Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Jadwal Pra-PPDB SD dan SMP Kota Tangerang 2024 dan Cara Daftarnya

Kompas.com - 18/04/2024, 13:21 WIB
Tari Oktaviani

Penulis

KOMPAS.com - Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Tangerang telah membuka Pra-Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) jenjang sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP) tahun ajaran 2024. 

Untuk jenjang SD sudah dibuka dari tanggal 25 Maret-31 Mei 2024, sedangkan jenjang SMP dilaksanakan mulai 16 April-20 Juni 2024.

Dilansir dari situs resmi Pemkot Tangerang, Pra-PPDB ini harus dilakukan sebagai prosedur mendapatkan nomor pendaftaran yang dibutuhkan. Dalam tahap ini, peserta didik akan mendapatkan PIN yang akan berfungsi dalam pelaksanaan PPDB mendatang.

Adapun berikut ini data yang diminta dan cara daftarnya.

Daftar data yang dibutuhkan

Data yang dibutuhkan jenjang SD

  • NIK
  • Nomor KK
  • MSN (jika ada)
  • Nama lengkap
  • Tempat Tanggal Lahir
  • Jenis Kelamin
  • Nama Ibu Kandung
  • Alamat Lengkap
  • No Telepon (Whatsapp)
  • Asal Sekolah
  • NPSN Sekolah Asal
  • Upload Kartu Keluarga 
  • Upload KTP Orang Tua

Data yang dibutuhkan jenjang SMP

  • NIK
  • Nomor KK
  • NISN (jika ada)
  • Nama lengkap
  • Tempat Tanggal Lahir
  • Jenis Kelamin
  • Nama Ibu Kandung
  • Alamat Lengkap
  • No Telepon (Whatsapp)
  • Asal Sekolah
  • NPSN Sekolah Asal
  • Upload Kartu Keluarga
  • Upload KTP Orang Tua
  • Lulusan luar kota wajib upload rapor asli

Baca juga: PPDB 2024, Tes Calistung Tidak Menjadi Syarat Masuk SD

Cara Daftar

  • Kunjungi situs resmi https://prappdb.tangerangkota.go.id/
  • Pilih "Daftar"
  • Masukan NIK
  • Isi form yang disediakan
  • Setelah melakukan pendaftaran, peserta akan mendapatkan nomor pendaftaran melalui WhatsApp yang didaftarkan. Nomor pendaftaran berfungsi untuk melihat hasil pendaftaran.
  • Jika hasil pendaftaran menyatakan peserta diterima. Peserta akan mendapatkan kode PIN melalui WhatsApp yang telah didaftarkan. Jika pendaftaran ditolak, peserta dapat mengulangi pendaftaran. 
Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

3.772 Kendaraan Ditilang karena Lawan Arah di 17 Lokasi di Jakarta

3.772 Kendaraan Ditilang karena Lawan Arah di 17 Lokasi di Jakarta

Megapolitan
Polisi Sebut Pengunjung di Tebet Eco Park Tertimpa Dahan Pohon Flamboyan

Polisi Sebut Pengunjung di Tebet Eco Park Tertimpa Dahan Pohon Flamboyan

Megapolitan
Supian Suri Dilaporkan Terkait Dugaan Pelanggaran Netralitas ASN, Bawaslu Teruskan ke KASN

Supian Suri Dilaporkan Terkait Dugaan Pelanggaran Netralitas ASN, Bawaslu Teruskan ke KASN

Megapolitan
Supian Suri Dilaporkan ke Bawaslu Depok Terkait Dugaan Pelanggaran Netralitas ASN

Supian Suri Dilaporkan ke Bawaslu Depok Terkait Dugaan Pelanggaran Netralitas ASN

Megapolitan
Pengamat : Ahok Punya Kelebihan Buat Maju Pilkada DKI 2024

Pengamat : Ahok Punya Kelebihan Buat Maju Pilkada DKI 2024

Megapolitan
Pohon Tumbang Timpa Seorang Pengunjung Tebet Eco Park, Korban Dilarikan ke Rumah Sakit

Pohon Tumbang Timpa Seorang Pengunjung Tebet Eco Park, Korban Dilarikan ke Rumah Sakit

Megapolitan
Kecelakaan Tewaskan Pengendara Motor di Basura Jaktim, Polisi Masih Selidiki

Kecelakaan Tewaskan Pengendara Motor di Basura Jaktim, Polisi Masih Selidiki

Megapolitan
3 ASN Pemkot Ternate Ditetapkan sebagai Tersangka Kasus Narkoba di Jakarta

3 ASN Pemkot Ternate Ditetapkan sebagai Tersangka Kasus Narkoba di Jakarta

Megapolitan
Kronologi Mobil Tabrakan dengan Pikap dan Motor di Depok, Pengemudi Hilang Kendali

Kronologi Mobil Tabrakan dengan Pikap dan Motor di Depok, Pengemudi Hilang Kendali

Megapolitan
Tembak Kaki Pembunuh Imam Mushala, Polisi: Ada Indikasi Melarikan Diri

Tembak Kaki Pembunuh Imam Mushala, Polisi: Ada Indikasi Melarikan Diri

Megapolitan
Toyota Yaris Tabrak Mobil Pikap dan Motor di Depok, 5 Orang Luka-luka

Toyota Yaris Tabrak Mobil Pikap dan Motor di Depok, 5 Orang Luka-luka

Megapolitan
Demi Kelabui Polisi, Galang Cukur Kumis dan Potong Rambut Usai Bunuh Imam Mushala di Kebon Jeruk

Demi Kelabui Polisi, Galang Cukur Kumis dan Potong Rambut Usai Bunuh Imam Mushala di Kebon Jeruk

Megapolitan
Ditusuk Sedalam 19 Cm, Imam Mushala di Kebon Jeruk Meninggal Saat Dirawat di RS

Ditusuk Sedalam 19 Cm, Imam Mushala di Kebon Jeruk Meninggal Saat Dirawat di RS

Megapolitan
Dharma Pongrekun Ikut Pilkada DKI Jalur Independen, Pengamat : Harus Dapat Simpati Warga Buat Menang

Dharma Pongrekun Ikut Pilkada DKI Jalur Independen, Pengamat : Harus Dapat Simpati Warga Buat Menang

Megapolitan
Polisi Periksa 4 Saksi Kasus Tewasnya Rojali, Korban Penganiayaan di Bogor

Polisi Periksa 4 Saksi Kasus Tewasnya Rojali, Korban Penganiayaan di Bogor

Megapolitan
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com