Pecat Viani Limardi, PSI Belum Juga Kirim Surat PAW ke DPRD DKI

Kompas.com - 12/10/2021, 15:35 WIB
Calon legislatif terpilih dari Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Viani Limardi (33). RINDI NURIS VELAROSDELACalon legislatif terpilih dari Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Viani Limardi (33).

JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua DPP Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Isyana Bagoes Oka, menjelaskan alasan mengapa surat Pergantian Antar Waktu (PAW) Viani Limardi belum dikirim oleh pihaknya kepada DPRD DKI Jakarta.

Isyana mengungkapkan, saat ini surat PAW masih diproses secara internal.

"Ditunggu ya, masih proses untuk seperti yang disampaikan sebelumnya. Saat ini, (surat) masih diproses di internal partai untuk tanda tangan, dan supaya proses administrasinya benar secara redaksional dan administratif," kata Isyana, Selasa (12/10/2021).

Isyana memastikan, tak ada permasalahan dalam proses pengiriman menyurat tersebut.

Baca juga: Disebut Tak Gelembungkan Dana Reses oleh DPRD DKI, Viani: Bersyukur Kebenaran Bisa Terbuka

Hanya saja, saat ini pihaknya masih menunggu tanda tangan dari para pimpinan partai.

"Tidak ada masalah, kita tinggal tunggu dari Ketua Umum dan Sekjen saja. (Calon PAW) nanti
tinggal dilihat aja dari KPUD. Tapi yang jelas, kalau untuk itu kita tunggu dan ikutin aturan, nanti kita lihat aja dari KPUD," pungkasnya.

Untuk diketahui, sebelumnya Partai Solidaritas Indonesia (PSI) telah memecat Viani Limardi dari keanggotaan sejak 25 September 2021.

Diketahui, sebelumnya, Viani dipecat lantaran dianggap tidak lagi patuh dan setia kepada partai.

"Kami mengambil keputusan memberhentikan Sis Viani dari keanggotaan partai. Langkah ini terpaksa kami lakukan dalam rangka menegakkan garis perjuangan partai,” ucap Isyana, Rabu (29/9/2021).

Baca juga: Mengapa Viani Limardi Masih Hadiri Rapat DPRD DKI meski Sudah Dipecat PSI?

Walau demikian, Isyana tak menjelaskan secara detail alasan pemecatan Viani, termasuk tudingan penggelembungan dana reses yang kerap dilakukan mantan kadernya itu.

Ia hanya menekankan pentingnya memastikan nilai-nilai perjuangan PSI terus terawat dan dipraktikkan.

Mulai dari solidaritas, kesetaraan, dan antikorupsi yang wajib dijalankan secara konsisten oleh semua kader PSI.

“Menjadi anggota DPRD adalah tanggung jawab, bukan privilege yang tidak dapat dievaluasi. Selama ini kepada anggita legislatif kami tak pernah meminta hal-hal seperti pemotongan gaji dan uangnya disetor ke partai,” ujarnya dalam keterangan tertulis.

Artikel ini telah tayang di TribunJakarta.com dengan judul "Isyana Buka Suara Soal Alasan PSI Belum Kirim Surat PAW Viani Limardi ke DPRD DKI".

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Disdik DKI Sebut Ada Sekolah di Jakarta yang Tolak Dites Pelacakan Covid-19

Disdik DKI Sebut Ada Sekolah di Jakarta yang Tolak Dites Pelacakan Covid-19

Megapolitan
46 RT dan 5 Ruas Jalan Tergenang Banjir di Jakarta Barat Hingga Selasa Sore

46 RT dan 5 Ruas Jalan Tergenang Banjir di Jakarta Barat Hingga Selasa Sore

Megapolitan
Yusuf Mansur Bicara Nilai Sedekah saat Tawarkan Investasi Tabung Tanah

Yusuf Mansur Bicara Nilai Sedekah saat Tawarkan Investasi Tabung Tanah

Megapolitan
Yusuf Mansur Disebut Tawarkan Investasi Tabung Tanah saat Pengajian

Yusuf Mansur Disebut Tawarkan Investasi Tabung Tanah saat Pengajian

Megapolitan
Kriminolog Sebut Penagihan oleh Rentenir Cenderung Timbulkan Kekerasan, Bagaimana Mengatasinya?

Kriminolog Sebut Penagihan oleh Rentenir Cenderung Timbulkan Kekerasan, Bagaimana Mengatasinya?

Megapolitan
Artis FTV Jadi Korban Pengeroyokan di Tempat Hiburan Malam di Bogor

Artis FTV Jadi Korban Pengeroyokan di Tempat Hiburan Malam di Bogor

Megapolitan
Pemkot Jaktim Akan Menata Trotoar di Depan RS UKI Setelah PKL Direlokasi

Pemkot Jaktim Akan Menata Trotoar di Depan RS UKI Setelah PKL Direlokasi

Megapolitan
Diperiksa Terkait Laporan Luhut, Haris Azhar dan Fatia Dimintai Keterangan Soal Akun Youtube

Diperiksa Terkait Laporan Luhut, Haris Azhar dan Fatia Dimintai Keterangan Soal Akun Youtube

Megapolitan
Akibat Hujan Deras Hari Ini, Ada 8 Titik Banjir di Jakarta Pusat

Akibat Hujan Deras Hari Ini, Ada 8 Titik Banjir di Jakarta Pusat

Megapolitan
Gugat Yusuf Mansur, 3 Pekerja Migran Tak Pernah Terima Bagi Hasil Program Tabung Tanah yang Dijanjikan

Gugat Yusuf Mansur, 3 Pekerja Migran Tak Pernah Terima Bagi Hasil Program Tabung Tanah yang Dijanjikan

Megapolitan
UPDATE 18 Januari: 856 Kasus Omicron di Jakarta, Kasus Aktif Covid-19 Capai 4.297

UPDATE 18 Januari: 856 Kasus Omicron di Jakarta, Kasus Aktif Covid-19 Capai 4.297

Megapolitan
Pelajar dan Pengajar Positif Covid-19 Selama PTM 100 Persen, 6 Sekolah di Jakarta Barat Ditutup Sementara

Pelajar dan Pengajar Positif Covid-19 Selama PTM 100 Persen, 6 Sekolah di Jakarta Barat Ditutup Sementara

Megapolitan
Wagub Berharap Jakarta Tetap Daerah Khusus meski Tak Lagi Ibu Kota

Wagub Berharap Jakarta Tetap Daerah Khusus meski Tak Lagi Ibu Kota

Megapolitan
Lapas Kelebihan Kapasitas, Kajati Jabar: Kasus Kecil Tak Perlu Masuk Pengadilan

Lapas Kelebihan Kapasitas, Kajati Jabar: Kasus Kecil Tak Perlu Masuk Pengadilan

Megapolitan
Polisi Tetapkan 6 Tersangka Pengeroyokan Anggota TNI AD, 3 Pelaku Masih Buron

Polisi Tetapkan 6 Tersangka Pengeroyokan Anggota TNI AD, 3 Pelaku Masih Buron

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.