Kamis, 21 Agustus 2014

News / Megapolitan

Revitalisasi Kota Tua Dimulai 13 Maret 2014

Rabu, 5 Maret 2014 | 10:03 WIB
KOMPAS/LASTI KURNIA Pedagang kaki lima menempati selasar disamping kiri gedung Museum Fatahillah , Jakarta, Rabu (5/12/2012). Penataan pedagang kaki lima telah dimulai di kawasan Kota Tua. PKL diberbolehkan berjualan namum pada tempat yang telah ditentukan.

JAKARTA, KOMPAS.com - Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan DKI Jakarta Arie Budiman memastikan, revitalisasi kawasan Kota Tua bakal dilaksanakan mulai 13 Maret 2014. Revitalisasi itu dimulai dari gedung PT Pos Indonesia, seberang Museum Fatahillah.

"Rencananya, Pak Gubernur DKI sendiri yang akan meluncurkan dimulainya revitalisasi," ujar Arie kepada wartawan, Rabu (5/3/2014).

Revitalisasi tersebut, kara Arie, menggunakan pendekatan konservasi, yakni dengan cara merehabilitasi bangunan tua yang sudah lama tak dihuni sehingga tidak terawat baik. Catatannya, terdapat 85 bangunan yang akan direvitalisasi. Jumlah itu akan berkembang. Tidak hanya merehabilitasi fisik bangunan, revitalisasi juga menyasar pada mengaktifkan kegiatan-kegiatan berbasis seni dan budaya hingga industri kreatif di gedung tersebut.

Revitalisasi jangka panjang, lanjut Arie, juga akan mengintegerasikan wisata berbasis kekayaan budaya dengan wisata berbasis sejarah di Jakarta. Wisata kekayaan budaya, dikenal bernama Heritage Trail, yakni mulai dari Sunda Kelapa ke arah Ancol. Sementara wisata sejarah dikenal bernama Patriot Trail, mulai dari Monas ke beberapa titik di sekitar.

"Khazanah mulai dari Kota Tua hingga Monas kita ekspos. Heritage trail dengan patriot trail akan kita hubungkan. Ini akan memiliki value luar biasa bagi bagian sejarah kota," ujarnya.

Revitalisasi tersebut, lanjut Arie, dikomandoi oleh banyak pihak, misalnya Dinas Pariwisata dan Kebudayaan DKI Jakarta, swasta yang membentuk konsorsium, yayasan peduli bangunan tua dan sejarah serta BUMN. Pihak-pihak itu juga sekaligus menjadi sumber pendanaan.

Penulis: Fabian Januarius Kuwado
Editor : Ana Shofiana Syatiri