Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Kuasa Hukum: Kedatangan Simpatisan Rizieq ke Pengadilan Tinggi DKI Suatu Spontanitas

Kompas.com - 30/08/2021, 17:48 WIB
Nirmala Maulana Achmad,
Egidius Patnistik

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua tim kuasa hukum Rizieq Shihab, Sugito Atmo Prawiro mengatakan, kedatangan massa simpatisan Rizieq ke Pengadilan Tinggi DKI Jakarta di Jalan Letnan Jenderal Suparato, Cempaka Putih, Jakarta Pusat, pada Senin (30/8/2021) merupakan tindakan spontanitas.

Massa simpatisan Rizieq itu sempat bentrok dengan aparat kepolisian. Sejumlah aparat kepolisian, juga simpatisan Rizieq, cedera dalam bentrokan itu.

Kericuhan itu terjadi usai pembacaan putusan banding Rizieq dalam kasus tes usap (swab test) di RS Ummi Bogor, Jawa Barat. Pengadilan Tinggi DKI Jakarta, dalam putusannya, menguatkan putusan Pengadilan Negeri Jakarta Timur yaitu bahwa Rizieq dinovis empat tahun penjara dalam kasus tes usap di RS Ummi Bogor.

Baca juga: Rizieq Shihab Tetap Divonis 4 Tahun Penjara Kasus RS Ummi Bogor oleh PT DKI

"Setahu saya spontanitas. Mereka (simpatisan) dapat informasi bahwa ada sidang banding tanggal 30 Agustus (2021). Jadi mereka spontanitas datang," kata Sugito, Senin.

Dia menambahkan, aparat yang berjaga terlalu banyak dan heboh sehingga membuat simpatisan tersulut.

Anggota tim kuasa hukum Rizieq yang lain, Aziz Yanuar mengatakan, pihaknya akan memberikan pendampingan kepada simpatisan yang diamankan polisi.

Ada 20 orang simpatisan Rizieq yang telah diamankan dan dibawa ke Polda Metro Jaya usai bentrokan hari ini.

Kapolsek Cempaka Putih, Kompol Ade Rosa mengatakan, sedikitnya ada tiga personel kepolisian yang mengalami luka terkena timpukan batu.

"Pihak kepolisian dari Dalmas Polda Metro Jaya sekitar tiga orang, luka di bagian kaki akibat lemparan batu," kata Ade.

Ade juga membenarkan ada yang terluka dari kelompok simpatisan Rizieq. Namun jumlah pastinya belum diketahui.

"Dari massa ada yang terluka dan nanti akan dilakukan perawatan di Polda," kata Ade.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Kronologi Penemuan Mayat Bayi Terbungkus Plastik 'Bedcover' di Situ Jatijajar Depok

Kronologi Penemuan Mayat Bayi Terbungkus Plastik "Bedcover" di Situ Jatijajar Depok

Megapolitan
Kemendikbudristek Pastikan Pelaku Perundungan di Binus School Serpong Belum Dikeluarkan dari Sekolah

Kemendikbudristek Pastikan Pelaku Perundungan di Binus School Serpong Belum Dikeluarkan dari Sekolah

Megapolitan
Kronologi Bocah di Gambir Diduga Timbulkan Kebakaran akibat Main Korek Api

Kronologi Bocah di Gambir Diduga Timbulkan Kebakaran akibat Main Korek Api

Megapolitan
Main Korek Api, Bocah di Gambir Sebabkan Kamarnya Terbakar

Main Korek Api, Bocah di Gambir Sebabkan Kamarnya Terbakar

Megapolitan
Belum Bahas Pilkada DKI, PKS: Kami Masih Mengawal Suara Pilpres dan Pileg

Belum Bahas Pilkada DKI, PKS: Kami Masih Mengawal Suara Pilpres dan Pileg

Megapolitan
Berhenti Usut Dugaan Caleg Gerindra Bagi-bagi Uang, Bawaslu Depok: Beda Pandandanga dan Makan Waktu

Berhenti Usut Dugaan Caleg Gerindra Bagi-bagi Uang, Bawaslu Depok: Beda Pandandanga dan Makan Waktu

Megapolitan
Teganya Paman Pukul Kepala Keponakan Hingga Tewas di Tanjung Piok, lalu Bakar Rumahnya demi Hilangkan Jejak

Teganya Paman Pukul Kepala Keponakan Hingga Tewas di Tanjung Piok, lalu Bakar Rumahnya demi Hilangkan Jejak

Megapolitan
Hadiri Pekan Panutan Pajak, Pj Walkot Tangerang: Ayo Bayar Pajak untuk Keberlanjutan Pembangunan

Hadiri Pekan Panutan Pajak, Pj Walkot Tangerang: Ayo Bayar Pajak untuk Keberlanjutan Pembangunan

Megapolitan
Kehabisan Waktu, Bawaslu Depok Hentikan Perkara Dugaan Caleg Gerindra Bagi-bagi Uang Saat Kampanye

Kehabisan Waktu, Bawaslu Depok Hentikan Perkara Dugaan Caleg Gerindra Bagi-bagi Uang Saat Kampanye

Megapolitan
'Real Count' Pileg DPR di DKI Jakarta Data 55,13 Persen: PKS Unggul Sementara, Disusul PDI-P dan Gerindra

"Real Count" Pileg DPR di DKI Jakarta Data 55,13 Persen: PKS Unggul Sementara, Disusul PDI-P dan Gerindra

Megapolitan
Ketua RT di Bekasi Tutup Akses Jalan Rumah Warga Pakai Pagar Bambu dan Kandang Ayam

Ketua RT di Bekasi Tutup Akses Jalan Rumah Warga Pakai Pagar Bambu dan Kandang Ayam

Megapolitan
Paman Bunuh Keponakan di Tanjung Priok, Pelaku Pukul Kepala Korban Pakai Bangku

Paman Bunuh Keponakan di Tanjung Priok, Pelaku Pukul Kepala Korban Pakai Bangku

Megapolitan
'Real Count' Pileg DPD RI di DKI Jakarta Data 61,83 Persen: Fahira Idris Sementara di Posisi Teratas

"Real Count" Pileg DPD RI di DKI Jakarta Data 61,83 Persen: Fahira Idris Sementara di Posisi Teratas

Megapolitan
'Real Count' KPU di Jakarta Data 71,64 Persen: Anies 41,09 Persen, Prabowo 41,48 Persen, Ganjar 17,43 Persen

"Real Count" KPU di Jakarta Data 71,64 Persen: Anies 41,09 Persen, Prabowo 41,48 Persen, Ganjar 17,43 Persen

Megapolitan
Nasdem Klaim Sahroni Siap Bersaing atau Berkoalisi dengan Kaesang di Pilkada DKI 2024

Nasdem Klaim Sahroni Siap Bersaing atau Berkoalisi dengan Kaesang di Pilkada DKI 2024

Megapolitan
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com