Kompas.com - 03/03/2021, 14:16 WIB
Penertiban lapak sejumlah pedagang yang berada di area steril jalur rel kereta api di kawasan Pasar Gaplok, Jakarta Pusat, pada Rabu (3/1/2021). Dok. Humas PT KAI Daop 1 JakartaPenertiban lapak sejumlah pedagang yang berada di area steril jalur rel kereta api di kawasan Pasar Gaplok, Jakarta Pusat, pada Rabu (3/1/2021).

JAKARTA, KOMPAS.com - Petugas PT Kereta Api Indonesia Daerah Operasi (Daop) 1 Jakarta membongkar lapak sejumlah pedagang yang berada di area steril jalur rel kereta api (KA) di kawasan Pasar Gaplok, Jakarta Pusat, Rabu (3/1/2021).

"Atas kondisi tersebut PT KAI Daop 1 Jakarta kembali menertibkan aktivitas warga di sekitar jalur rel dan menstrelisasi lingkungan rel dari benda atau bangunan yang dapat mengganggu operasional kereta api," kata Kepala Humas PT KAI Daop 1 Jakarta Eva Chairunisa dalam keterangan tertulis, Rabu.

Petugas juga menutup permanen akses warga atau pedagang menuju jalur kereta api.

Baca juga: 82 Lapak Pedagang Liar di Kawasan Pasar Serpong Dibongkar Satpol PP

"Saat penertiban, Daop 1 Jakarta menggunakan rangkaian Kereta Api Luar Biasa (KLB) dengan menarik 10 Gerbong Datar (GD) untuk mempercepat pembersihan area," tulis Eva.

Selain itu, sebanyak 272 orang petugas juga dikerahkan untuk melakukan penertiban.

Menurut Eva, kegiatan itu berjalan dengan lancar tanpa adanya perlawanan dari warga maupun pedagang.

Eva mengingatkan warga untuk menaati Undang-undang nomor 23 Tahun 2007 tentang Perkeretaapian. Dalam undang-undang tersebut masyarakat diwajibkan menjaga ketertiban di kawasan rel ketera api.

Selain itu, warga juga dilarang membangun gedung, tembok, pagar, tanggul, atau menggunakan jalur kereta api untuk kepentingan lain, selain untuk angkutan kereta api.

Jika melanggar, warga dapat dikenakan kurungan penjara paling lama 3 (tiga) bulan atau denda paling banyak Rp 15 juta.

"PT KAI Daop 1 Jakarta tidak hanya melakukan sterilisasi, tapi juga mengajak warga setempat bekerja sama untuk mewujudkan keselamatan perjalanan kereta api," kata  Eva.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Jadwal Buka Puasa dan Shalat Maghrib Kota Bogor Hari Ini, 23 April 2021

Jadwal Buka Puasa dan Shalat Maghrib Kota Bogor Hari Ini, 23 April 2021

Megapolitan
Jadwal Buka Puasa dan Shalat Maghrib Depok Hari Ini, 23 April 2021

Jadwal Buka Puasa dan Shalat Maghrib Depok Hari Ini, 23 April 2021

Megapolitan
Minim Petunjuk, Polsek Ciputat Kesulitan Tangkap 3 Perampok Bersenjata

Minim Petunjuk, Polsek Ciputat Kesulitan Tangkap 3 Perampok Bersenjata

Megapolitan
Penjelasan Imigrasi soal 117 WN India Masuk Indonesia Saat Gelombang Kedua Covid-19

Penjelasan Imigrasi soal 117 WN India Masuk Indonesia Saat Gelombang Kedua Covid-19

Megapolitan
Jadwal Buka Puasa dan Shalat Maghrib Kota Bekasi Hari Ini, 23 April 2021

Jadwal Buka Puasa dan Shalat Maghrib Kota Bekasi Hari Ini, 23 April 2021

Megapolitan
Jadwal Buka Puasa dan Shalat Maghrib Jakarta Hari Ini, 23 April 2021

Jadwal Buka Puasa dan Shalat Maghrib Jakarta Hari Ini, 23 April 2021

Megapolitan
WN India Positif Covid-19 Masuk Jakarta, Pemprov DKI Akan Awasi Prokes Lebih Ketat

WN India Positif Covid-19 Masuk Jakarta, Pemprov DKI Akan Awasi Prokes Lebih Ketat

Megapolitan
Profil Kolonel Harry Dansatsel di KRI Nanggala 402: Alumnus SMA di Depok Jadi Komandan yang Disiplin

Profil Kolonel Harry Dansatsel di KRI Nanggala 402: Alumnus SMA di Depok Jadi Komandan yang Disiplin

Megapolitan
Angkasa Pura II Ketatkan Prosedur Kedatangan Penumpang Internasional, Termasuk India

Angkasa Pura II Ketatkan Prosedur Kedatangan Penumpang Internasional, Termasuk India

Megapolitan
Polisi Tangkap Pelaku Penusukan Pak Ogah di Tambora

Polisi Tangkap Pelaku Penusukan Pak Ogah di Tambora

Megapolitan
Minta WN India yang Positif Covid-19 Dikarantina, Anggota DPRD DKI: Jika Tidak, Kita Akan Kebobolan

Minta WN India yang Positif Covid-19 Dikarantina, Anggota DPRD DKI: Jika Tidak, Kita Akan Kebobolan

Megapolitan
Mengenalkan Anak pada Sejarah Islam di Pameran Artefak Nabi Muhammad SAW

Mengenalkan Anak pada Sejarah Islam di Pameran Artefak Nabi Muhammad SAW

Megapolitan
Nursyahbani Katjasungkana, Perempuan dalam Perjuangan Reformasi 1998

Nursyahbani Katjasungkana, Perempuan dalam Perjuangan Reformasi 1998

Megapolitan
Sedang Bermain di Dekat Rumah, Balita di Palmerah Diserang Monyet Liar

Sedang Bermain di Dekat Rumah, Balita di Palmerah Diserang Monyet Liar

Megapolitan
Jelang Larangan Mudik, Tidak Ada Lonjakan Penumpang di Terminal Pulo Gebang

Jelang Larangan Mudik, Tidak Ada Lonjakan Penumpang di Terminal Pulo Gebang

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X