Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Anggota DPRD DKI Jakarta Main Game Saat Rapat Paripurna, Pengamat: Tidak Etis

Kompas.com - 21/07/2023, 22:07 WIB
Abdul Haris Maulana

Editor

JAKARTA, KOMPAS.com - Pengamat Politik Adi Prayitno mengkritik Anggota DPRD DKI Jakarta Cinta Mega yang kedapatan bermain game saat rapat paripurna di Gedung DPRD DKI Jakarta, Jakarta Pusat, Kamis (20/7/2023).

Menurut Adi, aksi Anggota Fraksi PDI-P itu tidak seharusnya dilakukan oleh seorang anggota dewan.

"Saya kira ini menjadi pemandangan yang tidak etis, menjadi pemandangan yang tidak elok karena seorang anggota dewan itu adalah mereka yang wakil rakyat," kata Adi, dikutip dari YouTube Kompas TV, Jumat (21/7/2023).

Adi menjelaskan, seorang anggota dewan harus serius, fokus, dan berpikir untuk rakyat saat menjalankan rapat.

Baca juga: Cinta Mega Bantah Main Game Slot, Fraksi PDI-P: Kami Percaya 100 Persen

Pasalnya, anggota dewan mewakili rakyat sehingga kekuasaan dan kewenangan politiknya harus fokus dan ditujukan untuk kepentingan rakyat.

"Jadi, jangan sampai di tengah rapat justru oknum anggota dewan malah sibuk main game, sibuk untuk urusan-urusan yang tidak ada kaitannya dengan kepentingan rakyat," tegasnya.

Lebih lanjut, Adi menganggap wajar apabila banyak cacian dan amarah mengarah kepada Cinta.

"Oleh karena itu saya kira penting bagi dewan kehormatan untuk memanggil sang anggota dewan ini (Cinta) untuk dimintai klarifikasi, bahkan memberikan teguran supaya hal ini tidak terulang," tuturnya.

Baca juga: Anggota DPRD DKI Main Game Saat Sidang Paripurna, Pengamat: Apa Pun Alasannya, Tetap Pelanggaran Etik

Cinta Mega tertangkap kamera diduga sedang memainkan game judi slot saat rapat paripurna yang berlangsung pada Kamis.

Rapat itu membahas rancangan peraturan daerah (raperda) pertanggungjawaban pelaksanaan APBD DKI Jakarta tahun anggaran 2022.

Dalam detik-detik rekaman video yang diambil Kompas.com, tampak tablet milik Cinta diletakkan di atas meja dalam posisi layar berdiri.

Pada layar tab tampak permainan video game yang menyerupai slot. Namun, Cinta Mega membantah.

"Itu Candy Crush. Kan saya taro di meja bukan dimainkan. Ya mas, tolong ya saya. Kan saya tidak mainkan, coba tanya sama teman-teman, " ujar Cinta saat dikonfirmasi, Kamis.

Baca juga: Fraksi PDI-P Beri Peringatan Keras ke Cinta Mega karena Main Game saat Rapat

Cinta mengatakan, game itu hanya dimainkan saat menunggu rapat paripurna dimulai, yang dijadwalkan pada pukul 13.00 WIB.

Sedangkan rapat itu molor satu jam atau pukul 14.15 WIB.

Setelah rapat dimulai, Cinta mengaku menaruh tablet itu di meja. Namun, ia mengakui lupa mematikan tabletnya.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Usahanya Ditutup Paksa, Pemilik Restoran di Kebon Jeruk Bakal Tempuh Jalur Hukum jika Upaya Mediasi Gagal

Usahanya Ditutup Paksa, Pemilik Restoran di Kebon Jeruk Bakal Tempuh Jalur Hukum jika Upaya Mediasi Gagal

Megapolitan
Aktor Utama Pabrik Narkoba di Bogor Masih Buron, Polisi: Sampai Lubang Semut Pun Kami Cari

Aktor Utama Pabrik Narkoba di Bogor Masih Buron, Polisi: Sampai Lubang Semut Pun Kami Cari

Megapolitan
Polisi Amankan 8 Orang Terkait Kasus Pembacokan Remaja di Depok, 4 Ditetapkan Tersangka

Polisi Amankan 8 Orang Terkait Kasus Pembacokan Remaja di Depok, 4 Ditetapkan Tersangka

Megapolitan
Bukan Melompat, Disdik DKI Sebut Siswa SMP Jaksel Terpeleset dari Lantai 3

Bukan Melompat, Disdik DKI Sebut Siswa SMP Jaksel Terpeleset dari Lantai 3

Megapolitan
Insiden Siswa SMP Lompat dari Lantai 3, KPAI Minta Disdik DKI Pasang Sarana Keselamatan di Sekolah

Insiden Siswa SMP Lompat dari Lantai 3, KPAI Minta Disdik DKI Pasang Sarana Keselamatan di Sekolah

Megapolitan
3 Saksi Diperiksa Polisi dalam Kasus Dugaan Penistaan Agama yang Jerat Pejabat Kemenhub

3 Saksi Diperiksa Polisi dalam Kasus Dugaan Penistaan Agama yang Jerat Pejabat Kemenhub

Megapolitan
Seorang Pria Tewas Tertabrak Kereta di Matraman

Seorang Pria Tewas Tertabrak Kereta di Matraman

Megapolitan
Disdik DKI Bantah Siswa di Jaksel Lompat dari Lantai 3 Gedung Sekolah karena Dirundung

Disdik DKI Bantah Siswa di Jaksel Lompat dari Lantai 3 Gedung Sekolah karena Dirundung

Megapolitan
BNN Masih Koordinasi dengan Filipina Soal Penjemputan Gembong Narkoba Johan Gregor Hass

BNN Masih Koordinasi dengan Filipina Soal Penjemputan Gembong Narkoba Johan Gregor Hass

Megapolitan
Polisi Minta Keterangan MUI, GBI, dan Kemenag Terkait Kasus Dugaan Penistaan Agama Pendeta Gilbert

Polisi Minta Keterangan MUI, GBI, dan Kemenag Terkait Kasus Dugaan Penistaan Agama Pendeta Gilbert

Megapolitan
Walkot Depok: Bukan Cuma Spanduk Supian Suri yang Kami Copot...

Walkot Depok: Bukan Cuma Spanduk Supian Suri yang Kami Copot...

Megapolitan
Satpol PP Copot Spanduk Supian Suri, Walkot Depok: Demi Allah, Saya Enggak Nyuruh

Satpol PP Copot Spanduk Supian Suri, Walkot Depok: Demi Allah, Saya Enggak Nyuruh

Megapolitan
Polisi Bakal Panggil Indonesia Flying Club untuk Mengetahui Penyebab Jatuhnya Pesawat di BSD

Polisi Bakal Panggil Indonesia Flying Club untuk Mengetahui Penyebab Jatuhnya Pesawat di BSD

Megapolitan
Siswi SLB di Jakbar Dicabuli hingga Hamil, KPAI Siapkan Juru Bahasa Isyarat dan Pendampingan

Siswi SLB di Jakbar Dicabuli hingga Hamil, KPAI Siapkan Juru Bahasa Isyarat dan Pendampingan

Megapolitan
Ada Pembangunan Saluran Penghubung di Jalan Raya Bogor, Rekayasa Lalu Lintas Diterapkan

Ada Pembangunan Saluran Penghubung di Jalan Raya Bogor, Rekayasa Lalu Lintas Diterapkan

Megapolitan
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com