Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Soal Formasi CPNS 2021, BKPSDM Kota Tangerang Koordinasi dengan Pusat

Kompas.com - 19/05/2021, 16:10 WIB
Muhammad Naufal,
Egidius Patnistik

Tim Redaksi

TANGERANG, KOMPAS.com - Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Tangerang, Banten, masih berkoordinasi dengan pemerintah pusat soal formasi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) 2021 di Kota Tangerang.

Rencana pengumuman pembukaan seleksi CPNS itu akan dimulai pada akhir Mei ini. Informasi tersebut terungkap dari dokumen bahan paparan Plt Asisten Deputi Perencanaan dan Pengadaan SDM Aparatur Kemenpan RB (Kemeneterian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi) Katmoko Ari.

Baca juga: Menpan RB: Seleksi CPNS 2021 Prioritaskan Terima Pegawai yang Terjun Langsung ke Lapangan

Dokumen tersebut merupakan bahan paparan dalam rapat virtual persiapan pengadaan CASN tahun 2021 pemerintah tanggal 6 Mei 2021.

"Sampai dengan saat ini BKPSDM masih berkoordinasi dengan pemerintah pusat berkenaan kuota dan formasi CPNS-nya," kata Kepala Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Pemerintah Kota Tangerang, Buceu Gartina, melalui pesan singkat, Rabu (19/5/2021).

"Nanti menunggu hasil koordinasi pastinya dulu ya," sambung dia.

Berikut adalah jadwal pengumuman CPNS 2021:

  • Pengumuman Seleksi 30 Mei-13 Juni 2021
  • Pendaftaran seleksi 31 Mei-21 Juni 2021
  • Seleksi administrasi dan pengumuman hasilnya 1-30 Juni 2021
  • Masa sanggah 1 Juli-11 Juli 2021

Jadwal ini adalah perkiraan dan belum resmi diumumkan, selalu cek informasi di kanal-kanal resmi.

Berikut merupakan jadwal ujian CPNS 2021:

  • Pelaksanaan SKD CPNS (CAT BKN) Juli-September 2021
  • Seleksi Kompetensi PPPK Non Guru (CAT BKN) Juli-September 2021 (setelah SKD CPNS selesai di masing-masing lokasi)
  • eleksi Kompetensi PPPK Guru (CBT Kemendikbud):
  1. Tes 1: Agustus 2021
  2. Tes 2: Oktober 2021
  3. Tes 3: Desember 2021
  • Pelaksanaan SKB CPNS September s.d. Oktober 2021

Berikut jadwal penentuan lulus CPNS 2021:

  • Pengumuman Akhir dan Masa Sanggah November 2021
  • Penetapan NIP CPNS/Nomor Induk PPPK Desember 2021

“Mekanisme seleksi PPPK Guru sebagaimana jadwal di atas akan diatur kemudian yang akan dijelaskan dalam rapat koordinasi antara Pemerintah Daerah, Kementerian PANRB, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, dan Badan Kepegawaian Negara,” tulis dokumen tersebut.

Meski demikian, dalam dokumen tersebut dikatakan pula bahwa jadwal itu akan disesuaikan jika nantinya ada perubahan akibat situasi pandemi Covid-19.

Jadwal belum resmi diumumkan

Meski demikian, pembukaan akhir Mei 2021 tersebut belum secara resmi diumumkan.

"Nanti akan ada pengumuman kapan pembukaan CPNS, sampai saat ini belum resmi," ujar Plt Kepala Biro Humas, Hukum, dan Kerja Sama BKN, Paryono dihubungi Kompas.com, Minggu (16/5/2021).

Sementara itu, sebelumnya Kepala Biro Hukum, Informasi, dan Komunikasi Kementerian PANRB Andi Rahadian mengatakan waktu pendaftaran seleksi CPNS dan PPPK masih bersifat tentatif.

Namun, menurutnya tak menutup kemungkinan pendaftaran akan dibuka pada 30 Mei 2021.

“Tanggal itu (30 Mei untuk membuka pendaftaran) betul adanya, karena memang sebagai informasi awal agar rekan-rekan di daerah bisa terinfo untuk antisipasi,” ujar Andi sebagaimana dikutip Kompas.com, Jumat lalu.

