Sabtu, 19 April 2014

News / Megapolitan

Sindiran Farhat kepada Jokowi di Twitter

Rabu, 28 Agustus 2013 | 09:04 WIB
KOMPAS. com/Indra Akuntono Farhat Abbas

JAKARTA, KOMPAS.com — Farhat Abbas melontarkan pernyataan bernada kritik terhadap Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo. Suami Nia Daniati ini memberikan beberapa penilaian terhadap perilaku dari Mantan Wali Kota Surakarta yang saat ini memimpin Ibu Kota tersebut.

Salah satu kicauan Farhat yang paling menohok yakni "menyindir" Jokowi yang beberapa kali menjadi tim sukses bagi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI P) dalam kampanye di beberapa pemilihan kepala daerah di luar Jakarta. Farhat menilai Jokowi bukan merupakan figur yang independen lantaran masih terikat dengan partai pengusungnya dalam Pilkada DKI Jakarta itu.

"Orang di Jakarta memilih Jokowi bukan karena PDI-P-nya, tetapi karena Jokowi dianggap mampu bangun Jakarta makanya orang butuh dia. Makanya, butuh figur yang independen dan tidak terikat dengan partai," kata Farhat, saat dihubungi Kompas.com, Rabu (28/8/2013) pagi.

Farhat mempertanyakan mengapa Jokowi mesti menjadi juru kampanye dalam setiap pencalonan gubernur di luar Jakarta. Menurutnya, dengan hadir terus sebagai juru kampanye, Jokowi dinilai tidak menggunakan tenaganya secara full bagi Jakarta.

"Apa blusukan itu harus ke daerah-daerah? Ada terus setiap kampanye. Berarti tenaganya enggak full di Jakarta. Iya kalau menang, kalau enggak. Nanti semua gubernur dikampanyekan sama dia," cetus Farhat.

Ia mengatakan, dengan cara seperti itu, Jokowi tidak perlu bermimpi untuk menjadi presiden dan dapat mengurus negara dengan baik. Jokowi dinilainya bukan negarawan yang baik karena bekerja bukan untuk rakyat tetapi untuk partai.

"Tidak perlu (jadi juru kampanye). Dia bukan negarawan yang baik. Dia bukan pekerja rakyat tapi pekerja partai. Kalau di Solo bolehlah, kalau di Jakarta janganlah begitu," kata Farhat.

Untuk diketahui, Jokowi memang kerap menjadi juru kampanye bagi beberapa pasangan cagub dan cawagub di luar Jakarta yang diusung oleh PDI-P. Beberapa di antaranya yakni menjadi juru kampanye pasangan Rieke Diah Pitaloka-dan Teten Madsuki di pilgub Jawa Barat.

Kemudian Jokowi juga kembali menjadi juru kampanye dalam pilgub di Jawa Tengah untuk pemenangan pasangan Ganjar Pranowo dan Heru Sudjatmoko. Selain itu, saat ini Jokowi juga menjadi juru kampanye pula bagi pasangan cagub dan cawagub di Jawa Timur, Bambang DH - Said Abdullah.

Berikut beberapa kicauan Farhat Abbas melalui akun Twitternya @farhatabbaslaw; Tweet from @farhatabbaslaw:
  • Jokowi pikir dia itu merek atau tukang jadiin orang kepala daerah! Kerjanya keliling2 jd tim sukses! Ninggalin jakarta! Prihatin!
  • Jokowi hanya merubah berita jakarta jadi baik, makmur, & gak macet,, tapi tak merubah kenyataan jakarta yg sebenarnya! Kasihan !
  • Jokowi itu bukan nama Presiden,, tapi nama menteri cocok lah,,,
  • Jokowi menghilangkan macet? Jokowi melenyapkan banjir? Jokowi menciptakan janji & mimpi ?

Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:

Penulis: Robertus Belarminus
Editor : Ana Shofiana Syatiri