Tiga Penumpang KRL Jadi Korban Pelemparan Batu

Kompas.com - 19/02/2020, 14:37 WIB
Ilustrasi menggenggam batu. SHUTTERSTOCKIlustrasi menggenggam batu.

JAKARTA,KOMPAS.com - Tiga orang penumpang kereta rel listrik ( KRL) menjadi korban aksi pelemparan batu yang terjadi di lintasan kereta antara Stasiun Kebayoran–Stasiun Palmerah pada Selasa (19/2/2020) malam.

Vice President Corporate Communications PT KCI Anne Purba mengatakan, aksi pelemparan batu yang dilakukan oleh orang yang belum diketahui identitasnya terjadi pada KRL di dua rangkaian berbeda.

Pelemparan pertama terjadi pada KRL KA 2108 tujuan Stasiun Parung Panjang pada pukul 22.50 WIB.

Baca juga: MRT Jakarta Siapkan Integrasi Pembayaran dengan Transjakata dan KRL

Aksi yang sama juga terjadi pada KRL KA 2111, tujuan Stasiun Tanah Abang pukul 22.54 WIB.

"Akibat kejadian ini, tiga pengguna KRL terluka ringan. Ketiganya sudah mendapat penanganan di pos kesehatan stasiun," ujar Anne dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Rabu (19/2/2020).

Menurut Anne, usai menangani para korban, petugas PT KCI langsung melakukan penyisiran di lokasi yang diduga menjadi titik pelaku melempar batu.

"Sosialisasi kepada warga sekitar mengenai bahaya pelemparan terhadap kereta," ucapnya.

Baca juga: KRL Hanya Sampai Manggarai, Transjakarta Siapkan 20 Bus Tambahan

Upaya tersebut pernah dilakukan PT KCI pada sepanjang 2019 dengan mendatangi 30 sekolah dan 20 mushala, masjid, maupun panti asuhan yang berlokasi di dekat jalur rel.

"Untuk mengajak para siswa dan warga sama-sama menjaga keamanan dan keselamatan KRL beserta para penggunanya," ucapnya.

Dengan adanya kejadian ini, PT KCI pun mengecam keras adanya pelemparan batu yang membuat penumpang terluka.

"Perbuatan ini juga bertentangan dengan Undang-undang 23 tahun 2007 tentang Perkeretaapian dan Kitab Undang-undang Hukum Pidana pasal 170 ayat 1 dengan ancaman pidana lima tahun enam bulan," tutup Anne.

Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

1.200 Nasi 'Kotak Oranye' bagi Tenaga Medis di RSUP Persahabatan

1.200 Nasi "Kotak Oranye" bagi Tenaga Medis di RSUP Persahabatan

Megapolitan
Wali Kota Jakbar Usul 183 Warga yang Dikarantina di Masjid Jammi Dipindah ke Wisma Atlet

Wali Kota Jakbar Usul 183 Warga yang Dikarantina di Masjid Jammi Dipindah ke Wisma Atlet

Megapolitan
PNS Pemkot Bekasi Ada yang Positif Covid-19

PNS Pemkot Bekasi Ada yang Positif Covid-19

Megapolitan
Diperpanjang, Pelajar Jakarta Belajar dari Rumah hingga 19 April 2020

Diperpanjang, Pelajar Jakarta Belajar dari Rumah hingga 19 April 2020

Megapolitan
Pemkot Depok Siapkan RS UI hingga Ruang Sekolah untuk Tangani Kasus Covid-19

Pemkot Depok Siapkan RS UI hingga Ruang Sekolah untuk Tangani Kasus Covid-19

Megapolitan
Kasus Covid-19 Terus Meluas, Depok Kaji Opsi Karantina Wilayah

Kasus Covid-19 Terus Meluas, Depok Kaji Opsi Karantina Wilayah

Megapolitan
Depok Dapat 1.000 Alat Rapid Test Covid-19 dari Pemprov Jabar

Depok Dapat 1.000 Alat Rapid Test Covid-19 dari Pemprov Jabar

Megapolitan
Pemkot Depok Berencana Realokasi Anggaran untuk Penanganan Covid-19

Pemkot Depok Berencana Realokasi Anggaran untuk Penanganan Covid-19

Megapolitan
Anies Minta Warga Jakarta Tidak Pulang Kampung untuk Cegah Penyebaran Covid-19

Anies Minta Warga Jakarta Tidak Pulang Kampung untuk Cegah Penyebaran Covid-19

Megapolitan
Gelontorkan Rp 15 Miliar, Pemkot Depok Sebut Stok Masker Tenaga Medis Cukup untuk 3 Bulan

Gelontorkan Rp 15 Miliar, Pemkot Depok Sebut Stok Masker Tenaga Medis Cukup untuk 3 Bulan

Megapolitan
UPDATE Covid-19 di Depok 28 Maret: Tambahan 8 Kasus Positif dan 1 Meninggal

UPDATE Covid-19 di Depok 28 Maret: Tambahan 8 Kasus Positif dan 1 Meninggal

Megapolitan
Pemprov DKI Perpanjang Masa Tanggap Darurat Covid-19 sampai 19 April 2020

Pemprov DKI Perpanjang Masa Tanggap Darurat Covid-19 sampai 19 April 2020

Megapolitan
61 Tenaga Medis di Jakarta Terinfeksi Covid-19, Dirawat di 26 RS

61 Tenaga Medis di Jakarta Terinfeksi Covid-19, Dirawat di 26 RS

Megapolitan
Dr Tirta Ceritakan Menyedihkannya Kondisi Dokter yang Berjuang Lawan Covid-19

Dr Tirta Ceritakan Menyedihkannya Kondisi Dokter yang Berjuang Lawan Covid-19

Megapolitan
Data Kasus Covid-19 di 18 Kecamatan di Kabupaten Bekasi, Paling Banyak di Tambun Selatan

Data Kasus Covid-19 di 18 Kecamatan di Kabupaten Bekasi, Paling Banyak di Tambun Selatan

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X