Dokumen yang dipersiapkan

Guna mengikuti rekrutmen CPNS 2021, berikut ini sejumlah dokumen yang bisa dipersiapkan:

  • Pas foto berlatar belakang berwarna merah;
  • Kartu Tanda Penduduk (KTP).
  • Kartu Keluarga (KK);
  • Ijazah;
  • Persyaratan lain yang diatur oleh instansi masing-masing yang membuka pendaftaran.
Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Kampung Konfeksi di Tambora Terbentuk sejak Zaman Kolonial, Dibuat untuk Seragam Pemerintahan

Kampung Konfeksi di Tambora Terbentuk sejak Zaman Kolonial, Dibuat untuk Seragam Pemerintahan

Megapolitan
Razia Dua Warung Kelontong di Bogor, Polisi Sita 28 Miras Campuran

Razia Dua Warung Kelontong di Bogor, Polisi Sita 28 Miras Campuran

Megapolitan
Tanda Tanya Kasus Kematian Akseyna yang Hingga Kini Belum Terungkap

Tanda Tanya Kasus Kematian Akseyna yang Hingga Kini Belum Terungkap

Megapolitan
Pedagang di Sekitar JIExpo Bilang Dapat Untung 50 Persen Lebih Besar Berkat Jakarta Fair

Pedagang di Sekitar JIExpo Bilang Dapat Untung 50 Persen Lebih Besar Berkat Jakarta Fair

Megapolitan
Beginilah Kondisi Terkini Jakarta Fair Kemayoran 2024...

Beginilah Kondisi Terkini Jakarta Fair Kemayoran 2024...

Megapolitan
[POPULER JABODETABEK] Akhir Pelarian Perampok 18 Jam Tangan Mewah di PIK 2 | Masjid Agung Al-Azhar Gelar Shalat Idul Adha Hari Minggu

[POPULER JABODETABEK] Akhir Pelarian Perampok 18 Jam Tangan Mewah di PIK 2 | Masjid Agung Al-Azhar Gelar Shalat Idul Adha Hari Minggu

Megapolitan
Diduga Joging Pakai 'Headset', Seorang Pria Tertabrak Kereta di Grogol

Diduga Joging Pakai "Headset", Seorang Pria Tertabrak Kereta di Grogol

Megapolitan
Pemeras Ria Ricis Gunakan Rekening Teman untuk Tampung Uang Hasil Pemerasan

Pemeras Ria Ricis Gunakan Rekening Teman untuk Tampung Uang Hasil Pemerasan

Megapolitan
Anies Bakal 'Kembalikan Jakarta ke Relnya', Pengamat: Secara Tak Langsung Singgung Heru Budi

Anies Bakal "Kembalikan Jakarta ke Relnya", Pengamat: Secara Tak Langsung Singgung Heru Budi

Megapolitan
Pedagang Kerak Telor di PRJ Mengeluh Sepi Pembeli: Dulu Habis 50 Telor, Kemarin Cuma 10

Pedagang Kerak Telor di PRJ Mengeluh Sepi Pembeli: Dulu Habis 50 Telor, Kemarin Cuma 10

Megapolitan
Keluarga Akseyna Minta Polisi Dalami Penulis Lain dalam Surat Wasiat sesuai Analisis Grafolog

Keluarga Akseyna Minta Polisi Dalami Penulis Lain dalam Surat Wasiat sesuai Analisis Grafolog

Megapolitan
Kasus Akseyna Berlanjut, Keluarga Sebut Ada Informasi yang Belum Diterima Penyidik Baru

Kasus Akseyna Berlanjut, Keluarga Sebut Ada Informasi yang Belum Diterima Penyidik Baru

Megapolitan
SP2HP Kedua Terbit, Keluarga Akseyna: Selama Ini Sering Naik Turun, Pas Ramai Baru Terlihat Pergerakan

SP2HP Kedua Terbit, Keluarga Akseyna: Selama Ini Sering Naik Turun, Pas Ramai Baru Terlihat Pergerakan

Megapolitan
Polisi Terbitkan SP2HP Kedua Terkait Kasus Akseyna, Keluarga Berharap Aparat Jaga Momentum

Polisi Terbitkan SP2HP Kedua Terkait Kasus Akseyna, Keluarga Berharap Aparat Jaga Momentum

Megapolitan
Tak Bisa Biayai Pemakaman, Keluarga Tak Kunjung Ambil Jenazah Pengemis Korban Kebakaran di Pejaten

Tak Bisa Biayai Pemakaman, Keluarga Tak Kunjung Ambil Jenazah Pengemis Korban Kebakaran di Pejaten

Megapolitan
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com