Kompas.com - 26/06/2021, 13:38 WIB
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan saat ditemui menggelar apel pengawasan PPKM Mikro di Lapangan Silang Monas, Jumat (18/6/2021) KOMPAS.com/SINGGIH WIRYONOGubernur DKI Jakarta Anies Baswedan saat ditemui menggelar apel pengawasan PPKM Mikro di Lapangan Silang Monas, Jumat (18/6/2021)
Penulis Ihsanuddin
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menegaskan, pihaknya terus berupaya menekan laju penularan Covid-19 yang kini tengah melonjak, salah satunya adalah dengan menaikkan kapasitas testing.

Semakin banyak warga yang dites, semakin banyak pula warga positif yang menjalani isolasi sehingga penularan bisa ditekan.

Anies menyebutkan, saat ini testing Covid-19 di Jakarta sudah mencapai 45-50 persen dari angka testing secara nasional.

"Kalau dihitung proporsi Indonesia, kira-kira 45-50 persen dari testing yang ada di Indonesia itu dilakukan di Jakarta," kata Anies dalam video yang diunggah di akun Instagram-nya, Jumat (25/6/2021).

Baca juga: Lokasi Vaksinasi Tanpa Syarat KTP di Jakarta, Tangerang, dan Bogor

Pada 23 Juni lalu misalnya, Jakarta melakukan swab test polymerase chain reaction (PCR) kepada 19.485 orang. Sementara tes Covid-19 di seluruh Indonesia hanya 30.090.

Proporsi tes yang dilakukan Jakarta mencapai 65 persen dari angka nasional.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Anies juga menyatakan, test Covid-19 di Jakarta jauh melampaui standar Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Standar WHO untuk Jakarta tiap pekan, minimal ada 10.645 orang yang dites.

Namun, testing di Jakarta sepekan terakhir telah menembus angka 120.000 orang.

"Sudah 13,5 kali lipat lebih tinggi dari standar WHO," kata Anies.

Baca juga: Setengah Juta Kasus Covid-19 di Jakarta dan Instruksi Pendirian Tenda Darurat

Meski demikian, Anies mengingatkan tingkat positivity rate di Jakarta masih cukup tinggi. Dari semua warga yang menjalani tes, 30 persen di antaranya positif Covid-19. Padahal, idealnya adalah 5 persen sesuai batas aman WHO.

"Tingkat keterisian rumah sakit juga idealnya 60 persen, tapi sekarang 90 persen," kata Anies.

Ia mengatakan, rumah sakit rujukan dan fasilitas isolasi di Jakarta terus dipenuhi pasien meski kapasitasnya sudah ditambah sejak dua pekan lalu.


Kini, rumah sakit bahkan harus mendirikan tenda darurat sebagai tambahan ruang perawatan.

"Kalau saja kita tidak segera menaikkan kapasitas rumah sakit dua minggu lalu, mungkin pekan kemarin kita sudah penuh 100 persen, sudah kolaps," kata Anies.

Apalagi, varian baru yang penyebarannya sangat cepat terus menaikkan jumlah keterisian rumah sakit di Ibu Kota. Anies menilai harus ada kekompakan dari semua warga Jakarta untuk melawan virus corona ini.

Baca juga: Anies Bunyikan Alarm Covid-19: Ibu Kota Perlu Perhatian Ekstra

Selain penerapan protokol kesehatan seperti memakai masker dan menjaga jarak, pembatasan mobilitas juga bisa menjadi solusi efektif. Oleh karena itu, Anies meminta warga DKI Jakarta yang tak memiliki kepentingan mendesak untuk berdiam diri di rumah, khususnya pada akhir pekan ini.

