Disdik Tangsel Persilahkan Penggunaan Sekolah untuk Distribusi Bansos Selama Penuhi Prokes

Kompas.com - 15/01/2021, 21:44 WIB
Proses penyaluran Bantuan Sosial Tunai (BST) yang dilakukan di SD Negeri 1 Tanah Tinggi, Kecamatan Tangerang, Kota Tangerang, Banten, Sabtu (9/1/2021). (Istimewa) (Dokumentasi Humas Pemkot Tangerang) KOMPAS.com/MUHAMMAD NAUFALProses penyaluran Bantuan Sosial Tunai (BST) yang dilakukan di SD Negeri 1 Tanah Tinggi, Kecamatan Tangerang, Kota Tangerang, Banten, Sabtu (9/1/2021). (Istimewa) (Dokumentasi Humas Pemkot Tangerang)
|

TANGERANG SELATAN, KOMPAS.com - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Tangerang Selatan tidak mempermasalahkan penggunaan gedung sekolah sebagai tempat pendistribusian bantuan sosial tunai (BST).

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Tangerang Selatan Taryono, terdapat sejumlah gedung sekolah yang dimanfaat sebagai lokasi pembagian BST kepada masyarakat.

Pemanfaatan gedung sekolah dilakukan karena cukup luas untuk menampung banyak orang dan memungkinkan para penerima menjaga jarak fisik.

"Prinsipnya saya setuju. Saat ini sekolah tidak digunakan untuk belajar tatap muka," ujar Taryono kepada Kompas.com, Jumat (15/1/2021).

Baca juga: Penerima BST di Kota Tangerang Menurun Sebanyak 32.417 Orang

Kendati demikian, Taryono mengimbau kepada pihak kelurahan dan kecamatan, termasuk juga PT Pos sebagai penyalur untuk tetap menerapkan protokol kesehatan.

Hal tersebut perlu dilakukan untuk mengantisipasi terjadi penularan Covid-19 saat proses pendistribusian BST di area sekolah.

"Catatannya, pertama harus memenuhi protokol keaehatan Covid-19. Kedua, setelah kegiatan agar dilakukan penyemprotan disinfektan," pungkasnya.

Untuk diketahui, BST di wilayah Tangerang Selatan tak disalurkan secara door to door. Penerima diminta mengambil bantuan tersebut di lokasi yang sudah ditentukan di masing-masing kecamatan.

Baca juga: Warga Tangsel Diimbau Tak Gunakan BST untuk Beli Rokok, Bensin hingga Pulsa Internet

Kepala Dinas Sosial Tangerang Selatan Wahyunoto Lukman menjelaskan, langkah tersebut dilakukan karena minimnya sumber daya manusia (SDM) dari pihak PT Pos untuk menyalurkan BST.

Sementara jumlah penerima bantuan uang tunai senilai Rp 300.000 di wilayah Tangerang Selatan terbilang cukup banyak.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Polisi Izinkan Laga Uji Coba Timnas U22 dan U23 Indonesia Digelar Pekan Ini

Polisi Izinkan Laga Uji Coba Timnas U22 dan U23 Indonesia Digelar Pekan Ini

Megapolitan
Ditangkap Tanpa Barang Bukti, Robby Abbas Akan Direhabilitasi

Ditangkap Tanpa Barang Bukti, Robby Abbas Akan Direhabilitasi

Megapolitan
Dalam Duka, Suroto dan Elisabeth Berbesar Hati Memaafkan Pembunuh Ade Sara

Dalam Duka, Suroto dan Elisabeth Berbesar Hati Memaafkan Pembunuh Ade Sara

Megapolitan
Dinkes DKI: Cara Terbaik Hambat Penyebaran Virus Corona B.1.1.7 dengan Isolasi yang Ketat

Dinkes DKI: Cara Terbaik Hambat Penyebaran Virus Corona B.1.1.7 dengan Isolasi yang Ketat

Megapolitan
Kedapatan Bawa Celurit, 2 Orang Ditangkap di Jalan Danau Sunter

Kedapatan Bawa Celurit, 2 Orang Ditangkap di Jalan Danau Sunter

Megapolitan
Harga Cabai Naik, Pedagang Pasar Induk Kramatjati Keluhkan Pasokan Tidak Stabil

Harga Cabai Naik, Pedagang Pasar Induk Kramatjati Keluhkan Pasokan Tidak Stabil

Megapolitan
Suara Orangtua Sikapi KBM Tatap Muka: Khawatir Penularan hingga Tunda Sekolah Anak

Suara Orangtua Sikapi KBM Tatap Muka: Khawatir Penularan hingga Tunda Sekolah Anak

Megapolitan
Harga Cabai Rawit di Pasar Induk Kramatjati Masih Rp 130.000 Per Kilogram

Harga Cabai Rawit di Pasar Induk Kramatjati Masih Rp 130.000 Per Kilogram

Megapolitan
Uji Coba Insentif Parkir Kendaraan Lulus Uji Emisi di Blok M Belum Terlaksana

Uji Coba Insentif Parkir Kendaraan Lulus Uji Emisi di Blok M Belum Terlaksana

Megapolitan
Tak Kunjung Jual Saham Perusahaan Bir, Pemprov DKI Klaim Tak Kantongi Izin dari DPRD

Tak Kunjung Jual Saham Perusahaan Bir, Pemprov DKI Klaim Tak Kantongi Izin dari DPRD

Megapolitan
Robby Abbas Mengaku Pakai Sabu karena Depresi

Robby Abbas Mengaku Pakai Sabu karena Depresi

Megapolitan
Pemprov DKI: Virus Corona B.1.1.7 Kemungkinan Sudah Lama Masuk Indonesia

Pemprov DKI: Virus Corona B.1.1.7 Kemungkinan Sudah Lama Masuk Indonesia

Megapolitan
Viral Usai Pemain Skateboard Ditindak, Trotoar Bundaran HI Dipasangi Spanduk Larangan Berkerumun

Viral Usai Pemain Skateboard Ditindak, Trotoar Bundaran HI Dipasangi Spanduk Larangan Berkerumun

Megapolitan
Sebelum Ditangkap, Eks Muncikari Artis Robby Abbas Gunakan Sabu bersama Seorang Wanita

Sebelum Ditangkap, Eks Muncikari Artis Robby Abbas Gunakan Sabu bersama Seorang Wanita

Megapolitan
Ban Pecah, Mobil Boks Terguling di Tol Dalam Kota Kawasan Grogol

Ban Pecah, Mobil Boks Terguling di Tol Dalam Kota Kawasan Grogol

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X