Sabtu, 25 Februari 2017

Megapolitan

Jakarta Kembali Banjir, Anies Sindir Ahok

Jumat, 17 Februari 2017 | 16:56 WIB
Akhdi Martin Pratama Calon gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan saat di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan pada Jumat (17/2/2017).

JAKARTA, KOMPAS.com - Calon gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, menyindir Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok mengenai kawasan Jakarta yang kembali terendam banjir.

Ia mengatakan, pada debat yang diselenggarakan stasiun televisi swasta beberapa waktu lalu, Ahok menyebut air kiriman bukan menjadi permasalahan bagi warga Jakarta.

"Anda bisa cek apa yang diungkapkan Pak Basuki pada debat pertama di NET TV. Pada saat itu saya sampaikan, jadi ada banjir dari hulu. Beliau menyampaikan banjir dari hulu sudah enggak masalah lagi," ujar Anies di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat (17/2/2017).

(Baca juga: Anies Siapkan Strategi untuk Hadapi Putaran Kedua Pilkada DKI 2017)

Anies menambahkan, air kiriman dari hulu saat ini masih meresahkan bagi warga Jakarta.

Sebab, jika debit air di Bendungan Katulampa tinggi, sejumlah kawasan di Jakarta akan terendam banjir.

"Ternyata itu (banjir) masih jadi masalah. Itu yang harus diantisipasi. Seakan-akan hulu bukan masalah. Memang masih. Bahkan muncul sekarang," ucap dia.

Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan ini mengaku mempunyai solusi untuk mengatasi permasalahan banjir di Jakarta.

"Kalau air hujan dialirkan horizontal ke sungai ya nanti yang hilir akan terima kiriman. Karena itu di atas sana airnya harus dimasukkan ke bawah (tanah) sehingga tidak akan mulai terkirim ke sini (hilir)," kata Anies.

(Baca juga: Anies: "Kirain" Sudah Bebas Banjir)

Banjir merendam sejumlah kawasan di sepanjang daerah aliran sungai (DAS) Ciliwung pada Kamis (16/2/2017) kemarin.

Banjir terjadi karena normalisasi sungai Ciliwung belum optimal. Saat ini, aliran Ciliwung di Kampung Pulo dan Bukit Duri sedang dinormalisasi.

Permukiman liar yang dulu banyak di sepanjang bantaran kali sudah digusur. Penertiban permukiman liar di Kampung Pulo dilakukan bersamaan dengan pembangunan jalan inspeksi dan pembuatan turap.

Kompas TV Pasca-banjir bandang yang melanda Kecamatan Astanajapura, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, para pelajar dan guru, mulai membersihkan sekolah yang terendam banjir. Pihak sekolah berharap, pemerintah membantu pencegahan banjir dan juga perbaikan data. Sejumlah pelajar SMPN 1 Astanajapura, Cirebon, gotong royong membersihkan lumpur di ruang kelas. Mereka membersihkan sisa kotoran di 27 kelas, ruang guru dan kepala sekolah. Kegiatan belajar mengajar pun terpaksa diliburkan. Selain itu, puluhan siswa SDN 2 Kanci, juga membersihkan sisa kotoran banjir. Mereka mengaku memiliki kendala, karena sekolah berdekatan dengan areal persawahan yang masih tergenang banjir. Kepala sekolah SDN 2 Kanci bahkan menambahkan, banyak data penting sekolah yang rusak dan hanyut.



Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:

Penulis: Akhdi Martin Pratama
Editor : Icha Rastika
TAG: