Begini Desain Skybridge Penghubung Stasiun MRT ASEAN-Halte Transjakarta CSW

Kompas.com - 22/01/2020, 15:22 WIB
Desain jembatan layang (skybridge) penghubung Stasiun MRT ASEAN dan Halte Transjakarta CSW. DOK. PEMPROV DKI JAKARTADesain jembatan layang (skybridge) penghubung Stasiun MRT ASEAN dan Halte Transjakarta CSW.

JAKARTA, KOMPAS.com - Pembangunan jembatan layang (kybridge) untuk mengintegrasikan Halte Transjakarta CSW di Koridor 13 dengan Stasiun MRT ASEAN telah dicanangkan pada Rabu (22/1/2020) ini.

Skybridge itu rencananya akan mulai digunakan pada Agustus 2020, setelah pembangunan fase satu selesai. Namun, pembangunan seluruhnya ditargetkan rampung akhir 2020.

"Fase satu itu akan menghubungkan kedua stasiun ini dengan sebuah bentuk setengah lingkaran. Namun pekerjaan total dilakukan sampai dua fase. Kami upayakan di Desember 2020," kata Direktur Utama PT Transjakarta Agung Wicaksono di Stasiun MRT ASEAN, Jakarta Selatan, Rabu (22/1/2020).

Baca juga: Skybridge Dibangun, Stasiun MRT ASEAN-Halte Transjakarta CSW Akan Terintegrasi

Desain skybridge yang akan direalisasikan merupakan hasil sayembara yang digelar pada 2019. Desainnya berbentuk lingkaran yang akan dibangun sejajar dengan lantai sirkulasi penumpang MRT atau di lantai dua.

Skybridge itu rencananya dibangun lima lantai. PT Transjakarta akan membangun halte baru untuk transjakarta Koridor 1 Blok M-Kota di lantai satu yang sejajar dengan permukaan tanah.

Kemudian, lantai dua merupakan jembatan penghubung dari Stasiun MRT ASEAN menuju bangunan yang akan dibangun persis di bawah jalan layang khusus transjakarta Koridor 13.

" Lantai dua dan tiga area komersial, ada kios, retail. Nanti berperan sebagai non-farebox business atau pendapatan non-tiket bagi Transjakarta," kata Agung.

Sementara itu, lantai empat merupakan akses menuju Halte Transjakarta CSW yang berada di jalan layang Koridor 13. Terakhir, lantai lima merupakan halte CSW itu sendiri.

Setiap lantai nantinya bisa diakses menggunakan eskalator.

Baca juga: MRT-Transjakarta Terintegrasi, Anies Bilang Pembangunan di Indonesia Harus sebagai Kesatuan

"Sekarang kita lihat pakai tangga kalau mau naik ke halte tersebut, nantinya akan ada eskalator. Jadinya akan memudahkan bagi kita semua," ucap Agung.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Orangtua Pusing Ajari Anak Selama Pandemi Corona, Kak Seto: Jangan Posisikan Diri Seperti Guru

Orangtua Pusing Ajari Anak Selama Pandemi Corona, Kak Seto: Jangan Posisikan Diri Seperti Guru

Megapolitan
Selama Pandemi Corona, Kak Seto Sebut RT RW Harus Kreatif Cegah Anak-anak Beraktivitas di Luar Rumah

Selama Pandemi Corona, Kak Seto Sebut RT RW Harus Kreatif Cegah Anak-anak Beraktivitas di Luar Rumah

Megapolitan
Keluarganya Positif Covid-19, Dua Anak di Sawah Besar Isolasi Mandiri

Keluarganya Positif Covid-19, Dua Anak di Sawah Besar Isolasi Mandiri

Megapolitan
Ramayana Depok Buka Kemungkinan Rekrut Kembali Karyawan yang Kena PHK di Tengah Pandemi Corona

Ramayana Depok Buka Kemungkinan Rekrut Kembali Karyawan yang Kena PHK di Tengah Pandemi Corona

Megapolitan
Cegah Penyebaran Virus Corona, Sudinhub Jakbar Kurangi Petugas di Lapangan

Cegah Penyebaran Virus Corona, Sudinhub Jakbar Kurangi Petugas di Lapangan

Megapolitan
Diprotes Warga, Lippo Pastikan RS Covid-19 Dekat Apartemen Tak Bahayakan Penghuni

Diprotes Warga, Lippo Pastikan RS Covid-19 Dekat Apartemen Tak Bahayakan Penghuni

Megapolitan
Banyak Orangtua Kerja di Rumah, Kak Seto Sebut Itu Kesempatan Mahal untuk Akrab dengan Anak

Banyak Orangtua Kerja di Rumah, Kak Seto Sebut Itu Kesempatan Mahal untuk Akrab dengan Anak

Megapolitan
Andalkan Kebijakan yang Telah Berjalan, Bekasi Belum Ajukan PSBB

Andalkan Kebijakan yang Telah Berjalan, Bekasi Belum Ajukan PSBB

Megapolitan
Pedagang Ayam Potong di Kramatjati Terima Banyak Pesanan Online Saat Pandemi Covid-19

Pedagang Ayam Potong di Kramatjati Terima Banyak Pesanan Online Saat Pandemi Covid-19

Megapolitan
Dituduh Curi Dompet dan HP, Seorang Transgender Tewas Dibakar di Cilincing

Dituduh Curi Dompet dan HP, Seorang Transgender Tewas Dibakar di Cilincing

Megapolitan
Wali Kota: 38 Jenazah di Bekasi Dimakamkan dengan Protokol Pemulasaraan Jasad Pasien Covid-19

Wali Kota: 38 Jenazah di Bekasi Dimakamkan dengan Protokol Pemulasaraan Jasad Pasien Covid-19

Megapolitan
Riza Patria Diminta Tambal Hubungan Balai Kota-Istana yang 'Kurang Akur'

Riza Patria Diminta Tambal Hubungan Balai Kota-Istana yang "Kurang Akur"

Megapolitan
Tak Sampai 3 Tahun Jabat Wagub DKI, Riza Patria Diragukan Mampu Berbuat Banyak

Tak Sampai 3 Tahun Jabat Wagub DKI, Riza Patria Diragukan Mampu Berbuat Banyak

Megapolitan
Dampak Covid-19, Sebanyak 120 Pegawai di Ramayana Depok Kena PHK

Dampak Covid-19, Sebanyak 120 Pegawai di Ramayana Depok Kena PHK

Megapolitan
[UPDATE]: Depok Tambah 1 Pasien Positif Covid-19 dan 3 Suspect Wafat

[UPDATE]: Depok Tambah 1 Pasien Positif Covid-19 dan 3 Suspect Wafat

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X