Warga Rusun Diingatkan Setor Iuran Sewa ke Rekening Setiap Bulan - Kompas.com

Warga Rusun Diingatkan Setor Iuran Sewa ke Rekening Setiap Bulan

Sherly Puspita
Kompas.com - 13/08/2017, 23:13 WIB
Rusun Pesakih, Daan Mogot, Kalideres, Jakarta Barat, Jumat (11/8/2017).Kompas.com/Sherly Puspita Rusun Pesakih, Daan Mogot, Kalideres, Jakarta Barat, Jumat (11/8/2017).

JAKARTA, KOMPAS.com - Pihak Bank DKI meminta warga rusun untuk tertib menyetorkan uang ke rekening masing-masing sejumlah besaran sewa unit rusun setiap bulannya.

Dengan demikian, pihak Bank DKI dapat langsung menarik uang sewa dari rekening masing-masing warga.

"Mereka harus memperhatikan kapan harus bayar rusun, ini adalah kedewasaan warga rusun karena kan mereka sudah menempati rusun. Imbauannya sudah jelas," ujar Humas Bank DKI Zulfarsyah ketika dihubungi Kompas.com, Minggu (13/8/2017).

(Baca juga: Penghuni Rusun Diminta Proaktif Laporkan Kendala Pembayaran Sewa)

Ia meminta, setiap tanggal pemotongan sewa yang telah disepakati, rekening tabungan penghuni rusun terisi minimal sejumlah biaya sewa rusun.

Nantinya, uang dalam rekening penghuni rusun akan terpotong otomatis sesuai dengan nilai sewa yang harus dibayar.

"Jadi kami tidak input satu per satu. Jadi setiap tanggal yang sudah ditentukan ya akan terpotong oleh sistem," kata dia.

Ia menambahkan, berbagai kemudahan sebenarnya telah diberikan kepada para penghuni rusun. Bank DKI telah menyiapkan hadiah untuk warga agar tertib membayar sewa rusun.

"Misalkan saja, kami pernah mengimbau warga agar segera buka rekening dan nantinya akan dapat piring atau gelas, supaya mereka berlomba-lomba buka rekening, tetapi belum juga mengubah penghuni menjadi tertib," ujar Zulfarsyah.

Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman DKI Jakarta, Agustino Darmawan sebelumnya mengatakan, pihaknya akan mengeluarkan penghuni rusunawa yang menunggak sewa selama tiga bulan berturut-turut.

Penunggak yang akan diusir itu hanya penghuni kategori umum, atau bukan mereka yang terdampak penggusuran dan relokasi.

Meski demikian, aturan tersebut tidak membuat para penghuni rusun menjadi taat membayar sewa.

Sebagai contoh, lebih dari 100 kepala keluarga di dua rusunawa yang dikelola Unit Pengelola Rumah Susun (UPRS) Tambora, Jakarta Barat terancam harus angkat kaki karena menunggak pembayaran sewa rusun.

(Baca juga: Menunggak Sewa, Lebih dari 100 KK di Dua Rusun Terancam Angkat Kaki)

Kompas TV Para penunggak tercatat merupakan penyewa dengan usia produktif. Sebaliknya, penyewa lansia menyetor pembayaran dengan lancar.

PenulisSherly Puspita
EditorIcha Rastika
Komentar

Close Ads X
Close [X]
Radio Live Streaming
Sonora FM • Motion FM • Smart FM