"Hari Sabtu, hari Minggu kita di rumah kalau tidak ada keperluan mendesak, tidak usah bepergian. Jadi pilihannya itu pergi dan berisiko atau di rumah insya Allah aman," kata Anies.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Proses Lelang Belum Selesai, Revitalisasi Tugu Pamulang Mundur dari Rencana Awal

Proses Lelang Belum Selesai, Revitalisasi Tugu Pamulang Mundur dari Rencana Awal

Megapolitan
Polisi Periksa 5 Saksi untuk Ungkap Penyebab Kecelakaan Bus Transjakarta yang Tewaskan 2 Orang

Polisi Periksa 5 Saksi untuk Ungkap Penyebab Kecelakaan Bus Transjakarta yang Tewaskan 2 Orang

Megapolitan
Dikeluhkan Ambil Foto Perumahan Tanpa Izin, Google Minta Maaf dan Hapus Pemetaan Perumahannya

Dikeluhkan Ambil Foto Perumahan Tanpa Izin, Google Minta Maaf dan Hapus Pemetaan Perumahannya

Megapolitan
Mobil Keluar Jalur dan Terbalik di Puri Kembangan, Pengemudi Luka-luka

Mobil Keluar Jalur dan Terbalik di Puri Kembangan, Pengemudi Luka-luka

Megapolitan
Ini Lokasi Bengkel Uji Emisi di Jakarta Utara

Ini Lokasi Bengkel Uji Emisi di Jakarta Utara

Megapolitan
Kasus Dugaan Pengeroyokan yang Tewaskan Warga, Istri Korban Kecewa RS di Salemba Berbohong

Kasus Dugaan Pengeroyokan yang Tewaskan Warga, Istri Korban Kecewa RS di Salemba Berbohong

Megapolitan
Harga Minyak Goreng Naik, Pedagang dan Pemegang KJP Bisa Dapat Lebih Murah di Mini DC

Harga Minyak Goreng Naik, Pedagang dan Pemegang KJP Bisa Dapat Lebih Murah di Mini DC

Megapolitan
UPDATE 27 Oktober: Tambah 5 Kasus di Kota Tangerang, 23 Pasien Covid-19 Masih Dirawat

UPDATE 27 Oktober: Tambah 5 Kasus di Kota Tangerang, 23 Pasien Covid-19 Masih Dirawat

Megapolitan
Pemkot Depok Kucurkan 'Uang Lelah' Rp 85 Juta untuk Atlet yang Berlaga di PON Papua

Pemkot Depok Kucurkan "Uang Lelah" Rp 85 Juta untuk Atlet yang Berlaga di PON Papua

Megapolitan
UPDATE 27 Oktober: 8 Pasien Covid-19 di Depok Selesai Isolasi, 1 Orang Wafat

UPDATE 27 Oktober: 8 Pasien Covid-19 di Depok Selesai Isolasi, 1 Orang Wafat

Megapolitan
Kelurahan Duri Kepa Tak Kembalikan Pinjaman Rp 264,5 Juta, Warga Cibodas Lapor Polisi

Kelurahan Duri Kepa Tak Kembalikan Pinjaman Rp 264,5 Juta, Warga Cibodas Lapor Polisi

Megapolitan
Prakiraan Cuaca BMKG: Jakarta Waspada Banjir Lagi

Prakiraan Cuaca BMKG: Jakarta Waspada Banjir Lagi

Megapolitan
Ingat, Sanksi Tilang Pelanggar Ganjil Genap di 13 Kawasan di Jakarta Berlaku Mulai Hari Ini

Ingat, Sanksi Tilang Pelanggar Ganjil Genap di 13 Kawasan di Jakarta Berlaku Mulai Hari Ini

Megapolitan
[POPULER JABODETABEK] Dua Jambret Tewas Ditabrak Mobil Korbannya di Tebet | Buruh Minta UMP Jakarta Naik Jadi Rp 5,3 Juta

[POPULER JABODETABEK] Dua Jambret Tewas Ditabrak Mobil Korbannya di Tebet | Buruh Minta UMP Jakarta Naik Jadi Rp 5,3 Juta

Megapolitan
Pengakuan Pengemudi Taksi Online yang Tabrak 2 Jambret hingga Tewas: Saya Kejar, Tabrak, Dia Mental

Pengakuan Pengemudi Taksi Online yang Tabrak 2 Jambret hingga Tewas: Saya Kejar, Tabrak, Dia Mental

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.