Tak Pusing Bekasi Jadi Zona Merah di Jabar, Wali Kota: Kalau Takut, Ekonomi Tidak Jalan

Kompas.com - 03/11/2020, 11:48 WIB
Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi di Stadion Kota Bekasi, Senin (13/7/2020). KOMPAS.com/CYNTHIA LOVAWali Kota Bekasi Rahmat Effendi di Stadion Kota Bekasi, Senin (13/7/2020).
|


BEKASI, KOMPAS.com - Wali Kota Bekasi, Rahmat Effendi mengaku tidak begitu khawatir dengan predikat Bekasi yang menjadi satu-satunya zona merah di Jawa Barat.

Dia meminta warga tak perlu takut dan tetap beraktivitas di tengah kondisi zona merah asalkan tetap mengikuti protokol kesehatan.

Momok menakutkan dari zona merah diharapkan tak menghambat warga melakukan kegiatan ekonomi.

"Jadi kalau hanya takut pada zona merah nanti ekonomi tidak berjalan," kata dia saat dikonfirmasi, Selasa (3/11/2020).

Baca juga: Jumlah Pasien Covid-19 Turun, Pemkot Bekasi Tak Lagi Gunakan Hotel untuk Isolasi

Alasan kenapa pria yang akrab disapa Pepen ini tak menghiraukan predikat zona merah karena Bekasi dianggap sudah memiliki fasilitas kesehatan yang memadai.

Beberapa fasilitas kesehatan yang dia maksud seperti tes swab yang disediakan di tiga RSUD tipe D yakni RSUD Bantar Gebang, Jati Sampurna dan Pondok Gede.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Rumah isolasi di gedung olahraga Patriot Chandrabhaga pun jadi andalan pemerintah kala menampung pasien Covid-19.

Selain itu, fasilitas di lab kesehatan di klaim Pepen sudah ditambahkan demi menekan angka penyebaran virus.

"Fasilitas kita sediakan untuk memenuhi pengendalian (jumlah pasien Covid-19), bukan ketakutan tapi pengendalian," kata Pepen.

Baca juga: UMK Kota Bekasi 2021 Kemungkinan Tak Naik, tapi Pemkot Akan Buka Dialog

Dia yakin predikat zona merah dengan sendirinya akan hilang jika kualitas pelayanan kesehatan tetap ditingkatkan jajarannya.

Sebelumnya, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengatakan Bekasi jadi satu - satunya wilayah yang berstatus zona merah Covid-19.

Data tersebut dikatakan dikatakan Emil berdasarkan pembaruan peta sebaran Corona virus oleh Komite Kebijakan Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Jawa Barat.

Sebelum Bekasi, predikat ini sebelum disandang oleh kota Depok. Namun, Ridwan Kamil mengaku kondisi ini bersifat fluktuatif yang artinya dapat berubah sewaktu-waktu.



Video Rekomendasi

Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kesal Ditanyakan Kasus Korupsi KONI, Kadispora Tangsel Intimidasi Jurnalis di Gedung Kejaksaan

Kesal Ditanyakan Kasus Korupsi KONI, Kadispora Tangsel Intimidasi Jurnalis di Gedung Kejaksaan

Megapolitan
UPDATE 22 Juni: Tambah 87 Kasus Covid-19 di Tangsel, 600 Pasien Masih Dirawat

UPDATE 22 Juni: Tambah 87 Kasus Covid-19 di Tangsel, 600 Pasien Masih Dirawat

Megapolitan
Enesis Group Gelar Sentra Vaksinasi untuk Masyarakat DKI Jakarta

Enesis Group Gelar Sentra Vaksinasi untuk Masyarakat DKI Jakarta

Megapolitan
Kontroversi Anies-Sandiaga, Tutup Jalan Jatibaru demi PKL Tanah Abang

Kontroversi Anies-Sandiaga, Tutup Jalan Jatibaru demi PKL Tanah Abang

Megapolitan
IGD RS Fatmawati Hanya untuk Pasien Covid-19 Gejala Sedang, Berat, dan Kritis

IGD RS Fatmawati Hanya untuk Pasien Covid-19 Gejala Sedang, Berat, dan Kritis

Megapolitan
27 ASN Positif Covid-19, Balai Kota Bogor Ditutup Satu Pekan

27 ASN Positif Covid-19, Balai Kota Bogor Ditutup Satu Pekan

Megapolitan
Polisi Tangkap 2 Penjambret Ponsel di Ciledug, Tangerang

Polisi Tangkap 2 Penjambret Ponsel di Ciledug, Tangerang

Megapolitan
Update 22 Juni: Bertambah 3.221, Kasus Aktif Covid-19 di Jakarta Kini 32.191

Update 22 Juni: Bertambah 3.221, Kasus Aktif Covid-19 di Jakarta Kini 32.191

Megapolitan
Anies: Demi Keselamatan Semua, Anak-anak Biarkan Bermain di Rumah Saja

Anies: Demi Keselamatan Semua, Anak-anak Biarkan Bermain di Rumah Saja

Megapolitan
CCTV Buram, Polisi Kesulitan Ungkap Pelaku Penembakan di Kebayoran Baru

CCTV Buram, Polisi Kesulitan Ungkap Pelaku Penembakan di Kebayoran Baru

Megapolitan
Bima Arya Usul Warga Bogor yang Bekerja di Jakarta Dapat Prioritas WFH

Bima Arya Usul Warga Bogor yang Bekerja di Jakarta Dapat Prioritas WFH

Megapolitan
Sejarah Lidah Api Monas, Dibalur Puluhan Kilogram Emas Hasil Sumbangan Saudagar Aceh

Sejarah Lidah Api Monas, Dibalur Puluhan Kilogram Emas Hasil Sumbangan Saudagar Aceh

Megapolitan
Mulai Hari Ini, IGD RS Fatmawati Tak Lagi Terima Pasien Non-Covid-19

Mulai Hari Ini, IGD RS Fatmawati Tak Lagi Terima Pasien Non-Covid-19

Megapolitan
29.000 Warga Jaktim Jadi Sasaran Vaksinasi Setiap Hari demi Tercapai Kekebalan Komunal

29.000 Warga Jaktim Jadi Sasaran Vaksinasi Setiap Hari demi Tercapai Kekebalan Komunal

Megapolitan
Kapolri hingga Menkes Datangi Kampung Lockdown, Tanyakan Awal Kasus Covid-19 di Gandaria Selatan

Kapolri hingga Menkes Datangi Kampung Lockdown, Tanyakan Awal Kasus Covid-19 di Gandaria Selatan

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X