Sidang Ahok Kembali Digelar, Lima Saksi Meringankan Dihadirkan - Kompas.com

Sidang Ahok Kembali Digelar, Lima Saksi Meringankan Dihadirkan

Kurnia Sari Aziza
Kompas.com - 14/03/2017, 06:16 WIB
AFP PHOTO / POOL / Tatan SYUFLANA Gubernur nonaktif DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama berada di ruang sidang PN Jakarta Utara, Selasa (13/12/2016).


JAKARTA, KOMPAS.com -
Lima saksi meringankan terdakwa Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok akan dihadirkan pada persidangan kasus dugaan penodaan agama, Selasa (14/3/2017), di auditorium Kementerian Pertanian, Jakarta Selatan.

Adapun lima saksi yang akan bersaksi dalam sidang ke-14 Ahok adalah ahli hukum pidana dari Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta, Edward Omar Sharif Hiariej.

Kemudian, saksi kedua adalah Juhri yang merupakan pegawai negeri sipil (PNS) Kabupaten Belitung, Provinsi Bangka Belitung, Ferry Lukmantara yang merupakan guru SD 17 Badau, Tanjung Pandan, Belitung Timur, Suyanto, seorang sopir asal Dusun Ganse, Gantong, Belitung Timur, serta Fajrun, teman SD Ahok dari Dusun Lenggang.

Sama seperti persidangan sebelumnya, Ahok hanya memelajari berita acara pemeriksaan (BAP) saksi sebelum persidangan. Saat menghadiri deklarasi dukungan Gerakan Relawan Agus-Silvy (Gerasi) dan kader Partai Demokrat di Jalan Talang, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (13/3/2017), Ahok sempat berpamitan kepada para relawan untuk persiapan menghadapi sidang.

"Saya minta dukungan dan doanya juga. Saya harus permisi untuk ketemu pengacara saya, doakan saya karena besok (hari ini) masih sidang," kata Ahok di hadapan para relawan pendukungnya.

Adapun penasihat hukum Ahok sebelumnya juga sudah menghadirkan kakak angkat Ahok Andi Analta Amier, politisi Partai Golkar, Bambang Waluyo Wahab, serta mantan calon wakil gubernur Bupati Belitung Eko Cahyono.

Hanya saja, majelis hakim menolak kesaksian Andi. Hal itu disebabkan karena Andi sebelumnya telah menghadiri sidang dugaan penodaan agama.

Ahok didakwa melakukan penodaan agama karena mengutip surat Al-Maidah ayat 51 saat kunjungan kerja ke Kepulauan Seribu. JPU mendakwa Ahok dengan dakwaan alternatif antara Pasal 156 huruf a KUHP atau Pasal 156 KUHP.

Kompas TV Sidang lanjutan perkara dugaan penodaan agama dengan terdakwa Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama kembali digelar di Auditorium Kementerian Pertanian, Jakarta Selatan. Sidang rencananya menghadirkan 4 orang ahli untuk didengarkan keterangannya. Sidang kasus penodaan agama ke-11 akan menghadirkan 4 orang ahli yang terdiri dari 2 ahli agama islam dan 2 ahli hukum pidana. Mereka adalah ahli hukum pidana abdul Chair Ramadhan dan Mudzakkir. Sedangkan ahli agama ialah Yunahar Ilyas dan Miftachul Akhyar. Abdul Chair Ramadhan merupakan ahli hukum pidana Majelis Ulama Indonesia dan ahli pidana Universitas Islam Indonesia Yogyakarta, Mudzakkir merupakan ahli yang berhalangan hadir di persidangan ke-10.

Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
PenulisKurnia Sari Aziza
EditorIndra Akuntono
Komentar

Close Ads X
Close [X]
Radio Live Streaming
Sonora FM • Motion FM • Smart FM