Tidak Terapkan Jam Malam, Wali Kota Bekasi Tak Ingin Rem Perekonomian Warga

Kompas.com - 01/09/2020, 13:26 WIB
Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi di Stadion Kota Bekasi, Senin (13/7/2020). KOMPAS.com/CYNTHIA LOVAWali Kota Bekasi Rahmat Effendi di Stadion Kota Bekasi, Senin (13/7/2020).
Penulis Cynthia Lova
|


BEKASI, KOMPAS.com - Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi belum menerapkan jam malam di wilayahnya seperti yang dilakukan sejumlah pemerintah kota lain di tengah pandemi Covid-19.

Alasannya, masyarakat sudah mulai beradaptasi menjalani kehidupan masa adaptasi tatanan hidup baru atau pelonggaran PSBB. Selain itu perekonomian warga juga sudah mulai berjalan.

"Kita tidak bisa menggerakkan tiba-tiba, orang sudah adaptasi tatanan baru masyarakat produktif. Kenapa kita korelasikan dengan produktif? Karena kita ingin, Presiden kan bilang rem Covidnya, gas ekonominya. Kalau kita rem dua-duanya, matilah kita,” ujar Rahmat kepada wartawan, Selasa (1/9/2020).

Rahmat mengatakan, pihak Pemkot Bekasi kini lebih menguatkan RW Siaga. Apalagi belakangan ini di Kota Bekasi muncul klaster keluarga.

Baca juga: Tempat Tidur Pasien Covid-19 di RS Swasta Bekasi Terisi 90 Persen, Ini Komentar Wali Kota

Menurut Rahmat, RW Siaga bisa menjadi motivasi sendiri agar masyarakat sadar menerapkan aturan protokol kesehatan di lingkungannya masing-masing.

Tidak hanya meningkatkan kesadaran warga dengan taat menerapkan protokol kesehatan, namun RW Siaga juga menghidupkan kreatifitas warga untuk menciptakan ketahanan pangan dan menjaga wilayah dari tindak kriminal.

“Nah kan Bapak bilang Covid itu kan kita ribut lagi yang ditingkat RW itu, RW siaga. Di dalamnya itu kita sebar ASN juga sudah turun mereka (mengawasi RW siaga),” ucap Rahmat.

Dengan penerapan RW Siaga, ia berharap dapat menekan angka penyebaran Covid-19 di wilayah Kota Bekasi.

Baca juga: Antrean Sampel Semakin Banyak, Pemkot Bekasi Dapat Tambahan Alat PCR Covid-19

“Kalau RT ataupun RW berjalan semuanya (taat aturan protokol kesehatan), minimal masker aja dulu deh yang katanya kena denda segala macam. Udahlah yang tidak menggunakan masker itu nanti urusan Tuhan saja. Intinya kalau semuanya sadar menggunakan masker itu semua, Insya Allah aman semua. Kan sekarang itu syaratnya hanya masker saja,” tutur dia.

Sebagai informasi, dua daerah tetangga Kota Bekasi, yakni Kota Bogor dan Kota Depok telah menerapkan jam malam.

Pada penerapan jam malam tersebut, pemerintah daerah membatasi jam operasional layanan secara langsung di toko, rumah makan, kafe, mini market, supermarket dan mal sampai dengan pukul 18.00 WIB.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

UPDATE 31 Oktober: Tambah 585, Kasus Covid-19 di DKI Jadi 105.597

UPDATE 31 Oktober: Tambah 585, Kasus Covid-19 di DKI Jadi 105.597

Megapolitan
Seorang Pria Tewas akibat Terbawa Arus Deras Saat Mencuci Pakaian di Ciliwung

Seorang Pria Tewas akibat Terbawa Arus Deras Saat Mencuci Pakaian di Ciliwung

Megapolitan
Polisi Duga Ada Urusan Percintaan di Balik Hilangnya Rizky

Polisi Duga Ada Urusan Percintaan di Balik Hilangnya Rizky

Megapolitan
Seorang Perempuan bersama Dua Anaknya Terjebak di Lift Selama 1,5 Jam

Seorang Perempuan bersama Dua Anaknya Terjebak di Lift Selama 1,5 Jam

Megapolitan
Jakarta Terpilih sebagai Kota Terbaik dalam Kemajuan Transportasi

Jakarta Terpilih sebagai Kota Terbaik dalam Kemajuan Transportasi

Megapolitan
UPDATE 31 Oktober: 80 Pasien Covid-19 di Kabupaten Bekasi Masih Dirawat di Rumah Sakit

UPDATE 31 Oktober: 80 Pasien Covid-19 di Kabupaten Bekasi Masih Dirawat di Rumah Sakit

Megapolitan
Tabrak Trailer dari Belakang, Pengendara Motor Patah Tulang dari Hidung sampai Paha

Tabrak Trailer dari Belakang, Pengendara Motor Patah Tulang dari Hidung sampai Paha

Megapolitan
UPDATE 31 Oktober: Kumulatif Kasus Terkonfirmasi Covid-19 di Tangsel Kini 1.823

UPDATE 31 Oktober: Kumulatif Kasus Terkonfirmasi Covid-19 di Tangsel Kini 1.823

Megapolitan
Lawan Arus Saat Kendarai Motor, Dua Pemuda Tewas Dihantam Mobil Boks

Lawan Arus Saat Kendarai Motor, Dua Pemuda Tewas Dihantam Mobil Boks

Megapolitan
Polda Metro Jaya Antisipasi Puncak Arus Balik Libur Panjang

Polda Metro Jaya Antisipasi Puncak Arus Balik Libur Panjang

Megapolitan
Progres Revitalisasi Taman Ismail Marzuki Capai 40,85 Persen

Progres Revitalisasi Taman Ismail Marzuki Capai 40,85 Persen

Megapolitan
Turun Rp 24 Triliun, Anggaran Perubahan DKI Jadi Rp 63,23 Triliun

Turun Rp 24 Triliun, Anggaran Perubahan DKI Jadi Rp 63,23 Triliun

Megapolitan
Pemkot Jakarta Selatan Gelar Vaksinasi Rabies Gratis untuk Hewan Peliharaan

Pemkot Jakarta Selatan Gelar Vaksinasi Rabies Gratis untuk Hewan Peliharaan

Megapolitan
UPDATE 31 Oktober: Tambah 21 Orang, Kasus Terkonfirmasi Covid-19 di Kota Tangerang Kini 2.180

UPDATE 31 Oktober: Tambah 21 Orang, Kasus Terkonfirmasi Covid-19 di Kota Tangerang Kini 2.180

Megapolitan
Kronologi Penganiayaan WN Pakistan, Pelaku Mulanya Kesal Diklakson kemudian Menyerang Pakai Senjata Tajam

Kronologi Penganiayaan WN Pakistan, Pelaku Mulanya Kesal Diklakson kemudian Menyerang Pakai Senjata Tajam

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X