Antisipasi Demo Rusuh dan Penjarahan, Polisi Jaga Ketat Pasar Glodok

Kompas.com - 19/10/2020, 19:54 WIB
Pedagang elektronik menunggu calon pembeli di jembatan penghubung Pasar Glodok, Jakarta, Sabtu (4/7/2020). Meski pihak pengelola menutup sementara Pasar Glodok selama tiga hari pada 2-4 Juli 2020 guna mencegah penyebaran COVID-19, masih banyak sejumlah toko yang buka dan melayani pembelian secara langsung.  ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/hp. ANTARA FOTO/MUHAMMAD ADIMAJAPedagang elektronik menunggu calon pembeli di jembatan penghubung Pasar Glodok, Jakarta, Sabtu (4/7/2020). Meski pihak pengelola menutup sementara Pasar Glodok selama tiga hari pada 2-4 Juli 2020 guna mencegah penyebaran COVID-19, masih banyak sejumlah toko yang buka dan melayani pembelian secara langsung. ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/hp.

JAKARTA, KOMPAS.com - Penolakan Undang-undang (UU) Cipta Kerja terus bergulir. Sejumlah aksi unjuk rasa masih terjadi di sejumlah titik Ibu Kota.

Guna mengantisipasi adanya potensi kerusuhan hingga berujung kepada penjarahan, aparat TNI dan Kepolisian akan menjaga kawasan Glodok, Tamansari, Jakarta Barat selama aksi unjuk rasa.

Hal itu diungkapkan Kapolres Metro Jakarta Barat Kombes Pol Audie S Latuheru.

Dijelaskannya, alasan pihaknya menjaga ketat wilayah tersebut lantaran Glodok diketahui merupakan sentra ekonomi Jakarta Barat.

"Kita tahu bersama Tamansari adalah sentra ekonomi terbesar di Jakarta Barat sehingga banyak orang yang mengadu nasib disana," kata Audie usai apel siaga dengan tokoh masyarakat Jakarta Barat di lapangan Tamansari, Jakarta Barat pada Senin (19/10/2020).

Baca juga: Kapolsek Tanah Abang Bantah Ada Penjarahan di Thamrin City

Selain itu, lanjutnya, kawasan Glodok juga merupakan kawasan pemukiman warga.

Oleh karena itu, pihaknya akan menjaga ketat kawasan itu agar tidak terjadi anarkisme antara perusuh dan warga.

Namun selain itu pihak Polisi dan TNI juga melibatkan tokoh masyarakat untuk dapat menjaga kawasan Tamansari..

"Ingat, belakang toko di Glodok itu permukiman. Jadi kalau misal toko terbakar, pemukiman terbakar," ujar Audie.

Baca juga: UU Cipta Kerja Tak Dicabut Pemerintah, BEM SI Akan Turun ke Jalan Lagi Besok

Seperti diketahui, aksi unjuk rasa berskala besar akan digelar sejumlah elemen di sejumlah titik Ibu Kota pada Selasa (20/10/2020).

Bersamaan dengan hal tersebut, aparat TNI dan Kepolisian memetakan sejumlah titik lokasi penjagaan.

Tujuannya untuk mencegah demonstrasi meluas hingga berujung kerusuhan layaknya sejumlah aksi unjuk rasa pada dua pekan belakangan. (Tribun Jakarta/Desy Selviany)

Artikel ini telah tayang di Wartakotalive dengan judul Antisipasi Kerusuhan hingga Penjarahan, Kawasan Glodok Akan Dikawal Ketat Aparat Selama Unjuk Rasa.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Wagub DKI Minta Warga Petamburan Lakukan Tes Covid-19

Wagub DKI Minta Warga Petamburan Lakukan Tes Covid-19

Megapolitan
Polisi: Millen Cyrus Gunakan Sabu-sabu untuk Hilangkan Stres dan Galau

Polisi: Millen Cyrus Gunakan Sabu-sabu untuk Hilangkan Stres dan Galau

Megapolitan
Transjakarta Belum Bukan Lowongan, Hati-hati Penipuan

Transjakarta Belum Bukan Lowongan, Hati-hati Penipuan

Megapolitan
Pengiriman Sempat Terkendala, 1 Juta Surat Suara Tiba di Gudang KPU Tangsel

Pengiriman Sempat Terkendala, 1 Juta Surat Suara Tiba di Gudang KPU Tangsel

Megapolitan
Wagub DKI Minta Jokowi Buat Kebijakan untuk Tekan Angka Covid-19 Saat Libur Akhir 2020

Wagub DKI Minta Jokowi Buat Kebijakan untuk Tekan Angka Covid-19 Saat Libur Akhir 2020

Megapolitan
Pemprov Jabar dan Pemkot Bekasi Bahas Perkembangan Uji Coba Vaksin Covid-19

Pemprov Jabar dan Pemkot Bekasi Bahas Perkembangan Uji Coba Vaksin Covid-19

Megapolitan
Politisi PKS Minta Anies Kaji Ulang Program Rumah DP Rp 0

Politisi PKS Minta Anies Kaji Ulang Program Rumah DP Rp 0

Megapolitan
Wagub DKI soal KBM Tatap Muka: Kami Lihat Kondisi Covid-19 dalam 1-2 Bulan ke Depan

Wagub DKI soal KBM Tatap Muka: Kami Lihat Kondisi Covid-19 dalam 1-2 Bulan ke Depan

Megapolitan
Anies Baca Buku How Democracies Die, Wagub DKI: Tak Usah Ditafsirkan Berlebihan

Anies Baca Buku How Democracies Die, Wagub DKI: Tak Usah Ditafsirkan Berlebihan

Megapolitan
Polisi Sebut Millen Cyrus Tak Berkeberatan Ditahan di Sel Pria

Polisi Sebut Millen Cyrus Tak Berkeberatan Ditahan di Sel Pria

Megapolitan
Rencana Belajar Tatap Muka, Orangtua Ingin Diterapkan Setelah Ada Vaksin

Rencana Belajar Tatap Muka, Orangtua Ingin Diterapkan Setelah Ada Vaksin

Megapolitan
Nilai RAPBD DKI 2021 di Tingkat Banggar Disepakati Rp 82,5 Triliun

Nilai RAPBD DKI 2021 di Tingkat Banggar Disepakati Rp 82,5 Triliun

Megapolitan
6 Serbuan Karangan Bunga di Ibu Kota, Dukungan untuk Pangdam Jaya hingga Ahok-Djarot

6 Serbuan Karangan Bunga di Ibu Kota, Dukungan untuk Pangdam Jaya hingga Ahok-Djarot

Megapolitan
Gelapkan 48 Motor Sewaan, Satpam di Tangerang Ditangkap Polisi

Gelapkan 48 Motor Sewaan, Satpam di Tangerang Ditangkap Polisi

Megapolitan
Sekelompok Pemuda Tawuran di Johar Baru, Kocar-kacir Saat Dibubarkan Polisi

Sekelompok Pemuda Tawuran di Johar Baru, Kocar-kacir Saat Dibubarkan Polisi

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X