Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

RSUP Persahabatan: Kecil kemungkinan Ruang Isolasi Tularkan Virus Corona

Kompas.com - 13/03/2020, 21:08 WIB
Ambaranie Nadia Kemala Movanita

Editor

JAKARTA, KOMPAS.com - Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Persahabatan, Pulogadung, Jakarta Timur, mengemukakan ruang isolasi Pinere bagi pasien terjangkit COVID-19 kecil kemungkinan mentransmisikan atau menularkan virus.

"Bahwa ruang isolasi satu kamar untuk dua orang itu betul, tapi ini sudah memenuhi kriteria. Ruangan kami bertekanan negatif, jadi untuk transmisi itu sangat-sangat kecil kemungkinannya," kata Dokter Spesialis Paru RSUP Persahabatan, Erlina Burhan di Jakarta, sebagaimana dikutip dari Antara, Jumat (13/3/2020).

Pihaknya juga menerapkan prosedur penyimpanan tempat tidur ruang isolasi, masing-masing berjarak dua meter.

Baca juga: Pasien Positif Covid-19 di RSUP Persahabatan Kabur karena Takut Tertular

Hal tersebut sesuai ketentuan dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) untuk meminimalisasi kemungkinan virus bertransmisi dari pasien satu ke pasien lainnya.

"Untuk pengendalian dan pencegahan infeksi itu disarankan untuk tempat tidur berjarak minimal dua meter dan itu dilakukan," kata Erlina.

Erlina mengatakan, ruangan Pinere juga dilengkapi dengan standar operasional lainnya berupa tekanan negatif.

"Saya kasih tahu tekanan negatif, kalau Anda taruh tisu, itu tersedot oleh tekanan mesinnya sampai nempel ke dinding. Apalagi kuman atau virus," kata dia.

Standar operasional ruang isolasi itu diyakini Erlina dapat mengantisipasi perpindahan virus antarpasien di ruang isolasi.

"Jadi jangan terlalu mengkhawatirkan, oh dua orang saling menularkan. Tidak demikian," kata Erlina.

Erlina menambahkan tim medis tidak akan bertindak gegabah mencampur orang yang negatif dengan positif COVID-19.

Baca juga: Pasien Positif Covid-19 di RSUP Persahabatan Kabur Dibantu Keluarga

"Minimal yang statusnya sama yang kami ketahui. Kalau masih PDP ya PDP. Kalau sudah COVID-19 ya dengan pasien yang sama juga," kata dia.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

PDI-P Tawari Ahok Jadi Calon Gubernur Sumatera Utara, Pengamat: Dia Punya Nama Besar untuk Melawan Bobby

PDI-P Tawari Ahok Jadi Calon Gubernur Sumatera Utara, Pengamat: Dia Punya Nama Besar untuk Melawan Bobby

Megapolitan
Syarat Pembuatan SIM C1, Harus Punya SIM C Minimal 1 Tahun

Syarat Pembuatan SIM C1, Harus Punya SIM C Minimal 1 Tahun

Megapolitan
Polisi Resmi Terbitkan SIM C1 Hari Ini, Berlaku di Seluruh Indonesia

Polisi Resmi Terbitkan SIM C1 Hari Ini, Berlaku di Seluruh Indonesia

Megapolitan
Caleg PKS Tersangka Kasus Narkoba Sempat Buang HP dan Kartu Identitas saat Kabur

Caleg PKS Tersangka Kasus Narkoba Sempat Buang HP dan Kartu Identitas saat Kabur

Megapolitan
Polisi: SIM C1 untuk Motor Bermesin 250-500 Cc

Polisi: SIM C1 untuk Motor Bermesin 250-500 Cc

Megapolitan
Tiba di Bandara Soekarno-Hatta, Caleg PKS Tersangka Kasus Narkoba Dibawa ke Bareskrim Polri

Tiba di Bandara Soekarno-Hatta, Caleg PKS Tersangka Kasus Narkoba Dibawa ke Bareskrim Polri

Megapolitan
DPRD DKI Kritisi 'Call Center' PPDB yang Tidak Bisa Dihubungi

DPRD DKI Kritisi "Call Center" PPDB yang Tidak Bisa Dihubungi

Megapolitan
Tiang Besi di Cilodong Sudah Lama Keropos, Warga Khawatir Roboh

Tiang Besi di Cilodong Sudah Lama Keropos, Warga Khawatir Roboh

Megapolitan
Polisi Tangkap Pria Paruh Baya yang Setubuhi Anak Tirinya di Jakpus

Polisi Tangkap Pria Paruh Baya yang Setubuhi Anak Tirinya di Jakpus

Megapolitan
Keyakinan Kuasa Hukum Vina, Percaya Pegi Perong yang Ditangkap Polisi adalah Sosok Pegi yang Asli...

Keyakinan Kuasa Hukum Vina, Percaya Pegi Perong yang Ditangkap Polisi adalah Sosok Pegi yang Asli...

Megapolitan
Tim Kuasa Hukum Keluarga Vina Akan Dampingi Linda Saat Diperiksa Polda Jabar

Tim Kuasa Hukum Keluarga Vina Akan Dampingi Linda Saat Diperiksa Polda Jabar

Megapolitan
3 ASN Ternate Beli Narkoba Rp 300.000 dari Seorang Perempuan

3 ASN Ternate Beli Narkoba Rp 300.000 dari Seorang Perempuan

Megapolitan
Komnas HAM Dorong Keluarga 'Vina Cirebon' Dapat 'Trauma Healing'

Komnas HAM Dorong Keluarga "Vina Cirebon" Dapat "Trauma Healing"

Megapolitan
Transjakarta Tambah Layanan Rute Stasiun Klender-Pulogadung via JIEP

Transjakarta Tambah Layanan Rute Stasiun Klender-Pulogadung via JIEP

Megapolitan
Anggota Komisi I DPR Ungkap Ada Pihak yang Mau Media Bisa Dikontrol

Anggota Komisi I DPR Ungkap Ada Pihak yang Mau Media Bisa Dikontrol

Megapolitan
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com