Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Menengok Planetarium dan Observatorium Jakarta yang Tutup Lebih dari 1.450 Hari...

Kompas.com - 05/03/2024, 05:37 WIB
Xena Olivia,
Ambaranie Nadia Kemala Movanita

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Pengunjung Taman Ismail Marzuki (TIM), Menteng, Jakarta Pusat memenuhi area selasar, Senin (4/3/2024).

Suasananya hening. Di antara pengunjung yang datang berkelompok, sebagian besar dari mereka duduk sambil bermain ponsel.

Sesekali, samar-samar terdengar celetukan dan gelak tawa di tengah percakapan yang bervolume pelan.

Baca juga: Menengok Gedung Planetarium Jakarta yang hingga Kini Tak Kunjung Beroperasi

Di balik keheningan itu, ada gedung Planetarium dan Observatorium berdiri megah tanpa kehidupan.

Apabila dihitung sejak 14 Maret 2020, gedung putih berbentuk kubah itu telah tutup selama 1.451 hari hingga Senin kemarin.

Banyak yang merindukan kelap-kelip bintang dan ilmu astronomi di sana, di antaranya Himpunan Astronom Amatir Jakarta (HAAJ), Forum Pelajar Astronomi, dan Forum Scientists Teenager.

Kerinduan itu diekspresikan melalui kiriman karangan bunga yang diletakkan di sisi gedung POJ.

Tiga papan itu berwarna mencolok, kontras dengan gedung POJ yang putih kusam.

Baca juga: Planetarium di TIM Masih Tutup, Warga: Sayang Banget, Padahal Bisa untuk Belajar Anak-anak

Tulisannya seragam, yaitu "Memperingati 1.450 Hari Planetarium Observatorium Jakarta 'Tutup'".

Melalui Instagram resminya, HAAJ mengungkapkan harapannya agar POJ kembali beroperasi.

"Pada tanggal 14 Maret 2020, tepatnya 1.450 hari lalu, Planetarium dan Observatorium Jakarta menutup pintunya bagi publik demi angan-angan merevitalisasi Taman Ismail Marzuki.

Alih-alih merasakan nikmatnya proyektor bintang mutakhir bersama dengan senyuman dan kisah publik, teater bintang masih kosong. Asa itu kini hilang menjadi nelangsa.

Tak apa lah jika proyektor saja yang terlupa. Namun, kubah teropong kami digusur, ruang kelas kami disikat, bahkan rekan-rekan kami tidak bisa bekerja di "rumah kedua" yang kami rindukan.

Apa daya, kami hanya bisa memohon doa pada Tuhan atas restu dan petunjuknya. Karena bagaimanapun itu HAAJ tetap teguh pada bakti kami, membumikan astronomi untuk bangsa Indonesia," tulis HAAJ dalam unggahannya, Minggu (3/3/2024).

Baca juga: Proyektor Star Ball yang Tak Berfungsi di Planetarium TIM Disebut Keluaran 1997

Berdasarkan catatan Kompas.com, Gedung POJ tak kunjung dibuka karena proyektor jenis star ball itu tak berfungsi.

Menurut PT Jakarta Propertindo (Jakpro) pada Maret 2023, star ball itu tergolong berusia tua sehingga proyektor di Teater Bintang tersebut akan diganti.

Proyektor itu keluaran 1997.

Namun, hingga kini, Gedung POJ belum juga beroperasi.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Jasad Perempuan Ditemukan Tersangkut di Kali Mookervart Cengkareng

Jasad Perempuan Ditemukan Tersangkut di Kali Mookervart Cengkareng

Megapolitan
Puslabfor Butuh Waktu Tiga Pekan untuk Ketahui Penyebab Kebakaran Toko “Saudara Frame”

Puslabfor Butuh Waktu Tiga Pekan untuk Ketahui Penyebab Kebakaran Toko “Saudara Frame”

Megapolitan
Bukan Larang Massa Aksi Shalat, Ini Alasan Pagar Gedung Sapta Pesona Dikunci

Bukan Larang Massa Aksi Shalat, Ini Alasan Pagar Gedung Sapta Pesona Dikunci

Megapolitan
Olah TKP “Saudara Frame” Mampang, Puslabfor Bawa Mesin Gerinda hingga Sampel Cairan dari 'Basement'

Olah TKP “Saudara Frame” Mampang, Puslabfor Bawa Mesin Gerinda hingga Sampel Cairan dari "Basement"

Megapolitan
Massa Demo di Patung Kuda, Tuntut agar Presiden Jokowi Diadili

Massa Demo di Patung Kuda, Tuntut agar Presiden Jokowi Diadili

Megapolitan
Perempuan yang Tewas di Pulau Pari Ditemukan Terbungkus Kardus AC

Perempuan yang Tewas di Pulau Pari Ditemukan Terbungkus Kardus AC

Megapolitan
Ingin Shalat Dzuhur, Pedemo Panjat dan Jebol Gerbang Gedung Sapta Pesona

Ingin Shalat Dzuhur, Pedemo Panjat dan Jebol Gerbang Gedung Sapta Pesona

Megapolitan
Fakta Wanita yang Ditemukan Tewas di Ruko Kelapa Gading, Korban Baru Bekerja 2 Hari dan Sempat Mengeluh Sakit

Fakta Wanita yang Ditemukan Tewas di Ruko Kelapa Gading, Korban Baru Bekerja 2 Hari dan Sempat Mengeluh Sakit

Megapolitan
Sekda Supian Suri Disebut Ambil Formulir ke PAN untuk Jadi Calon Wali Kota Depok

Sekda Supian Suri Disebut Ambil Formulir ke PAN untuk Jadi Calon Wali Kota Depok

Megapolitan
Perempuan Ditemukan Tewas di Pulau Pari, Polisi: Dibunuh 'Pelanggannya'

Perempuan Ditemukan Tewas di Pulau Pari, Polisi: Dibunuh "Pelanggannya"

Megapolitan
Polisi Tangkap Pembunuh Wanita Hamil di Ruko Kelapa Gading

Polisi Tangkap Pembunuh Wanita Hamil di Ruko Kelapa Gading

Megapolitan
'Sweeping' Pelajar dan Anarko Ikut Demo di MK, Polisi Jaga Pintu Tol Bekasi Barat

"Sweeping" Pelajar dan Anarko Ikut Demo di MK, Polisi Jaga Pintu Tol Bekasi Barat

Megapolitan
Fraksi PDI-P Minta Pemprov DKI Tak Terburu-buru Nonaktifkan NIK Warga Jakarta di Daerah

Fraksi PDI-P Minta Pemprov DKI Tak Terburu-buru Nonaktifkan NIK Warga Jakarta di Daerah

Megapolitan
Mantan Walkot Bekasi Tri Adhianto Ikut Penjaringan Cawalkot Bekasi dari PDI-P

Mantan Walkot Bekasi Tri Adhianto Ikut Penjaringan Cawalkot Bekasi dari PDI-P

Megapolitan
Puslabfor Olah TKP Toko 'Saudara Frame' di Mampang yang Terbakar

Puslabfor Olah TKP Toko "Saudara Frame" di Mampang yang Terbakar

Megapolitan
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com