Anggota Komisi E DPRD Dorong Kasus Robohnya Atap SMKN 24 Jaktim Dibawa ke Jalur Hukum

Kompas.com - 21/02/2020, 22:21 WIB
Bangunan 8 ruang kelas SMKN 24 Jakarta, Cipayung, Jakarta Timur, rusak berat, Jumat (21/2/2020). KOMPAS.COM/DEAN PAHREVIBangunan 8 ruang kelas SMKN 24 Jakarta, Cipayung, Jakarta Timur, rusak berat, Jumat (21/2/2020).

JAKARTA, KOMPAS.com - Anggota Komisi E DPRD DKI Jakarta Ima Mahdiah mendorong agar peristiwa robohnya atap SMKN 24, Cipayung, Jakarta Timur, dibawa ke jalur hukum.

Komisi E DPRD DKI Jakarta mencium indikasi kecurangan dalam rehabilitasi sekolah tersebut.

Ima telah meminta Dinas Pendidikan DKI Jakarta untuk melaporkan data lengkap kontraktor dan anggaran yang dipakai untuk rehabilitasi pada tahun 2018 lalu.

Baca juga: Baru Setahun Direhab, Atap 8 Kelas di SMKN 24 Jakarta Roboh, Wali Kota Jaktim Minta Diusut

"Jadi aku sudah cek, ternyata itu rehab tahun 2018. Nah kita mintakan tadi dari Dinas Pendidikan ngasih tahu siapa kontraktornya. Ya kemungkinan kita dari Komisi E sudah sarankan diselesaikan kalau bisa melalui jalur hukum gitu," ucap Ima saat dihubungi, Jumat (21/2/2020).

"Karena di satu sisi rehab baru dua tahun tapi kok sudah roboh, robohnya langsung hampir keseluruhan," lanjutnya.

Menurut Mantan Staf Gubernur ke-15 DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok ini, peristiwa semacam itu harus dibawa ke ranah hukum agar ada efek jera.

Apalagi sebelumnya kanopi di SDN 10 dan 12 Kembangan Utara, Jakarta Barat juga roboh, beberapa waktu lalu.

"Jadi untuk Disdik tadi saya juga sudah sampaikan di grup, jangan sampai ini kita kan baru merancang yang di 2020 yang rehab-rehab ini kan, jangan sampai ada kejadian seperti ini. Harus pakai jalur hukum biar jera," tutur Ima.

Baca juga: Atap SMKN 24 Jaktim Roboh, DPRD DKI Cium Indikasi Kecurangan Saat Rehab

Kepala SMKN 24 Jakarta Tri Eriyani sebelumnya mengatakan, terdapat delapan bangunan kelas yang rusak berat.

Diduga bangunan itu rusak karena terdampak cuaca buruk pada Jumat, pukul 02.45 WIB.

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Rekonstruksi Suami Lansia Bunuh Istri di Tangerang, Berawal dari Minum Miras Bareng

Rekonstruksi Suami Lansia Bunuh Istri di Tangerang, Berawal dari Minum Miras Bareng

Megapolitan
APBD Kota Bekasi 2020 Diperkirakan Anjlok 50 Persen

APBD Kota Bekasi 2020 Diperkirakan Anjlok 50 Persen

Megapolitan
Mulai 8 Juni, 50 Persen PNS Pemprov DKI Bakal Mulai Kerja di Kantor

Mulai 8 Juni, 50 Persen PNS Pemprov DKI Bakal Mulai Kerja di Kantor

Megapolitan
Kerugian Ekologis Akibat Perdagangan Ilegal 153 Reptil di Bandara Soetta Sangat Besar

Kerugian Ekologis Akibat Perdagangan Ilegal 153 Reptil di Bandara Soetta Sangat Besar

Megapolitan
Kurangi Bau Sampah, Damkar Tangsel Semprotkan Bahan Kimia ke TPA Cipeucang

Kurangi Bau Sampah, Damkar Tangsel Semprotkan Bahan Kimia ke TPA Cipeucang

Megapolitan
Masuk PSBB Proporsional, 16 RW di Kota Bekasi Masuk Zona Merah Covid-19, Berikut Daftarnya

Masuk PSBB Proporsional, 16 RW di Kota Bekasi Masuk Zona Merah Covid-19, Berikut Daftarnya

Megapolitan
Banjir Rob di Sunda Kelapa, 1.089 Keluarga Terdampak

Banjir Rob di Sunda Kelapa, 1.089 Keluarga Terdampak

Megapolitan
Kecamatan Senen Rencanakan Rapid Test Kampung di 6 Kelurahan

Kecamatan Senen Rencanakan Rapid Test Kampung di 6 Kelurahan

Megapolitan
PSBB Bogor, Aktivasi Mal Tunggu Perubahan Status Level Kewaspadaan

PSBB Bogor, Aktivasi Mal Tunggu Perubahan Status Level Kewaspadaan

Megapolitan
Rumah Karaoke di Bekasi Boleh Beroperasi asal Karyawannya Rapid Test

Rumah Karaoke di Bekasi Boleh Beroperasi asal Karyawannya Rapid Test

Megapolitan
Rentetan Perampokan, Polisi Minta Minimarket Dijaga Sekuriti

Rentetan Perampokan, Polisi Minta Minimarket Dijaga Sekuriti

Megapolitan
4 RT Zona Merah Covid-19 di Kelurahan Kramat Gunakan Sistem Satu Pintu

4 RT Zona Merah Covid-19 di Kelurahan Kramat Gunakan Sistem Satu Pintu

Megapolitan
UI Pertimbangkan Terapkan Sistem Kuliah Campuran Tatap Muka dan Daring

UI Pertimbangkan Terapkan Sistem Kuliah Campuran Tatap Muka dan Daring

Megapolitan
Hasil Rapid Test, 19 Orang di Panti Sosial Bina Laras Harapan Sentosa 2 Cipayung Reaktif Covid-19

Hasil Rapid Test, 19 Orang di Panti Sosial Bina Laras Harapan Sentosa 2 Cipayung Reaktif Covid-19

Megapolitan
Ini Syarat Aktivitas di Rumah Ibadah saat PSBB Proporsional di Depok

Ini Syarat Aktivitas di Rumah Ibadah saat PSBB Proporsional di Depok

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X