Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Berburu Takjil di Kebon Kacang Jakpus, 2 Menu Buka Puasa Ini Jadi Primadona

Kompas.com - 25/03/2023, 18:18 WIB
Muhammad Isa Bustomi,
Ambaranie Nadia Kemala Movanita

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Waktu berbuka hal yang paling ditunggu oleh umat muslim saat berpuasa menahan hawa nafsu, makanan dan minum lebih dari setengah hari.

Tak jarang masyarakat memanfaatkan waktu menjelang berbuka untuk mencari menu minum dan makanan.

Salah satu kawasan yang menyediakan ragam jenis takjil ada di kawasan Kebon Kacang, tepat di belakang Mal Grand Indonesia (GI), Tanah Abang, Jakarta Pusat.

Baca juga: Suasana Ngabuburit Hari Ketiga Ramadhan 2023, Warga Berburu Takjil di Kebon Kacang Jakpus

Kompas.com menyambangi pasar takjil itu pada Sabtu (25/3/2023) sore. Pasar takjil itu berasa di akses jalan belakang Mal GI.

Aneka ragam makanan dan minuman tersedia di pasar takjil itu, mulai dari kue, gorengan, dan makanan tradisional, hingga sejumlah makanan berat.

Jajanan yang paling banyak diburu oleh warga saat menunggu waktu berbuka yakni aneka ragam es.

Setidaknya ada lebih dari empat jenis es yang dijual di atas meja panjang berukuran sekitar 1,5 meter dan lebar sekitar 30 sentimeter.

Es yang dijual seperti es buah, es jeruk, es jeruk campur kelapa, dan es buah mangga.

Baca juga: Cerita Warga Berburu Takjil di Benhil: Kaget, Banyak Banget yang Jualan

Sejumlah pengunjung rela antre untuk membeli es tersebut. Harganya tak lebih dari Rp 15.000.

"Abang berapa bang?" tanya pedagang es kepada pembeli.

"Saya beli dua ya. Satu es jeruk, satu es buah," sahut pembeli.

Bergeser ke dalam jalan pasar takjil, terdapat juga pedagang tahu pedas yang menjadi incaran para warga.

Terlihat warga rela berbaris untuk bisa membeli tahu pedas "Jeletot" itu.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Kisah Sumardi Bangga Layani Peziarah di TMP Kalibata Selama 34 Tahun

Kisah Sumardi Bangga Layani Peziarah di TMP Kalibata Selama 34 Tahun

Megapolitan
Hujan Deras, Bekasi Terendam Banjir di Beberapa Titik

Hujan Deras, Bekasi Terendam Banjir di Beberapa Titik

Megapolitan
Jakarta Hujan Lebat, Cilincing dan Kelapa Gading Tergenang Air

Jakarta Hujan Lebat, Cilincing dan Kelapa Gading Tergenang Air

Megapolitan
Imbas Hujan Deras, Kawasan Daan Mogot Jakarta Barat Muncul Genangan Air

Imbas Hujan Deras, Kawasan Daan Mogot Jakarta Barat Muncul Genangan Air

Megapolitan
BPBD: Bekasi Berpotensi Hujan Sedang-Lebat Disertai Kilat dan Angin Kencang, Ini Lokasinya

BPBD: Bekasi Berpotensi Hujan Sedang-Lebat Disertai Kilat dan Angin Kencang, Ini Lokasinya

Megapolitan
BPBD: Jakarta Berpotensi Hujan Sedang-Lebat, Ini Lokasinya

BPBD: Jakarta Berpotensi Hujan Sedang-Lebat, Ini Lokasinya

Megapolitan
Pilih Pulang Hari Jumat, Sejumlah Pemudik Asal Jawa Barat Sebut Jalanan Lancar

Pilih Pulang Hari Jumat, Sejumlah Pemudik Asal Jawa Barat Sebut Jalanan Lancar

Megapolitan
Polisi Prediksi Puncak Arus Balik Pemudik Masuk ke Jawa Barat Terjadi pada Senin dan Selasa

Polisi Prediksi Puncak Arus Balik Pemudik Masuk ke Jawa Barat Terjadi pada Senin dan Selasa

Megapolitan
Mengenal Sumardi, 'Google Maps' Berjalan di TMP Kalibata

Mengenal Sumardi, "Google Maps" Berjalan di TMP Kalibata

Megapolitan
Siang Ini, 'One Way' dari Puncak ke Arah Jakarta Diberlakukan

Siang Ini, "One Way" dari Puncak ke Arah Jakarta Diberlakukan

Megapolitan
Polres Depok Turunkan 200 Personel, Pantau Rumah Kosong Warga yang Mudik

Polres Depok Turunkan 200 Personel, Pantau Rumah Kosong Warga yang Mudik

Megapolitan
Polisi Berlakukan 'Contraflow' dari GT Ciawi ke Puncak

Polisi Berlakukan "Contraflow" dari GT Ciawi ke Puncak

Megapolitan
Puncak Arus Wisata dan Mudik Lebaran di Jalur Puncak Diprediksi Terjadi Sabtu-Minggu

Puncak Arus Wisata dan Mudik Lebaran di Jalur Puncak Diprediksi Terjadi Sabtu-Minggu

Megapolitan
'One Way' Diberlakukan ke Arah Puncak karena Volume Kendaraan Meningkat

"One Way" Diberlakukan ke Arah Puncak karena Volume Kendaraan Meningkat

Megapolitan
Rela Macet-macetan, asal ke Puncak...

Rela Macet-macetan, asal ke Puncak...

Megapolitan
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com