Kompas.com - 14/07/2021, 21:47 WIB
Ojek online vs mata elang instagram.com/jktinfoOjek online vs mata elang

JAKARTA, KOMPAS.com - Asosiasi pengemudi ojek online Gabungan Aksi Roda Dua (Garda) Indonesia menyambut baik terbitnya Surat Tanda Registrasi Pekerja (STRP) induk untuk para pengemudi ojek dan taksi online (ojol).

"STRP Induk ini merupakan solusi yang baik. Setidaknya ojek online masih bisa melintas di jalur-jalur penyekatan," ujar Ketua Presidium Nasional Garda Indonesia Igun Wicaksono saat dihubungi, Rabu (14/7/2022).

Igun menceritakan, awalnya, pihaknya keberatan dengan aturan wajib menunjukan STRP bagi ojol yang ingin melintasi titik-titik penyekatan PPKM Darurat di Jabodetabek.

Baca juga: Dishub DKI Jakarta: STRP untuk Taksi dan Ojek Online Sudah Terbit

"Sebab, jika mitra harus mendaftar STRP satu-persatu, akan menyulitkan ojol untuk beroperasi melewati titik-titik penyekatan PPKM Darurat di Jabodetabek," ungkap dia.

Lebih lanjut, Igun mengapresiasi solusi dari Dinas Perhubungan DKI Jakarta yang kemudian memberi kebijakan berupa mitra ojol tidak perlu mendaftar STRP satu-persatu.

"Jadi cukup dengan pihak operator mendaftarkan STRP, lalu STRP yang dimakan STRP induk tersebut dibagikan melalui akun aplikasi mitra masing-masing," jelas Igun.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Ia menegaskan, mitra ojol tidak perlu mendaftar lagi untuk mendapatkan STRP perorangan.

Lebih lanjut, Igun berharap kebijakan PPKM Darurat agar tidak menyulitkan para pengemudi ojek online.

Baca juga: Pengajuan STRP Pekerja di Jakarta Capai 1,2 Juta, Sebanyak 408.685 Ditolak


Sebelumnya, Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Syafrin Liputo mengabarkan Surat Tanda Registrasi Pekerja (STRP) untuk para pengemudi ojek dan taksi online (ojol) telah diterbitkan.

"Saat ini, untuk STRP ojol sudah diterbitkan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) DKI Jakarta," Ungkap Syafrin saat dihubungi, Rabu (14/7/2021) sore.

Dengan dikeluarkannya STRP induk untuk oara pengemudi ojol, maka setiap ojol terdaftar boleh melintasi titik-titik penyekatan PPKM Darurat di DKI Jakarta.

Namun, bagi pengemudi yang sedang mengantarkan penumpang, penumpang tersebut juga harus menunjukan izin melintas keada petugas penyekatan. 



Video Rekomendasi

Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Mayat Seorang Pria Ditemukan Mengapung di Bendungan ATR Bekasi

Mayat Seorang Pria Ditemukan Mengapung di Bendungan ATR Bekasi

Megapolitan
Viral, Video Anak Kecil Curi Uang dari Kotak Amal di Kalideres

Viral, Video Anak Kecil Curi Uang dari Kotak Amal di Kalideres

Megapolitan
Update 27 Juli: Kabupaten Bekasi Catat 285 Kasus Baru Covid-19

Update 27 Juli: Kabupaten Bekasi Catat 285 Kasus Baru Covid-19

Megapolitan
Sepekan Terakhir, 78.236 KK di Kota Tangerang Terima BST dari Kemensos

Sepekan Terakhir, 78.236 KK di Kota Tangerang Terima BST dari Kemensos

Megapolitan
Pendaftaran Penerima Dana Gerakan 'Bagi Rata' Akan Dibuka Lagi Senin Depan

Pendaftaran Penerima Dana Gerakan 'Bagi Rata' Akan Dibuka Lagi Senin Depan

Megapolitan
Polisi Temukan Benda yang Dipakai Dalam Pembunuhan di Jagakarsa

Polisi Temukan Benda yang Dipakai Dalam Pembunuhan di Jagakarsa

Megapolitan
Polisi Akan Periksa Hotel RedDoorz Setelah Digerebek Terkait Kerumunan

Polisi Akan Periksa Hotel RedDoorz Setelah Digerebek Terkait Kerumunan

Megapolitan
Wagub DKI: Soal Waktu Makan Maksimal 20 Menit, Tak Mungkin Kami Tempatkan Petugas di Warteg

Wagub DKI: Soal Waktu Makan Maksimal 20 Menit, Tak Mungkin Kami Tempatkan Petugas di Warteg

Megapolitan
Seorang Suami Diduga Bunuh Istrinya di Jagakarsa, Jakarta Selatan

Seorang Suami Diduga Bunuh Istrinya di Jagakarsa, Jakarta Selatan

Megapolitan
Ombudsman Kritik Penerapan PPKM Level 4 di Kota Tangerang, 2 Posko Penyekatan Kosong Tanpa Polisi

Ombudsman Kritik Penerapan PPKM Level 4 di Kota Tangerang, 2 Posko Penyekatan Kosong Tanpa Polisi

Megapolitan
Polisi Tangkap 2 Pemalsu Surat Hasil Tes Swab PCR di Jakarta Selatan

Polisi Tangkap 2 Pemalsu Surat Hasil Tes Swab PCR di Jakarta Selatan

Megapolitan
Tangsel Catat 7.323 Pasien Covid-19 Masih Dirawat, Terbanyak Selama Pandemi

Tangsel Catat 7.323 Pasien Covid-19 Masih Dirawat, Terbanyak Selama Pandemi

Megapolitan
7 Perusahaan di Jakbar Ditutup karena Wajibkan Karyawan Masuk Kantor padahal Bukan Sektor Esensial

7 Perusahaan di Jakbar Ditutup karena Wajibkan Karyawan Masuk Kantor padahal Bukan Sektor Esensial

Megapolitan
Anies Optimistis Jakarta Lampaui Target Vaksinasi Covid-19 yang Ditetapkan Jokowi

Anies Optimistis Jakarta Lampaui Target Vaksinasi Covid-19 yang Ditetapkan Jokowi

Megapolitan
Mendagri Minta Wali Kota Tangsel Segara Pahami Penanggulangan Covid-19

Mendagri Minta Wali Kota Tangsel Segara Pahami Penanggulangan Covid-19

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X