Ustaz Beben Tewas dalam Kecelakaan Saat Menghindari Jalanan Berlubang di GDC Depok

Kompas.com - 10/12/2019, 15:04 WIB
Jalan Raya Boulevard Grand Depok City Yang Berlubang KOMPAS.com/ANGGITA NURLITASARIJalan Raya Boulevard Grand Depok City Yang Berlubang

DEPOK, KOMPAS.com - Anggraito Andarbeni (32) atau yang dikenal dengan nama Ustaz Beben mengalami kecelakaan di kawasan jalan Grand Depok City ( GDC) Minggu (8/12/2019) pagi.

Kecelakaan terjadi pada pukul 05.45 WIB. Saat itu, Beben mengendarai motornya lewat jalanan berlubang di GDC.

Saat ingin menghindari lubang itu, motornya oleng dan terjatuh. 

Beben dan motor yang dikendarainya terseret sehingga mengalami kerusakan pada sisi kanan.

"Helmnya juga gak rusak banget itu loh, cuma tasnya dia kayak keseret gitu. Sepatunya juga bolong, tapi untungnya pakai sepatu biasanya dia pakai sendal," ujar Leni, istri Beben saat ditemui di rumah duka, Selasa (10/12/2019).

Sebelum mengalami kecelakaan, Beben yang juga berporfesi sebagai driver ojek online hendak pergi ke Stasiun Depok untuk mengikuti ujian di Universitas Terbuka (UT).

Usai kecelakaan, Beben sempat dibawa ke Rumah Sakit Hermina Depok dan mendapatkan perawatan.

Namun, nyawanya tak tertolong. Ia pun menghembuskan nafas terakhir pada pukul 07:00 WIB.

"Pas dikabarin dibawa ke Hermina itu mah saya anggepnya patah (tulang) aja gitu atau apa. Tapi ketika saya sampai sana, malah sudah kritis itu ya namanya. Tapi sempat mendapat perawatan dulu," ujar Leni.

Beben diketahui berprofesi sebagai pengajar di Jakarta Islamic School (JIS) Depok. Kepergian Beben meninggalkan seorang istri dan anak yang masih berusia 2 tahun 7 bulan.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Fakta-fakta Gugatan terhadap Raffi Ahmad Gara-gara Pesta Usai Divaksinasi Covid-19

Fakta-fakta Gugatan terhadap Raffi Ahmad Gara-gara Pesta Usai Divaksinasi Covid-19

Megapolitan
Buntut Keluyuran Usai Vaksin, Raffi Ahmad Diminta Lakukan 3 Hal Ini oleh Penggugat

Buntut Keluyuran Usai Vaksin, Raffi Ahmad Diminta Lakukan 3 Hal Ini oleh Penggugat

Megapolitan
Update Korban Sriwijaya Air SJ 182, 17 Jenazah Teridentifikasi, Sampel DNA Keluarga Telah Lengkap

Update Korban Sriwijaya Air SJ 182, 17 Jenazah Teridentifikasi, Sampel DNA Keluarga Telah Lengkap

Megapolitan
Fakta Hari Ke-7 Pencarian Sriwijaya Air, 272 Kantong Jenazah Dievakuasi hingga Operasi SAR Diperpanjang

Fakta Hari Ke-7 Pencarian Sriwijaya Air, 272 Kantong Jenazah Dievakuasi hingga Operasi SAR Diperpanjang

Megapolitan
Sepekan Jatuhnya Sriwijaya Air SJ 182: CVR Masih Dicari hingga 17 Korban Teridentifikasi

Sepekan Jatuhnya Sriwijaya Air SJ 182: CVR Masih Dicari hingga 17 Korban Teridentifikasi

Megapolitan
Prakiraan Cuaca BMKG: Jabodebek Berawan Pagi Ini, Tangerang Mendung Sepanjang Hari

Prakiraan Cuaca BMKG: Jabodebek Berawan Pagi Ini, Tangerang Mendung Sepanjang Hari

Megapolitan
[POPULER JABODETABEK] Update Korban Sriwijaya Air | Raffi Ahmad Digugat

[POPULER JABODETABEK] Update Korban Sriwijaya Air | Raffi Ahmad Digugat

Megapolitan
Polisi Tembak 2 Jambret Handphone yang Beraksi di JPO Kalideres

Polisi Tembak 2 Jambret Handphone yang Beraksi di JPO Kalideres

Megapolitan
Pencarian hingga Hari ke-7, Basarnas Evakuasi 272 Kantong Bagian Tubuh Korban Sriwijaya Air

Pencarian hingga Hari ke-7, Basarnas Evakuasi 272 Kantong Bagian Tubuh Korban Sriwijaya Air

Megapolitan
4 Hari PPKM, Satpol PP DKI Kumpulkan Denda Sebanyak Rp 17,45 Juta

4 Hari PPKM, Satpol PP DKI Kumpulkan Denda Sebanyak Rp 17,45 Juta

Megapolitan
Disdik Tangsel Persilahkan Penggunaan Sekolah untuk Distribusi Bansos Selama Penuhi Prokes

Disdik Tangsel Persilahkan Penggunaan Sekolah untuk Distribusi Bansos Selama Penuhi Prokes

Megapolitan
KRI Parang Serahkan 3 Kantong Serpihan dan Turbin Pesawat Sriwijaya Air ke Basarnas

KRI Parang Serahkan 3 Kantong Serpihan dan Turbin Pesawat Sriwijaya Air ke Basarnas

Megapolitan
Dua Pengedar Sabu Ditangkap di Bekasi

Dua Pengedar Sabu Ditangkap di Bekasi

Megapolitan
Lengkap, Tim DVI Telah Terima Sampel DNA 62 Keluarga Korban Sriwijaya Air

Lengkap, Tim DVI Telah Terima Sampel DNA 62 Keluarga Korban Sriwijaya Air

Megapolitan
Remaja yang Mutilasi Pemuda di Bekasi Divonis 7 Tahun Penjara

Remaja yang Mutilasi Pemuda di Bekasi Divonis 7 Tahun Penjara

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X