Butuh Dua Minggu Periksa Kejiwaan Wanita yang Viral karena Pukuli Suami Penderita Stroke

Kompas.com - 18/12/2019, 06:33 WIB
Ilustrasi PIXABAY.comIlustrasi

JAKARTA, KOMPAS.com - Kapolsek Metro Penjaringan AKBP Imam Rifai mengatakan, butuh dua minggu untuk memastikan kondisi kejiwaan wanita yang viral karena memukul suaminya yang terkena penyakit stroke.

"Oleh anggota diarahkan yang bersangkutan ke Rumah Sakit Jiwa di Grogol. Dari rumah sakit jiwa menyatakan bahwa perlu dilakukan observasi selama kurang lebih dua minggu," kata Imam di Mapolres Metro Jakarta Utara, Selasa (17/12/2019) malam.

Imam menjelaskan, peristiwa yang viral di berbagai media sosial itu terjadi pada 11 Desember 2019 lalu.

Saat mendapat informasi itu, polisi langsung mendatangi rumah mereka yang berada di Kawasan Pantai Mutiara, Pluit, Penjaringan Jakarta Utara.

Baca juga: Viral Wanita Aniaya Pria Tua yang Derita Stroke, Polisi: Diduga Gangguan Jiwa

Akan tetapi, saat itu pihak keluarga memutuskan untuk menyelesaikan masalah itu secara kekeluargaan karena ada dugaan bahwa si wanita mengalami gangguan kejiwaan.

Belakangan, ujar Imam, video terkait penganiayaan itu beredar di berbagai media sosial. Pihak kepolisian lantas kembali mendatangi rumah mereka.

"Pada hari ini, yang bersangkutan membuat laporan, dan prosesnya ditangani Polsek Metro Penjaringan," ujar Imam.

Imam juga menyebutkan, akibat tindak penganiayaan itu sang suami di rawat jalan di Rumah Sakit Atmajaya.

Adapun dalam video yang viral di media sosial terlihat, si wanita yang menganiaya suaminya tersebut dengan merekam sendiri kejadian itu.

Di awal video, wanita tersebut menyampaikan berbagai keluhan terhadap pria tua itu. Beberapa saat kemudian si wanita memukul pria itu berkali-kali.

Si pria tampak menjerit-jerit. Namun karena penyakitnya itu, tak begitu jelas apa yang ia sebutkan.

Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Surati Ridwan Kamil, Wali Kota Bekasi Minta Tambahan Dana Bantuan untuk Warga Terdampak Covid-19

Surati Ridwan Kamil, Wali Kota Bekasi Minta Tambahan Dana Bantuan untuk Warga Terdampak Covid-19

Megapolitan
Camat Semprot Disinfektan ke Jalur Pelarian Pasien Positif Covid-19 yang Kabur dari Rumah

Camat Semprot Disinfektan ke Jalur Pelarian Pasien Positif Covid-19 yang Kabur dari Rumah

Megapolitan
Pulau Tidung Terapkan Sistem Buka Tutup Hadapi Pandemi Covid-19

Pulau Tidung Terapkan Sistem Buka Tutup Hadapi Pandemi Covid-19

Megapolitan
Anies Sebut Pemprov DKI dan Pusat Masih Godok Bantuan untuk Warga Terdampak Covid-19

Anies Sebut Pemprov DKI dan Pusat Masih Godok Bantuan untuk Warga Terdampak Covid-19

Megapolitan
Kronologi Kaburnya Perempuan Gangguan Jiwa yang Positif Covid-19 Saat Diisolasi di Rumah

Kronologi Kaburnya Perempuan Gangguan Jiwa yang Positif Covid-19 Saat Diisolasi di Rumah

Megapolitan
Ada 81 Tenaga Medis DKI Jakarta Positif Covid-19, Tersebar di 30 Rumah Sakit

Ada 81 Tenaga Medis DKI Jakarta Positif Covid-19, Tersebar di 30 Rumah Sakit

Megapolitan
Pasien Covid-19 Terus Bertambah, DPRD Minta Pemkot Depok Antisipasi Kapasitas Rumah Sakit

Pasien Covid-19 Terus Bertambah, DPRD Minta Pemkot Depok Antisipasi Kapasitas Rumah Sakit

Megapolitan
Pendapatan Kota Bekasi Berkurang Sejak Wabah Covid-19 Merebak

Pendapatan Kota Bekasi Berkurang Sejak Wabah Covid-19 Merebak

Megapolitan
17.534 Warga Jakarta Jalani Rapid Test, 282 Orang Dinyatakan Positif Covid-19

17.534 Warga Jakarta Jalani Rapid Test, 282 Orang Dinyatakan Positif Covid-19

Megapolitan
Sudah Anggarkan Rp 75 Miliar, Pemkot Depok Dikritik Masih Lambat Cegah Penularan Covid-19

Sudah Anggarkan Rp 75 Miliar, Pemkot Depok Dikritik Masih Lambat Cegah Penularan Covid-19

Megapolitan
Penjelasan Camat Cipondoh soal Spanduk Lockdown di Kelurahan Petir

Penjelasan Camat Cipondoh soal Spanduk Lockdown di Kelurahan Petir

Megapolitan
Polres Jakarta Barat bersama Satpol PP dan TNI Lakukan Penyemprotan Disinfektan

Polres Jakarta Barat bersama Satpol PP dan TNI Lakukan Penyemprotan Disinfektan

Megapolitan
Pelaksanaan Pilkada Serentak Ditunda, KPU Tangsel Tungggu Keputusan Resmi

Pelaksanaan Pilkada Serentak Ditunda, KPU Tangsel Tungggu Keputusan Resmi

Megapolitan
Seorang Wanita Positif Covid-19 Kabur dari Isolasi Mandiri di Rumahnya

Seorang Wanita Positif Covid-19 Kabur dari Isolasi Mandiri di Rumahnya

Megapolitan
Mereka yang Batal Pulang Kampung demi Lindungi Keluarga dari Covid-19...

Mereka yang Batal Pulang Kampung demi Lindungi Keluarga dari Covid-19...

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X