Penjambretan di Cilincing, Korban Sempat Buang Ponselnya Saat Dihampiri Pelaku

Kompas.com - 13/07/2020, 19:34 WIB
Rekaman CCTV aksi penjambretan HP di Jalan Rorotan, Cilincing, Jakarta Utara Akun instagram @jakarta.terkiniRekaman CCTV aksi penjambretan HP di Jalan Rorotan, Cilincing, Jakarta Utara

JAKARTA, KOMPAS.com - Kapolsek Cilincing Kompol Imam Tulus Budiono menyebut korban penjambretan di Cilincing sempat membuang ponselnya ketika didatangi dua penjambret.

Kejadian penjambretan sendiri terjadi di Jalan Rorotan Cilincing, Jakarta Utara pada Kamis (9/7/2020) lalu.

Akibatnya, dua pelaku kesal terhadap korban.

"Iya HP saja yang diambil, karena memang korban itu ya jalan megang HP, begitu HP diminta itu dibuang. Jadi mungkin si pelaku emosi," kata Imam saat dihubungi, Senin (13/7/2020).

Meski dibuang, para pelaku tetap bisa mengambil HP korban.

Baca juga: Polisi Kejar Penjambret di Cilincing yang Lukai Korbannya

Sesaat setelah mengambil HP korban, empat pelaku yang menaiki dua motor lantas pergi dengan cepat.

Dalam peristiwa penjambretan, korban juga mengalami luka akibat terkena benda tajam.

Sebelumnya, video rekaman CCTV yang menampilkan aksi penjambretan viral di media sosial.

Dalam video berdurasi 37 detik terlihat seorang pemuda berpakaian hitam berjalan di pinggir jalan.

Ketika berjalan, empat orang pria menggunakan dua sepeda motor menghampiri pemuda itu sambil mengayunkan senjata tajam jenis celurit.

Dua orang menghampiri dan dua lainnya menunggu di motor.

Tak berselang lama keempat pria kabur dengan membawa HP milik pemuda itu.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Begini Cara MRT Jakarta Relokasi Pohon di Monas dan Thamrin yang Terkena Proyek

Begini Cara MRT Jakarta Relokasi Pohon di Monas dan Thamrin yang Terkena Proyek

Megapolitan
Gumpalan Minyak di Perairan Pulau Pari Diduga Berasal dari Kapal yang Melintas

Gumpalan Minyak di Perairan Pulau Pari Diduga Berasal dari Kapal yang Melintas

Megapolitan
Dirut Sebut Pengerjaan MRT Fase 2A Bagian dari Pemulihan Ekonomi

Dirut Sebut Pengerjaan MRT Fase 2A Bagian dari Pemulihan Ekonomi

Megapolitan
Perairan Pulau Pari Dibersihkan dari Limbah Gumpalan Minyak, Terkumpul 380 Karung

Perairan Pulau Pari Dibersihkan dari Limbah Gumpalan Minyak, Terkumpul 380 Karung

Megapolitan
Dituduh Culik Anak hingga Fotonya Disebar, Pria di Bogor Lapor Polisi

Dituduh Culik Anak hingga Fotonya Disebar, Pria di Bogor Lapor Polisi

Megapolitan
40 Truk Keliling Tangerang Semprot Disinfektan, Wakil Walkot Sebut untuk Ingatkan Pandemi Belum Usai

40 Truk Keliling Tangerang Semprot Disinfektan, Wakil Walkot Sebut untuk Ingatkan Pandemi Belum Usai

Megapolitan
UPDATE 10 Agustus: 17 RW di 15 Kelurahan Kota Bekasi Masuk Zona Merah

UPDATE 10 Agustus: 17 RW di 15 Kelurahan Kota Bekasi Masuk Zona Merah

Megapolitan
UPDATE 11 Agustus: Bertambah 10, Kasus Covid-19 di Kota Tangerang Kini Ada 647

UPDATE 11 Agustus: Bertambah 10, Kasus Covid-19 di Kota Tangerang Kini Ada 647

Megapolitan
Dituding Lecehkan Anak-anak secara Seksual, Pria di Citayam Nyaris Diamuk Warga

Dituding Lecehkan Anak-anak secara Seksual, Pria di Citayam Nyaris Diamuk Warga

Megapolitan
Perairan Pulau Pari Tercemar Gumpalan Minyak Berwarna Hitam

Perairan Pulau Pari Tercemar Gumpalan Minyak Berwarna Hitam

Megapolitan
Zona Merah Covid-19 di Kota Tangerang Kembali Bertambah

Zona Merah Covid-19 di Kota Tangerang Kembali Bertambah

Megapolitan
Hujan Deras dan Saluran Air Tersumbat, Kawasan Lenteng Agung Sempat Terendam

Hujan Deras dan Saluran Air Tersumbat, Kawasan Lenteng Agung Sempat Terendam

Megapolitan
Setelah Anji, Polisi Panggil Hadi Pranoto Terkait Video Temuan Obat Covid-19

Setelah Anji, Polisi Panggil Hadi Pranoto Terkait Video Temuan Obat Covid-19

Megapolitan
Tak Ada Dana, Insentif Tukang Gali Kubur dan Sopir Ambulans Khusus Covid-19 di Jakarta Tertunda

Tak Ada Dana, Insentif Tukang Gali Kubur dan Sopir Ambulans Khusus Covid-19 di Jakarta Tertunda

Megapolitan
Sejumlah Warga Mengamuk Saat Razia Masker, Banting Dompet hingga Minta Dipenjara

Sejumlah Warga Mengamuk Saat Razia Masker, Banting Dompet hingga Minta Dipenjara

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X