Asosiasi Sambut Baik Aturan Anak di Bawah 12 Tahun Bisa Masuk Mal

Kompas.com - 21/09/2021, 05:40 WIB
Ilustrasi mal ShutterstockIlustrasi mal

JAKARTA, KOMPAS.com - Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) Alphonzus Widjaja menyambut baik pelonggaran yang diberikan pemerintah yakni anak di bawah usia 12 tahun boleh masuk mal atau pusat perbelanjaan.

Meski demikian, anak-anak di bawah 12 tahun harus di bawah pengawasan pendamping atau orangtua.

“Pusat Perbelanjaan menyambut baik setiap pelonggaran yang diberikan oleh pemerintah meski dilakukan secara hati-hati, bertahap dan terbatas,” ujar Alphonzus Widjaja saat dikonfirmasi, Senin (20/9/2021) malam.

Baca juga: Anak Usia di Bawah 12 Tahun Boleh Masuk Mal, Wagub DKI: Tanda Pandemi di Jakarta Membaik

Alphonzus menyebutkan, pelonggaran untuk anak dengan usia di bawah 12 tahun diberikan untuk mal-mal di DKI Jakarta, Bandung, Semarang, Yogyakarta dan Surabaya.

Pelonggaran tersebut tetap diberikan dengan sejumlah catatan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

“Usia kurang dari 12 tahun sudah diperbolehkan untuk memasuki Pusat Perbelanjaan yang berada di lima wilayah tersebut di atas,” ujar Alphonzus.

“Dengan keharusan untuk didampingi oleh orang dewasa yang lolos skrining protokol Wajib Vaksinasi dan Protokol Kesehatan serta harus terus menerus dalam pengawasan pendamping selama berada di dalam Pusat Perbelanjaan,” tambahnya.

Alphonzus mengatakan, pelonggaran tersebut sangat diperlukan oleh Pusat Perbelanjaan untuk bisa menggerakkan perekonomian.

Baca juga: Update 20 September: Penambahan Kasus Covid-19 di Jakarta di Bawah 100

Pelonggaran khususnya diharapkan bisa menggerakkan kondisi usaha Pusat Perbelanjaan melalui peningkatan tingkat kunjungan ke Pusat Perbelanjaan.

“Saat ini kondisi di dalam Pusat Perbelanjaan sudah jauh lebih aman dan sudah jauh lebih sehat dikarenakan sekarang semua orang yang berada di dalam Pusat Perbelanjaan sudah divaksinasi sehubungan dengan adanya pemberlakuan protokol Wajib Vaksinasi yang pemeriksaannya dilakukan melalui aplikasi PeduliLindungi,” kata Alphonzus.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Transjakarta Kerap Kecelakaan, Penumpang Merasa Ngeri dan Sebut Sopir Sering Ugal-ugalan

Transjakarta Kerap Kecelakaan, Penumpang Merasa Ngeri dan Sebut Sopir Sering Ugal-ugalan

Megapolitan
Bus Transjakarta Kembali Kecelakaan, Kali ini Tabrak Separator di Jalan Sudirman

Bus Transjakarta Kembali Kecelakaan, Kali ini Tabrak Separator di Jalan Sudirman

Megapolitan
Jalan Kaki di Pinggir Tol, Seorang Pria Tak Dikenal Tewas Tertabrak Mobil

Jalan Kaki di Pinggir Tol, Seorang Pria Tak Dikenal Tewas Tertabrak Mobil

Megapolitan
Pengelola Sebut Gedung Cyber Sudah Beroperasi Normal Usai Kebakaran, Kecuali Lantai 2

Pengelola Sebut Gedung Cyber Sudah Beroperasi Normal Usai Kebakaran, Kecuali Lantai 2

Megapolitan
Dua Siswanya Tewas dalam Kebakaran Gedung Cyber, SMK Taruna Bhakti Bantu Keluarga Korban Urus Jenazah

Dua Siswanya Tewas dalam Kebakaran Gedung Cyber, SMK Taruna Bhakti Bantu Keluarga Korban Urus Jenazah

Megapolitan
Hari Disabilitas, Anies: Jangan Merasa Lebih di Atas Penyandang Disabilitas

Hari Disabilitas, Anies: Jangan Merasa Lebih di Atas Penyandang Disabilitas

Megapolitan
2 Korban Tewas dalam Kebakaran Gedung Cyber adalah Siswa PKL di Perusahaan Internet Service Provider

2 Korban Tewas dalam Kebakaran Gedung Cyber adalah Siswa PKL di Perusahaan Internet Service Provider

Megapolitan
Penanganan Kasusnya Dianggap Janggal, Seorang Tersangka Adukan Penyidik Polres Jakpus ke Propam

Penanganan Kasusnya Dianggap Janggal, Seorang Tersangka Adukan Penyidik Polres Jakpus ke Propam

Megapolitan
Menangis Dilaporkan 5 Anaknya, Ibu di Bekasi: Katanya Saya Gadaikan Tanah Rp 500 Juta

Menangis Dilaporkan 5 Anaknya, Ibu di Bekasi: Katanya Saya Gadaikan Tanah Rp 500 Juta

Megapolitan
10 Hari Dirawat karena Sakit Jantung, Haji Lulung Masih di Ruang ICU

10 Hari Dirawat karena Sakit Jantung, Haji Lulung Masih di Ruang ICU

Megapolitan
Haji Lulung Dikabarkan Alami Serangan Jantung Berulang Semalam

Haji Lulung Dikabarkan Alami Serangan Jantung Berulang Semalam

Megapolitan
Ibu 72 Tahun di Bekasi Dilaporkan 5 Anaknya ke Polisi karena Persoalan Harta Warisan

Ibu 72 Tahun di Bekasi Dilaporkan 5 Anaknya ke Polisi karena Persoalan Harta Warisan

Megapolitan
Jalan Lodan Raya Terendam Banjir Rob, Warga Sebut Ada Tanggul Jebol

Jalan Lodan Raya Terendam Banjir Rob, Warga Sebut Ada Tanggul Jebol

Megapolitan
Pemprov DKI Buka Opsi Cari Sumber Pendanaan Lain agar Proyek ITF Sunter Bisa Jalan

Pemprov DKI Buka Opsi Cari Sumber Pendanaan Lain agar Proyek ITF Sunter Bisa Jalan

Megapolitan
Bus Transjakarta Sering Kecelakaan, Ketua Komisi B: Publik Jadi Menilai Tidak Aman

Bus Transjakarta Sering Kecelakaan, Ketua Komisi B: Publik Jadi Menilai Tidak Aman

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.