Digelar di Tengah Pandemi, Tes SKB CPNS Kota Tangerang Dijadwalkan 5 Oktober

Kompas.com - 02/10/2020, 08:40 WIB
Para peserta seleksi penerimaan calon pegawai negeri sipil Kementerian Keuangan mengikuti ujian kompetensi dasar di Gedung Maria Convention Hall, Pulogadung, Jakarta Timur, Rabu (18/10/2017). KOMPAS/RADITYA HELABUMIPara peserta seleksi penerimaan calon pegawai negeri sipil Kementerian Keuangan mengikuti ujian kompetensi dasar di Gedung Maria Convention Hall, Pulogadung, Jakarta Timur, Rabu (18/10/2017).

 

TANGERANG, KOMPAS.com - Pemerintah Kota Tangerang berencana menggelar tes Seleksi Kompetensi Bidang (SKB) Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di Gedung Cisadane 5-8 Oktober 2020 mendatang.

Sekretaris Daerah Kota Tangerang Herman Suwarman mengatakan, Badan Kepegawaian dan Pembangunan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Tangerang yang akan menyiapkan tes SKB yang sesuai dengan protokol kesehatan.

"Ini menjadi tes CPNS yang berbeda dibanding tahun-tahun sebelumnya, karena di tengah pandemi," ujar Herman dalam keterangan tertulis diterima Kompas.com, Jumat (2/10/2020).

Baca juga: Pasien Covid-19 di Tangerang Mayoritas OTG, Kapasitas Rumah Singgah Ditambah

Herman mengatakan, simulasi sudah dilaksanakan pada Kamis kemarin agar panitia bisa memahami dan melakukan antisipasi agar tes SKB berjalan lancar.

"Kami melakukan simulasi agar panitia memahami semua dapat berjalan aman dan lancar sesuai aturan protokol kesehatan," tutur Herman.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Kepala Bidang Pengembangan Aparatur BKPSDM Kota Tangerang Rossana menjelaskan, SKB CPNS tahun 2020 ini diikuti oleh 956 peserta dan akan diseleksi menjadi 355 orang saja.

"Tes dibagi menjadi tiga sesi, dengan protokol kesehatan yang ketat," kata dia.

Rossana menjelaskan, peserta diwajibkan untuk mencuci tangan terlebih dahulu sebelum masuk ruang ujian, kemudian menyerahkan hasil rapid test, registrasi menggunakan barcode dan menerapkan antrian physical distancing sesuai garis pembatas yang telah dibuat.

Dia menjelaskan, jika rapid test reaktif, peserta akan dimasukan ke ruangan khusus dan menerima pengecekan dokter lebih lanjut.

"Jika dinyatakan sehat, akan tetap mengikuti tes di ruang yang berbeda," ujar Rossana.

Namun apabila peserta dengan hasil reaktif dinyatakan sakit, maka peserta tersebut akan menjalani tes SKB pada hari terakhir tes pada 8 Oktober dan tidak bercampur dengan mereka yang sehat dengan hasil tes non reaktif.

Rossana juga mengatakan, seluruh panitia juga menerapkan protokol kesehatan ketat. Mulai dari masker, face shield, sarung tangan, hingga penyemprotan disinfektan secara berkala, selama kegiatan berlangsung.

"Selain kesiapan mental, di tes SKB tahun ini, peserta dan panitia juga harus sama-sama bekerjasama untuk saling menjaga protokol kesehatan," kata dia.



Video Rekomendasi

Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ratusan Polisi Tidur Tak Sesuai Aturan di Jakbar Akan Dibongkar jika Tak Diperbaiki

Ratusan Polisi Tidur Tak Sesuai Aturan di Jakbar Akan Dibongkar jika Tak Diperbaiki

Megapolitan
120 Orang Ikut Tes Swab Antigen di Stasiun KRL, 6 Reaktif Covid-19

120 Orang Ikut Tes Swab Antigen di Stasiun KRL, 6 Reaktif Covid-19

Megapolitan
25 Jenazah Pasien Covid-19 Dimakamkan di TPU Jombang Tangsel Hari Ini, Terbanyak Selama Pandemi

25 Jenazah Pasien Covid-19 Dimakamkan di TPU Jombang Tangsel Hari Ini, Terbanyak Selama Pandemi

Megapolitan
Pasien Covid-19 Makin Banyak, Epidemiolog Sarankan Pemda Buka Selter Isolasi

Pasien Covid-19 Makin Banyak, Epidemiolog Sarankan Pemda Buka Selter Isolasi

Megapolitan
Kasus Truk Diserbu Rombongan Pengiring Jenazah, Bagaimana Aturan di Jalan?

Kasus Truk Diserbu Rombongan Pengiring Jenazah, Bagaimana Aturan di Jalan?

Megapolitan
BOR di Kota Bogor Capai 77,6 Persen, Bima Arya Minta RS Tambah Tempat Tidur Pasien Covid-19

BOR di Kota Bogor Capai 77,6 Persen, Bima Arya Minta RS Tambah Tempat Tidur Pasien Covid-19

Megapolitan
Sesosok Mayat Ditemukan Mengapung di Sungai Ciliwung di Bukit Duri

Sesosok Mayat Ditemukan Mengapung di Sungai Ciliwung di Bukit Duri

Megapolitan
Percepat Vaksinasi Warga 18 Tahun ke Atas, Pemkot Bogor Minta 50.000 Vial Vaksin Covid-19

Percepat Vaksinasi Warga 18 Tahun ke Atas, Pemkot Bogor Minta 50.000 Vial Vaksin Covid-19

Megapolitan
Saksi: Teman Pelaku Penembakan di Taman Sari Merusak Gerobak dan Mobil Warga

Saksi: Teman Pelaku Penembakan di Taman Sari Merusak Gerobak dan Mobil Warga

Megapolitan
Covid-19 Kian Menggila, Apa Alasan Pemerintah Belum Ambil Opsi Lockdown Jakarta?

Covid-19 Kian Menggila, Apa Alasan Pemerintah Belum Ambil Opsi Lockdown Jakarta?

Megapolitan
22 Persen Kelurahan di Kota Tangerang Masuk Zona Merah Covid-19

22 Persen Kelurahan di Kota Tangerang Masuk Zona Merah Covid-19

Megapolitan
Kesal Ditanyakan Kasus Korupsi KONI, Kadispora Tangsel Intimidasi Jurnalis di Gedung Kejaksaan

Kesal Ditanyakan Kasus Korupsi KONI, Kadispora Tangsel Intimidasi Jurnalis di Gedung Kejaksaan

Megapolitan
UPDATE 22 Juni: Tambah 87 Kasus Covid-19 di Tangsel, 600 Pasien Masih Dirawat

UPDATE 22 Juni: Tambah 87 Kasus Covid-19 di Tangsel, 600 Pasien Masih Dirawat

Megapolitan
Enesis Group Gelar Sentra Vaksinasi untuk Masyarakat DKI Jakarta

Enesis Group Gelar Sentra Vaksinasi untuk Masyarakat DKI Jakarta

Megapolitan
Kontroversi Anies-Sandiaga, Tutup Jalan Jatibaru demi PKL Tanah Abang

Kontroversi Anies-Sandiaga, Tutup Jalan Jatibaru demi PKL Tanah Abang

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X