Jenazah WN Singapura yang Hilang di Pulau Sangiang Diserahkan ke Keluarga

Kompas.com - 04/12/2019, 13:26 WIB
Jenazah warga negara Singapura yang hilang di Pulau Sangiang, Banten, pada 3 November 2019 lalu, diserahkan kepada keluarga korban di Rumah Sakit Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, Rabu (4/12/2019). KOMPAS.COM/DEAN PAHREVIJenazah warga negara Singapura yang hilang di Pulau Sangiang, Banten, pada 3 November 2019 lalu, diserahkan kepada keluarga korban di Rumah Sakit Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, Rabu (4/12/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - Jenazah warga negara Singapura bernama Wang Bing Yang yang hilang di Pulau Sangiang, Banten, diserahkan ke keluarga korban di Rumah Sakit Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, Rabu (4/12/2019).

Kepala Instalasi Forensik RS Polri Kramat Jati Kombes Edy Purnomo mengatakan, pihaknya sudah melengkapi dokumen pemeriksaan identifikasi jenazah dan diserahkan juga ke keluarga korban.

Sebelum dibawa keluarganya, rencananya jenazah akan dikremasi terlebih dahulu.


"Rencananya jenazah memang akan dibawa, dikremasi di daerah Grogol. Dikremasi rencananya, nanti abunya saja yang dibawa. Tapi kalau ada perubahan, kami sudah lengkapi semua data-datanya mulai dari surat kematian, sertifikat teridentifikasi DVI, ada surat keterangan pengawetan jenazah yang diperlukan untuk jenazah agar bisa naik pesawat melewati kargo di luar negeri," kata Edy di RS Polri Kramat Jati, Rabu.

Edy menambahkan, proses identifikasi jenazah memakan waktu sangat lama. Hal itu terkendala menunggu sampel DNA keluarga korban yang tinggal di Singapura.

Setelah sampel DNA diterima pihak RS Polri beberapa waktu lalu, sampel langsung dibandingkan dengan sampel DNA jenazah dan hasilnya cocok.

Baca juga: Fakta Baru 3 WNA Hilang di Pulau Sangiang, Diduga Warga China hingga Masih Dilakukan Identifikasi

"Jadi pengambilan DNA ini agak lama terutama pembandingnya. Karena keluarga di Singapura dan tinggal di Singapura, jadi kami minta ke kedutaan bekerjasama dengan interpol juga untuk melakukan pengambilan sampel DNA WN Singapura dan dilakukan pemeriksaan sehingga prosesnya agak lama. Sehingga dilakukan dan dibandingkan dengan jenazah," ujar Edy.

Sebelumnya dilaporkan, tiga warga negara asing hilang di perairan sekitar Pulau Sangiang, Banten, pada 3 November 2019.

Berdasarkan informasi yang didapatkan Basarnas, ketiganya menyelam di perairan Pulau Sangiang bagian timur.

Lokasi tersebut sebetulnya relatif aman dengan kedalaman laut sekitar 15 hingga 30 meter. Namun, saat mereka melakukan penyelaman, arus laut sedang kencang. Mereka diduga terseret arus laut.

Basarnas bersama Tim SAR gabungan sudah mencari ketiga korban sejak hari Minggu malam beberapa pekan lalu.

Satu jenazah yang diduga salah satu dari korban yang hilang di Pulau Sangiang tersebut ditemukan di Bengkunat, Lampung. Jenazah ditemukan dengan peralatan menyelam lengkap namun tanpa tabung.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X