Pengemudi Grab yang Ditabrak Sopir Angkot Tak Kuliah 2 Semester karena Masalah Ekonomi - Kompas.com

Pengemudi Grab yang Ditabrak Sopir Angkot Tak Kuliah 2 Semester karena Masalah Ekonomi

Andri Donnal Putera
Kompas.com - 10/03/2017, 15:17 WIB
KOMPAS.com / ANDREAS LUKAS ALTOBELI Suasana saat supir angkot melakukan demo dengan aksi mogok tarik penumpang di Pusat Pemerintahan Kota Tangerang, Rabu (8/3/2017). Ratusan sopir meminta pemerintah agar melarang angkutan online beroperasi di Tangerang.

Tangerang, KOMPAS.com - Ichtirayul Jamil (21), pengemudi GrabBike yang koma karena ditabrak sopir angkot tembak berinisial SBH (22), disebut tidak berkuliah selama dua semester terakhir. Ia merupakan mahasiswa di Universitas Muhammadiyah Tangerang (UMT).

"Dari akhir semester tiga itu saudara Jamil tidak berkuliah lagi. Dari yang kami dengar, karena sedang ada masalah ekonomi. Kalau dia masih kuliah, harusnya sekarang sudah masuk semester enam," kata Kepala Sekretariat Universitas Muhammadiyah Tangerang (UMT) Ahmad Nasuhi Yusuf kepada Kompas.com, Jumat (10/3/2017).

Adapun Jamil koma setelah ditabrak SBH saat ada bentrokan antara sopir angkot dan ojek "online" di Jalan Perintis Kemerdekaan, Kota Tangerang, Rabu (8/3/2017). 

(Baca juga: Kondisi Pengemudi GrabBike yang Ditabrak Sopir Angkot Makin Membaik)

Meski sudah tidak berkuliah selama dua semester, Nasuhi memastikan bahwa Jamil masih tercatat sebagai mahasiswa aktif di UMT.

Pihak kampus juga akan membantu pengurusan administrasi jika nantinya Jamil hendak melanjutkan kuliahnya di sana.

Jamil tercatat sebagai mahasiswa D3 Akuntansi di UMT sejak 2014. Sebagai mahasiswa, dia juga melakukan pekerjaan sampingan dengan menjadi pengemudi GrabBike di kawasan Tangerang dan sekitarnya.

SBH selaku tersangka tunggal penabrak Jamil telah ditangkap Polres Metro Tangerang sejak Kamis (9/3/2017).

Dari pengakuannya, SBH tidak kenal dengan Jamil. Saat kejadian berlangsung, Jamil nampak mengenakan jaket dan helm GrabBike.

Dia yang berdiri di pinggir Jalan Perintis Kemerdekaan dan langsung ditabrak SBH dengan kecepatan tinggi yang membuat Jamil terpental beberapa meter ke depan.

Bahkan, dari video yang direkam di lokasi, nampak helm Jamil terlepas akibat kencangnya tabrakan SBH.

(Baca juga: Pengemudi Grabbike yang Ditabrak Sopir Angkot Tercatat sebagai Mahasiswa)

Setelah menabrak Jamil, SBH menabrak dua orang lain di depan Jamil. Dua orang tersebut didapati hanya luka ringan dan sudah menjalani rawat jalan sejak kemarin.

SBH mengaku kesal dengan keberadaan ojek online yang dianggap menurunkan pendapatan sopir angkot.

Pada hari yang sama dengan kejadian tabrak lari itu, memang sedang ada bentrok antara sopir angkot dengan ojek online di Tangerang.

Kompas TV Susahnya penyelenggara angkutan kota bersaing dengan ojek berbasis aplikasi memang tidak lepas dari permodalan. Penyelenggara ojek online yang ada di Indonesia memang dibekingi modal hingga triliunan rupiah. Penyelenggara ojek berbasis aplikasi terbesar di antaranya Gojek dan Grab. Gojek hingga kini telah masuk jajaran startup "unicorn", alias perusahaan bermodal lebih dari Rp 13 triliun. Di belakang Gojek terdapat nama-nama investor dunia seperti Sequoia, Northstar hingga Rakuten.

PenulisAndri Donnal Putera
EditorIcha Rastika
Komentar

Close Ads X