Selasa, 23 Desember 2014

News / Megapolitan

Soal Lurah Susan, Jokowi Tolak Saran Mendagri

Jumat, 27 September 2013 | 14:31 WIB
KOMPAS IMAGES/VITALIS YOGI TRISNA Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo usai menghadiri acara Rakernis Fungsi Lalu Lintas 2013 di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Selasa (19/3/2013). Rapat ini membahas cara untuk memberikan keamanan dan kelancaran lalu lintas menjelang Pemilu tahun 2014.
JAKARTA, KOMPAS.com —Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo menegaskan tidak akan mengikuti saran dari Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi untuk mengevaluasi penempatan Lurah Lenteng Agung Susan Jasmine Zulkifli dalam waktu dekat ini.

"Ndak, ndak. Tetap kita evaluasi, tapi tunggu enam bulan, ndak sekarang," ujarnya kepada wartawan di Balaikota, Jakarta, Jumat (27/9/2013).

Wartakotalive.com/Dwi Rizki Lurah Lenteng Agung Susan Jasmine Zulkifli.

Jokowi menegaskan, penempatan Lurah Susan di Lenteng Agung telah tepat karena telah melewati proses uji kompetensi dan kelaikan. Apalagi Susan mendapat nilai yang cukup baik dalam proses tersebut.

Jokowi pun memiliki kekhawatiran jika dirinya mengakomodasi tuntutan warga, ia bisa diartikan mengingkari proses lelang jabatan yang telah dilaksanakannya. Selain itu, Jokowi juga khawatir akan bermunculan penolakan yang lainnya.

"Karena kalau setiap demo saya evaluasi, demo evaluasi, semua nanti demo minta ganti lurah dan camat, ya repot saya," lanjutnya.

Sebelumnya, Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Gamawan Fauzi meminta Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo alias Jokowi mengevaluasi segera penempatan Susan Jasmine Zulkifli sebagai Lurah Lenteng Agung, Jakarta Selatan. Penolakan warga terhadap Susan dikhawatirkan mengganggu kinerjanya.

"Ada prinsip dalam penempatan seseorang dalam jabatan, yaitu the right man on the right place, atau the right man on the right job. Nah, ini kiranya bisa jadi pertimbangan (Gubernur) DKI," ujar Gamawan.


Penulis: Fabian Januarius Kuwado
Editor : Eko Hendrawan Sofyan