Hujan Sejak Dini Hari, Ketinggian Air di Tanggul Pondok Gede Permai Bekasi Capai 6,9 Meter

Kompas.com - 08/02/2021, 10:20 WIB
Rombongan wartawan beserta pejabat Pemerintah Kota Bekasi memeriksa perumahan warga yang berada di sekitar tanggul Kali Bekasi dengan berjalan kaki di atas tanggul, Senin (6/1/2020). KOMPAS.COM/VITORIO MANTALEANRombongan wartawan beserta pejabat Pemerintah Kota Bekasi memeriksa perumahan warga yang berada di sekitar tanggul Kali Bekasi dengan berjalan kaki di atas tanggul, Senin (6/1/2020).
|

BEKASI, KOMPAS.com - Hujan deras yang mengguyur wilayah Jabodetabek sejak Senin (8/2/2021) dini hari menyebabkan air sungai meluap, termasuk Kali Bekasi.

Air Kali Bekasi meluap dan mengaliri tanggul di samping perumahan Pondok Gede Permai, Jatiasih, Bekasi.

Pada pukul 09.45 WIB, ketinggian air di tanggul mencapai 690 sentimeter (6,9 meter).

Hal tersebut dikatakan ketua RT 001 RW 008 Pondok Gede Permai, Dudung, saat dikonfirmasi.

"Jam 09.15 sekitar 670 cm. Ini sudah 690 cm," kata Dudung.

Air tersebut merupakan kiriman dari wilayah Cileungsi dan beberapa wilayah hulu Kali Bekasi.

Baca juga: Banjir di Pejaten Timur, Damkar Evakuasi Puluhan Orang

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Dudung mengatakan, air mulai meninggi sejak pukul 08.00 WIB dengan ketinggian mencapai 500 sentimeter (5 meter).

Dudung memperkirakan air akan mulai surut dalam beberapa jam.

Sejauh ini, air belum sempat masuk ke perumahan warga layaknya banjir besar yang terjadi pada awal Januari 2020.

"Belum karena ada tanggul kan, kalau ada tanggul ya luber sudah luber," ujar Dudung.

Hingga saat ini, Dudung dan beberapa warga lain masih memantau kondisi kali.



Video Rekomendasi

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Dinkes Kota Tangerang Akan Gelar Vaksinasi Door to Door

Dinkes Kota Tangerang Akan Gelar Vaksinasi Door to Door

Megapolitan
Ombudsman: 3 Petugas Lapas Tangerang yang Jadi Tersangka Kasus Kebakaran Bisa Dinonaktifkan

Ombudsman: 3 Petugas Lapas Tangerang yang Jadi Tersangka Kasus Kebakaran Bisa Dinonaktifkan

Megapolitan
Tak Ada Izin, Tower BTS di Jatibening Disegel

Tak Ada Izin, Tower BTS di Jatibening Disegel

Megapolitan
Pemprov DKI Surati Kemendikbud Minta Penjelasan Data Klaster Sekolah Tatap Muka

Pemprov DKI Surati Kemendikbud Minta Penjelasan Data Klaster Sekolah Tatap Muka

Megapolitan
Pemkot Bekasi Minta Pemprov DKI Olah Sampah Bantargebang Jadi Energi Terbarukan

Pemkot Bekasi Minta Pemprov DKI Olah Sampah Bantargebang Jadi Energi Terbarukan

Megapolitan
Polisi Siap Mediasi Atta Halilintar dengan Savas Fresh

Polisi Siap Mediasi Atta Halilintar dengan Savas Fresh

Megapolitan
73,4 Persen Warga Lansia di Kota Tangerang Telah Divaksin Covid-19 Dosis Pertama

73,4 Persen Warga Lansia di Kota Tangerang Telah Divaksin Covid-19 Dosis Pertama

Megapolitan
Dinkes Klaim Tak Ada Klaster Covid-19 Sekolah Tatap Muka di Kota Tangerang

Dinkes Klaim Tak Ada Klaster Covid-19 Sekolah Tatap Muka di Kota Tangerang

Megapolitan
Belum Ada Upaya Damai, Kasus Dugaan Pencemaran Nama Baik Atta Halilintar Berlanjut

Belum Ada Upaya Damai, Kasus Dugaan Pencemaran Nama Baik Atta Halilintar Berlanjut

Megapolitan
Soal Penonaktifan 3 Tersangka Kasus Kebakaran Lapas Tangerang, Kemenkumham: Kalapas yang Pertimbangkan

Soal Penonaktifan 3 Tersangka Kasus Kebakaran Lapas Tangerang, Kemenkumham: Kalapas yang Pertimbangkan

Megapolitan
Polisi Cari Unsur Pidana di Balik Kebakaran Cahaya Swalayan

Polisi Cari Unsur Pidana di Balik Kebakaran Cahaya Swalayan

Megapolitan
Tidak Ada Laporan Temuan Klaster Covid-19 dari PTM di Jakarta Pusat

Tidak Ada Laporan Temuan Klaster Covid-19 dari PTM di Jakarta Pusat

Megapolitan
Instruksi Anies, Banjir Jakarta Surut Kurang dari 6 Jam

Instruksi Anies, Banjir Jakarta Surut Kurang dari 6 Jam

Megapolitan
Pengelola TPS Ilegal di Kota Tangerang: Kalau Ditutup, Saya Ikut Pemerintah

Pengelola TPS Ilegal di Kota Tangerang: Kalau Ditutup, Saya Ikut Pemerintah

Megapolitan
Data Vaksinasi Depok Cantumkan 14 Orang Selain Nakes Terima Dosis 3, Ini Penjelasan Dinkes

Data Vaksinasi Depok Cantumkan 14 Orang Selain Nakes Terima Dosis 3, Ini Penjelasan Dinkes

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.