Penumpang Bandara Soekarno-Hatta Diprediksi Meningkat Saat Libur Idul Adha

Kompas.com - 28/07/2020, 15:42 WIB
Penumpang saat tiba di terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Selasa (12/5/2020). KOMPAS.com/GARRY LOTULUNGPenumpang saat tiba di terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Selasa (12/5/2020).

TANGERANG, KOMPAS.com - Pergerakan penumpang di Bandara Internasional Soekarno-Hatta diprediksi meningkat saat perayaan Hari Raya Idul Adha 1441 Hijriah.

Direktur Utama PT Angkasa Pura II Muhammad Awaluddin mengatakan, peningkatan tersebut diprediksi akan terjadi pada masa libur Hari Raya Idul Adha yang jatuh pada Jumat (31/7/2020) mendatang.

"Sampai dengan akhir Juli ini masih lihat berpotensi meningkat," ujar dia dalam keterangan diterima Kompas.com, Selasa (28/7/2020).

Baca juga: Begini Protokol Kesehatan bagi Penumpang di Bandara Soekarno-Hatta

Awaluddin menjelaskan peningkatan diprediksi bisa mencapai 45 persen dari hari biasa di masa pandemi Covid-19.

"Dari 40 persen menuju 45 persen," kata dia.

Awaluddin meminta masyarakat yang hendak bepergian untuk tetap memerhatikan protokol kesehatan dan dokumen perjalanan yang menjadi syarat perjalanan di masa pandemi.

Pasalnya, lanjut Awaluddin, saat ini pemeriksaan kesehatan dan kelengkapan dokumen sudah menjadi kenormalan baru di Bandara Soekarno-Hatta untuk mendukung protokol kesehatan tetap berjalan.

Baca juga: Jumlah Penumpang di Bandara Soekarno-Hatta Berangsur Meningkat

"Itu harus dilakukan dan ini sudah jadi protokol di bandara bahwa pemeriksaan kesehatan, kelengkapan dokumen perjalanan harus ada," ucap Awaluddin.

Dia juga menjelaskan sudah meminta operator maskapai untuk mengaktifkan rute-rute penerbangan untuk menampung permintaan penerbangan dari masyarakat.

Saat ini, kata Awaluddin, ada beberapa rute yang masih tidak beroperasi karena dampak dari pandemi Covid-19.

"Kita harap bisa bertambah sejalan dengan kebutuhan masyarakat transportasi udara," kata dia.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Massa Buruh dan Mahasiswa Demo Tolak UU Cipta Kerja di Patung Kuda

Massa Buruh dan Mahasiswa Demo Tolak UU Cipta Kerja di Patung Kuda

Megapolitan
BEM SI Ultimatum Presiden Jokowi untuk Terbitkan Perppu dalam 8x24 Jam

BEM SI Ultimatum Presiden Jokowi untuk Terbitkan Perppu dalam 8x24 Jam

Megapolitan
Cegah Demo Disusupi Kelompok Anarko, Pengamanan di Kawasan Mampang Diperketat

Cegah Demo Disusupi Kelompok Anarko, Pengamanan di Kawasan Mampang Diperketat

Megapolitan
Proyek Rumah DP Rp 0 di 4 Lokasi di Jakarta Tetap Berjalan Selama Pandemi Covid-19

Proyek Rumah DP Rp 0 di 4 Lokasi di Jakarta Tetap Berjalan Selama Pandemi Covid-19

Megapolitan
Unjuk Rasa Mahasiswa di Istana Bogor Diwarnai Aksi Bakar Ban

Unjuk Rasa Mahasiswa di Istana Bogor Diwarnai Aksi Bakar Ban

Megapolitan
Pemprov DKI Akan Bongkar Rumah di Bantaran Sungai, Apakah Sesuai dengan Janji Anies Saat Kampanye?

Pemprov DKI Akan Bongkar Rumah di Bantaran Sungai, Apakah Sesuai dengan Janji Anies Saat Kampanye?

Megapolitan
Mahasiswa Unjuk Rasa di Istana Bogor Jelang Kedatangan PM Jepang

Mahasiswa Unjuk Rasa di Istana Bogor Jelang Kedatangan PM Jepang

Megapolitan
Berkaca Demo Sebelumnya, Wagub DKI Minta Para Pedemo Lakukan Rapid Test

Berkaca Demo Sebelumnya, Wagub DKI Minta Para Pedemo Lakukan Rapid Test

Megapolitan
Demo Tolak Omnibus Law, Gerombolan Pelajar Berkumpul dan Hentikan Mobil Pikap di Harmoni

Demo Tolak Omnibus Law, Gerombolan Pelajar Berkumpul dan Hentikan Mobil Pikap di Harmoni

Megapolitan
Massa BEM SI Gelar Aksi Teatrikal Sindir Matinya Demokrasi di Indonesia

Massa BEM SI Gelar Aksi Teatrikal Sindir Matinya Demokrasi di Indonesia

Megapolitan
Belasan Remaja yang Hendak Gabung Unjuk Rasa di Patung Kuda Langsung Dibawa Polisi

Belasan Remaja yang Hendak Gabung Unjuk Rasa di Patung Kuda Langsung Dibawa Polisi

Megapolitan
Jelang Kedatangan PM Jepang, Akses Jalan Menuju Istana Bogor Ditutup

Jelang Kedatangan PM Jepang, Akses Jalan Menuju Istana Bogor Ditutup

Megapolitan
PT Khong Guan Kembali Datangi Warga Korban Banjir untuk Data Kerugian

PT Khong Guan Kembali Datangi Warga Korban Banjir untuk Data Kerugian

Megapolitan
Jokowi Sambut PM Jepang di Istana Bogor Sore Nanti, 1.000 Personel Disiagakan

Jokowi Sambut PM Jepang di Istana Bogor Sore Nanti, 1.000 Personel Disiagakan

Megapolitan
BEM SI Sebut 1 Tahun Kepemimpinan Jokowi-Maruf seperti Negeri Dongeng

BEM SI Sebut 1 Tahun Kepemimpinan Jokowi-Maruf seperti Negeri Dongeng

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X