Kaum Milenial Disasar Kelompok Teroris untuk Jadi Martir, Kenapa?

Kompas.com - 02/04/2021, 11:08 WIB
Foto diduga dua pelaku bom bunuh diri di depan Gereja Katedral Makassar, Minggu (28/3/2021) yang tersebar luas di media sosial. Dok IstimewaFoto diduga dua pelaku bom bunuh diri di depan Gereja Katedral Makassar, Minggu (28/3/2021) yang tersebar luas di media sosial.

JAKARTA, KOMPAS.com - Pengamat terorisme Al Chaidar mengatakan kelompok teroris Jamaah Islamiyah (JI) dan Jamaah Ansharut Daulah (JAD) seringkali merekrut calon teroris di usai muda.

Menurut Chaidar, banyak kalangan usia muda yang ilmu pengetahuan agamanya masih rendah sehingga gampang dicekoki doktrin untuk melakukan aksi teror.

"Memang usia muda itu selalu ditarget oleh kelompok teroris ya. Karena usia muda itu orang yang ilmu pengetahuan agamanya masih kurang sehingga gampang sekali dipengaruhi," kata Chaidar saat dihubungi melalui telepon, Jumat (2/4/2021).

Baca juga: Surat Wasiat Teroris di Mabes Polri dan Makassar Mirip, Pengamat: Grand Design Jaringan Teror

Chaidar mengatakan, kelompok teroris akan memberikan pemahaman bahwa di usia muda seringkali dilakukan dengan aktivitas yang penuh dosa.

Sehingga, ditawarkan jalan pengampunan dosa dengan cara melakukan aksi teror yang dimaknai kelompok mereka dengan mati jihad.

"Untuk pengampunannya dengan cara jihad dan diarahkan ke doktrinasi ke arah bom bunuh diri," kata Chaidar.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Usia muda dinilai sebagai usia paling potensial untuk melakukan tindakan nekat tersebut.

Baca juga: Grafolog: Surat Wasiat Zakiah Aini Perlihatkan Rasa Cemas dan Insecure yang Sangat Besar

Berbeda dengan orang orang dewasa atau usia tua yang dinilai sudah memiliki kematangan dari sisi spiritualitas dan ilmu agama.

Sehingga ketika seseorang sudah memiliki kematangan ilmu agama, orang tersebut akan memilih pengampunan melalui jalur formal.

"Usia tua itu bisa menempuh jalur formal untuk bisa menempuh pengampunan kepada Tuhan dan ilmu pengetahuan agama bisa lebih mumpuni sehingga agak sulit direkrut untuk menjadi pengantin (teroris)," kata Chaidar.

Diketahui pelaku aksi teror di Katedral Makassar Lukman berusia muda yaitu 26 tahun. Begitu juga dengan Zakiah Aini, terduga teroris penyerangan Mabes Polri yang juga berusia 25 tahun.



Video Rekomendasi

Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ketika Kasus Covid-19 Melonjak di Jakbar, Pasar Ditutup dan PKL Dilarang Berjualan

Ketika Kasus Covid-19 Melonjak di Jakbar, Pasar Ditutup dan PKL Dilarang Berjualan

Megapolitan
Mayat Bocah Ditemukan di Aliran Kanal Banjir Barat Tambora

Mayat Bocah Ditemukan di Aliran Kanal Banjir Barat Tambora

Megapolitan
Enam Pasien Akan Masuk Hari Ini, Ruang Isoman di Graha TMII Terisi Penuh

Enam Pasien Akan Masuk Hari Ini, Ruang Isoman di Graha TMII Terisi Penuh

Megapolitan
Lokalisasi Kramat Tunggak: Dibuat Ali Sadikin, Diruntuhkan Sutiyoso

Lokalisasi Kramat Tunggak: Dibuat Ali Sadikin, Diruntuhkan Sutiyoso

Megapolitan
Adik yang Bunuh dan Kubur Kakaknya di Bawah Ubin Kontrakan di Depok Dituntut Mati

Adik yang Bunuh dan Kubur Kakaknya di Bawah Ubin Kontrakan di Depok Dituntut Mati

Megapolitan
Polisi Buka Kemungkinan Percepat Penyekatan 10 Jalan Mulai Pukul 20.00 WIB

Polisi Buka Kemungkinan Percepat Penyekatan 10 Jalan Mulai Pukul 20.00 WIB

Megapolitan
Update Klaster Covid-19 dalam Satu RT di Kayu Putih Jaktim, Seluruh Warga Dinyatakan Sembuh

Update Klaster Covid-19 dalam Satu RT di Kayu Putih Jaktim, Seluruh Warga Dinyatakan Sembuh

Megapolitan
Hari Pertama Tes Acak di 4 Stasiun KRL, 5 Orang Reaktif Covid-19

Hari Pertama Tes Acak di 4 Stasiun KRL, 5 Orang Reaktif Covid-19

Megapolitan
Kapasitas Rumah Sakit Menipis, Anies: Lonjakan Covid-19 Terlalu Cepat

Kapasitas Rumah Sakit Menipis, Anies: Lonjakan Covid-19 Terlalu Cepat

Megapolitan
Seorang ASN Sudin Perumahan Jakpus Meninggal karena Covid-19

Seorang ASN Sudin Perumahan Jakpus Meninggal karena Covid-19

Megapolitan
Kontroversi Pajak Judi Ali Sadikin dan Manfaatnya bagi Pembangunan Kota

Kontroversi Pajak Judi Ali Sadikin dan Manfaatnya bagi Pembangunan Kota

Megapolitan
Bertambah Lagi, Total Pasien di RS Wisma Atlet Jadi 7.797 Orang

Bertambah Lagi, Total Pasien di RS Wisma Atlet Jadi 7.797 Orang

Megapolitan
Kasus Covid-19 Melonjak, Anies: Jangan Tempatkan Persoalan Sekadar Statistik

Kasus Covid-19 Melonjak, Anies: Jangan Tempatkan Persoalan Sekadar Statistik

Megapolitan
Menyeberang di Jalan Latumenten, Seorang Bocah Tewas Tertabrak Truk Trailer

Menyeberang di Jalan Latumenten, Seorang Bocah Tewas Tertabrak Truk Trailer

Megapolitan
Foto Viral Jenazah Pasien Covid-19 Diangkut Pakai Truk, Pemprov DKI: Itu Simulasi

Foto Viral Jenazah Pasien Covid-19 Diangkut Pakai Truk, Pemprov DKI: Itu Simulasi

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X