Peluru Nyasar yang Menembus Kaca Gedung di TB Simatupang Bukan dari Lapangan Tembak Marinir

Kompas.com - 15/04/2021, 22:38 WIB
Kaca ruangan HRGA Room Lantai Gedung Sovereign Plaza di Jalan TB Simatupang No 36 RT 001/02 Cilandak Barat, Cilandak, Jakarta Selatan terkena peluru nyasar pada Rabu (14/4/2021). Office Boy mengetahui adanya peluru nyasar ketika sedang melakukan pembersihan ruangan pada Kamis (15/4/2021) pagi. Dok. Polsek CilandakKaca ruangan HRGA Room Lantai Gedung Sovereign Plaza di Jalan TB Simatupang No 36 RT 001/02 Cilandak Barat, Cilandak, Jakarta Selatan terkena peluru nyasar pada Rabu (14/4/2021). Office Boy mengetahui adanya peluru nyasar ketika sedang melakukan pembersihan ruangan pada Kamis (15/4/2021) pagi.

JAKARTA, KOMPAS.com - Peluru nyasar yang menembus kaca ruangan HRGA Room Lantai 8 Gedung Sovereign Plaza di Jalan TB Simatupang No 36 RT 001/02 Cilandak Barat, Cilandak, Jakarta Selatan, dinyatakan bukan berasal dari Lapangan Tembak Marinir.

Peluru tersebut diduga berasal dari gedung di sekitar Gedung Sovereign Plaza.

“Arah peluru yang mengenai kaca ruang HRGA Room diduga berasal dari depan gedung Sovereign yaitu gedung Talaverra Park Office dan Midtown Residence,” kata Kapolsek Cilandak, Kompol Iskandarsyah, Kamis (15/4/2021) malam.

Baca juga: Kaca Lantai 8 Gedung di TB Simatupang Cilandak Berlubang Terkena Peluru Nyasar

Menurut Iskandarsyah, lapangan tembak Marinir berada di belakang Gedung Sovereign.

Peristiwa peluru nyasar tersebut beredar di media sosial.

Adanya peluru nyasar itu diketahui oleh office boy (OB) gedung saat melakukan pembersihan pada Kamis pagi pukul 06.50 WIB.

Pada Rabu malam pukul 22.00 WIB, OB tak melihat adanya kaca yang pecah di Ruang HRGA Room lantai 8 Gedung Sovereign.

“Saat OB melaksanakan pembersihan, OB melihat adanya salah satu kaca di ruangan  HRGA Room terlihat berlubang serta pecah dan ditemukan lempengan timah di atas karpet,” kata Iskandarsyah.

Iskandarsyah menyebutkan, peluru tersebut menembus kaca ruangan. Kaca ruangan juga terlihat berlubang.

“Setelah melihat adanya kaca yang pecah, OB melaporkan hal tersebut kepada security dan langsung ditindaklanjuti dengan melaporkan hal tersebut ke Polsek Cilandak,” ujar Iskandarsyah.

Menurut Iskandarsyah, Tim Pusat Laboratorium Forensik Bareskrim Mabes Polri kemudian melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Olah TKP dilakukan di bawah pimpinan Kompol Arif dan AKP Komang pada pukul 12.30 WIB.

“Hasil olah TKP belum ada. Tidak ada korban jiwa dari kejadian tersebut,” tambah Iskandarsyah.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Polisi Tangkap Anak Pedangdut Rita Sugiarto, Diduga Terkait Narkoba

Polisi Tangkap Anak Pedangdut Rita Sugiarto, Diduga Terkait Narkoba

Megapolitan
UPDATE: Tambah 16 Kasus di Kota Tangerang, 195 Pasien Covid-19 Masih Dirawat

UPDATE: Tambah 16 Kasus di Kota Tangerang, 195 Pasien Covid-19 Masih Dirawat

Megapolitan
Jakarta Bersiap Hadapi Lonjakan Kasus dari Klaster Mudik Lebaran

Jakarta Bersiap Hadapi Lonjakan Kasus dari Klaster Mudik Lebaran

Megapolitan
Sepanjang 2021, Anies dan Riza Patria Sudah 4 Kali Beda Pandangan

Sepanjang 2021, Anies dan Riza Patria Sudah 4 Kali Beda Pandangan

Megapolitan
[POPULER JABODETABEK] Fakta dan Kronologi Maling Sadis di Bekasi | Syarat Perjalanan Keluar-Masuk Jakarta 18-24 Mei 2021

[POPULER JABODETABEK] Fakta dan Kronologi Maling Sadis di Bekasi | Syarat Perjalanan Keluar-Masuk Jakarta 18-24 Mei 2021

Megapolitan
Anies: Pemprov DKI Tidak Pernah Melarang Warga Masuk Jakarta

Anies: Pemprov DKI Tidak Pernah Melarang Warga Masuk Jakarta

Megapolitan
UPDATE: Tambah 11 Kasus di Kabupaten Bekasi, 214 Pasien Covid-19 Masih Dirawat

UPDATE: Tambah 11 Kasus di Kabupaten Bekasi, 214 Pasien Covid-19 Masih Dirawat

Megapolitan
UPDATE: Tambah 81 Kasus di Depok, 1.011 Pasien Covid-19 Masih Dirawat

UPDATE: Tambah 81 Kasus di Depok, 1.011 Pasien Covid-19 Masih Dirawat

Megapolitan
Anies Kembali Perpanjang PPKM hingga 31 Mei

Anies Kembali Perpanjang PPKM hingga 31 Mei

Megapolitan
Ada 9.291 Pergerakan Penumpang di Soekarno-Hatta pada Hari Terakhir Larangan Mudik

Ada 9.291 Pergerakan Penumpang di Soekarno-Hatta pada Hari Terakhir Larangan Mudik

Megapolitan
Berstatus Mantan Narapidana, Tuntutan Hukuman Rizieq Shihab dalam Kasus Kerumunan Diperberat

Berstatus Mantan Narapidana, Tuntutan Hukuman Rizieq Shihab dalam Kasus Kerumunan Diperberat

Megapolitan
Fakta Pelaku Pencurian dan Pemerkosaan Anak di Bekasi: Positif Narkoba, Ada Residivis, Aktor Utama Buron

Fakta Pelaku Pencurian dan Pemerkosaan Anak di Bekasi: Positif Narkoba, Ada Residivis, Aktor Utama Buron

Megapolitan
Banjir Sempat Melanda Kampung Baru, Warga: Sudah Biasa

Banjir Sempat Melanda Kampung Baru, Warga: Sudah Biasa

Megapolitan
Warga Cimahpar Bogor Pasang Spanduk Tolak Pemudik yang Kembali Tanpa Surat Bebas Covid-19

Warga Cimahpar Bogor Pasang Spanduk Tolak Pemudik yang Kembali Tanpa Surat Bebas Covid-19

Megapolitan
5 Terdakwa Kasus Kerumunan Petamburan Dituntut Penjara Selama 1 Tahun 6 Bulan

5 Terdakwa Kasus Kerumunan Petamburan Dituntut Penjara Selama 1 Tahun 6 Bulan

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X