Massa Pendukung Anies Minta Demo Kontra-Anies Dibubarkan

Kompas.com - 14/01/2020, 16:41 WIB
Massa pendukung Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan yang berkumpul di depan Balai Kota DKI Jakarta bergerak menuju Jalan Silang Merdeka Barat Daya, Monas, Selasa (14/1/2020) sore. Mereka meminta massa kontra-Anies dibubarkan. KOMPAS.com/NURSITA SARIMassa pendukung Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan yang berkumpul di depan Balai Kota DKI Jakarta bergerak menuju Jalan Silang Merdeka Barat Daya, Monas, Selasa (14/1/2020) sore. Mereka meminta massa kontra-Anies dibubarkan.
Penulis Nursita Sari
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Massa pendukung Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan yang berkumpul di depan Balai Kota DKI Jakarta bergerak menuju Jalan Silang Merdeka Barat Daya, Monas, Selasa (14/1/2020) sore.

Mereka meminta polisi membubarkan massa pengkritik Anies yang berdemo di Jalan Silang Merdeka Barat Daya atau seberang Patung Arjuna Wiwaha (Patung Kuda).

Mereka tampak berjalan di Jalan Medan Merdeka Selatan. Sejumlah aparat polisi tampak menghalau massa agar tidak mendekati massa pengkritik Anies.

Baca juga: Kelompok Pendukung dan Pengkritik Anies Demo Berhadap-hadapan, Hanya Dipisahkan Pagar Balai Kota

"Bubarkan mereka. Mereka bubar, kami bubar. Kalau mereka enggak dibubarkan, ini kampung kami, kami berhak membubarkan," kata seorang pendukung Anies.

Polisi kemudian meminta salah satu tokoh dari massa pro-Anies naik ke atas mobil komando untuk menenangkan massa. Orator itu pun berbicara kepada massa.

"Dipastikan acara mereka akan dibubarkan. Tolong balik lagi ke Balai Kota. Kita sama-sama hormati aparat polisi, bersama kita jaga keamanan. Saya mohon kembali ke Balai Kota," kata orator tersebut.

Wakapolres Metro Jakarta Pusat AKBP Susatyo Purnomo Condro kemudian meminta massa pro-Anies tidak terprovokasi. Dia juga meminta massa kembali ke Balai Kota.

Baca juga: Korban Banjir Gugat Anies, Sekda DKI: Kami Respons Bencana dalam Waktu Singkat

"Kembali ke Balai Kota. Kita ingin Jakarta damai. Jangan terprovokasi. Yang masih ingin ke Patung Kuda tidak cinta Jakarta. Kami ingin Jakarta damai. Percayakan kepada kami," tutur Susatyo.

Massa pro-Anies akhirnya kembali mundur dan kembali ke Balai Kota. Mereka kemudian membubarkan diri.

Aksi massa pro-Anies ini sempat mengganggu arus lalu lintas di Jalan Medan Merdeka Selatan.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

BMKG: Jakarta Diprediksi Hujan dengan Intensitas Bervariasi

BMKG: Jakarta Diprediksi Hujan dengan Intensitas Bervariasi

Megapolitan
[POPULER JABODETABEK] Muncul King of The King di Tangerang | Alasan Batalnya Donny Saragih Jadi Bos Transjakarta

[POPULER JABODETABEK] Muncul King of The King di Tangerang | Alasan Batalnya Donny Saragih Jadi Bos Transjakarta

Megapolitan
Polisi Tangkap Komplotan yang Peras Korbannya dengan Menuduh Curi Motor, Satu Orang Buron

Polisi Tangkap Komplotan yang Peras Korbannya dengan Menuduh Curi Motor, Satu Orang Buron

Megapolitan
Terpidana Jadi Dirut Transjakarta, Ketua DPRD DKI Sindir Uji Kelayakan Pemprov DKI

Terpidana Jadi Dirut Transjakarta, Ketua DPRD DKI Sindir Uji Kelayakan Pemprov DKI

Megapolitan
Terpeleset ke Waduk Giri Kencana, Bocah di Cilangkap Tewas Tenggelam

Terpeleset ke Waduk Giri Kencana, Bocah di Cilangkap Tewas Tenggelam

Megapolitan
Perempuan Muda Mau Lompat dari Atas JPO Antasari, Warga Ramai-ramai Menggagalkan

Perempuan Muda Mau Lompat dari Atas JPO Antasari, Warga Ramai-ramai Menggagalkan

Megapolitan
Hakim Tolak Eksepsi Enam Aktivis Papua

Hakim Tolak Eksepsi Enam Aktivis Papua

Megapolitan
Pakar: Beraksi Depan Bocah, Ekshibisionis Bisa Ditangkap Tanpa Laporan

Pakar: Beraksi Depan Bocah, Ekshibisionis Bisa Ditangkap Tanpa Laporan

Megapolitan
Muncul 'Raja' Baru King of The King, Klaim Kuasai Rp 60.000 T dan Akan Lantik Presiden di Dunia

Muncul 'Raja' Baru King of The King, Klaim Kuasai Rp 60.000 T dan Akan Lantik Presiden di Dunia

Megapolitan
Polemik Pengangkatan Dirut Transjakarta, Fraksi PSI Ingatkan Tim Seleksi Harus Independen

Polemik Pengangkatan Dirut Transjakarta, Fraksi PSI Ingatkan Tim Seleksi Harus Independen

Megapolitan
Bajing Loncat di Cilincing Incar Truk-Truk dari Luar Kota

Bajing Loncat di Cilincing Incar Truk-Truk dari Luar Kota

Megapolitan
Belum Punya Ruang Isolasi, RSU Tangsel Bakal Rujuk Pasien Suspect Virus Corona

Belum Punya Ruang Isolasi, RSU Tangsel Bakal Rujuk Pasien Suspect Virus Corona

Megapolitan
Ditinggal Meliput, Mobil TVOne Dibobol Maling di Duren Sawit

Ditinggal Meliput, Mobil TVOne Dibobol Maling di Duren Sawit

Megapolitan
Ketua DPRD DKI: Monas Bukan Milik Jakarta Sendiri, tapi Enggak Ada Koordinasinya

Ketua DPRD DKI: Monas Bukan Milik Jakarta Sendiri, tapi Enggak Ada Koordinasinya

Megapolitan
Divonis 1 Tahun, Habil Marati: Pasti Banding, Ini Persoalan Harga Diri Men...

Divonis 1 Tahun, Habil Marati: Pasti Banding, Ini Persoalan Harga Diri Men...

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X