, melainkan di seluruh gedung tinggi. Sebab, Pemerintah Kota Bekasi belum memiliki unit pemadam kebakaran berupa crane yang sanggup menjangkau api apabila muncul di gedung tinggi.

Namun, kembali lagi, Pepen mengaku harus berhitung dulu.

"Harus dirancang dulu dihitung dulu. Sekolah negeri kita saja ada 400-an. SD-nya ada 52, SMA yang negeri ada, 22 SMK ada 13. Belum lagi (sekolah) swasta itu ratusan," jelas Pepen.

Baca juga: Pascakebakaran SMK Yadika 6, Wali Kota Bekasi Akan Cek Gedung-gedung Tinggi

"Makanya kita harus hitung betul," ia menambahkan.

Kebakaran yang melanda SMK Yadika 6 diperkirakan dipicu korsleting listrik di laboratorium komputer di lantai dasar. Api dengan cepat menjalar dan butuh waktu sekitar 6 jam bagi 100-an pemadam kebakaran menjinakkan api seluruhnya.

Hanya tersisa lantai 4 yang selamat dari kobaran api yang mengganas sejak sore hingga malam. Selain itu, 17 korban dilarikan ke rumah sakit akibat sesak napas, luka bakar, dan beberapa melompat dari lantai 4 karena terjebak kebakaran.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Polda Metro Klaim Kampung Tangguh di Paseban Mampu Tekan Penyebaran Covid-19

Polda Metro Klaim Kampung Tangguh di Paseban Mampu Tekan Penyebaran Covid-19

Megapolitan
Ibu 60 Tahun yang Kalung Emasnya Dijambret Alami Luka di Leher

Ibu 60 Tahun yang Kalung Emasnya Dijambret Alami Luka di Leher

Megapolitan
Jakarta Catat 1.737 Kasus Baru Covid-19, Positivity Rate Hampir 14 Persen

Jakarta Catat 1.737 Kasus Baru Covid-19, Positivity Rate Hampir 14 Persen

Megapolitan
UPDATE 27 Februari: Depok Catat 233 Kasus Baru Covid-19, 4 Pasien Meninggal

UPDATE 27 Februari: Depok Catat 233 Kasus Baru Covid-19, 4 Pasien Meninggal

Megapolitan
Viral Video Kalung Emas Ibu 60 Tahun Dijambret di Tangsel

Viral Video Kalung Emas Ibu 60 Tahun Dijambret di Tangsel

Megapolitan
Jalan di Kampung Baru Tangsel Retak, Warga Khawatir Melintas

Jalan di Kampung Baru Tangsel Retak, Warga Khawatir Melintas

Megapolitan
Anies: 578 Kilometer Jalur Sepeda Ditargetkan Selesai pada Tahun 2030

Anies: 578 Kilometer Jalur Sepeda Ditargetkan Selesai pada Tahun 2030

Megapolitan
Mayat Pria Ditemukan di Kali Pesanggrahan, Pakai Baju dan Celana Hitam

Mayat Pria Ditemukan di Kali Pesanggrahan, Pakai Baju dan Celana Hitam

Megapolitan
Simak Alasan Jakarta Raih Penghargaan STA dan Mengalahkan Kota Lain di Dunia

Simak Alasan Jakarta Raih Penghargaan STA dan Mengalahkan Kota Lain di Dunia

Megapolitan
Langgar Aturan PPKM, 2 Tempat Karaoke di Jakarta Barat Disegel

Langgar Aturan PPKM, 2 Tempat Karaoke di Jakarta Barat Disegel

Megapolitan
Bupati Kepulauan Seribu: Destinasi Wisata Kampung Jepang Siap Dibangun di Untung Jawa

Bupati Kepulauan Seribu: Destinasi Wisata Kampung Jepang Siap Dibangun di Untung Jawa

Megapolitan
Warga Cilincing Mulai Perbaiki Atap Rumah yang Rusak Diterpa Angin Kencang

Warga Cilincing Mulai Perbaiki Atap Rumah yang Rusak Diterpa Angin Kencang

Megapolitan
Bupati Kepulauan Seribu: Pulau Sebaru Tak Jadi Dibuat Rumah Sakit Covid-19

Bupati Kepulauan Seribu: Pulau Sebaru Tak Jadi Dibuat Rumah Sakit Covid-19

Megapolitan
Pembersihan Lautan Sampah di Kampung Bengek dan Munculnya Kesadaran Warga Jaga Kebersihan

Pembersihan Lautan Sampah di Kampung Bengek dan Munculnya Kesadaran Warga Jaga Kebersihan

Megapolitan
Anggota TNI yang Ditusuk Tetangga di Jakarta Timur Kondisinya Membaik

Anggota TNI yang Ditusuk Tetangga di Jakarta Timur Kondisinya Membaik

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X