Salin Artikel

Cerita Petani Pergi Haji, Rela Jual Tanah Hingga Gagal Berangkat Bersama Istri

JAKARTA, KOMPAS.com - Menunaikan ibadah haji merupakan impian bagi setiap umat muslim di dunia termasuk untuk warga negara Indonesia.

Tak terkecuali bagi Supandri (59), warga Kabupaten Tangerang, yang saat ini menjadi jemaah haji kloter 4 Provinsi Banten. Supandri yang merupakan seorang petani ini bersyukur dirinya bisa segera menunaikan ibadah haji.

"Saya tani dari kecil saya sudah tani di kampung. Tani padi saja saya," kata Supandri saat ditemui di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta Timur, Rabu (10/7/2019).

Bagi Supandri, ibadah naik haji merupakan panggilan dari Tuhan Yang Maha Kuasa. Siapapun bisa pergi ke tanah suci Mekkah asalkan punya niat yang kuat untuk ibadah haji.

"Namanya pergi haji itu panggilan, mau lagi enggak ada uang kalau sudah takdirnya pasti berangkat, kalau lagi ada uang tapi belum takdirnya ya belum berangkat," ujar Supandri.

Supandri pun harus rela menjual tanah garapan taninya yang memiliki luas 5.000 meter persegi berada di Kecamatan Rajeg, Kabupaten Tangerang untuk membiayai ibadah haji bersama sang istri.

Dari jual tanah, dia mendaftarkan diri bersama istrinya untuk ibadah haji pada tahun 2012. Setelah menunggu antrean selama 7 tahun, dirinya akhirnya dipanggil untuk melaksanakan ibadah haji.

"Saya jual tanah tahun 2012 dapat sekitar Rp 150 juta, Rp 90 juta saya buat ibadah haji berdua sama istri saya. Sisanya saya bagikan ke anak-anak saya saja. Saya tunggunya saja 7 tahun baru dipanggil ini," ujar Supandri.

Meski segera berangkat haji, Supandri harus rela tidak jadi melaksanakan rukun Islam ke-5 dengan sang istri. Pasalnya, sang istri gagal berangkat ke tanah suci pada tahun ini karena menderita sakit tumor anus dan harus menjalani operasi.

Padahal, sang istri sudah mengikuti segala prosedur untuk menjalani ibadah haji. Namun saat detik-detik terakhir, dia harus laksanakan operasi penyakit tumornya dan kini sedang dalam pemulihan.

"Operasi tumor di bagian anus stadium 1. Sakitnya dua bulan, sudah ke rumah sakit 2 kali, hasilnya minim semua. Enggak ada hasilnya sudah pakai obat apa saja, pengobatan 7 bulan baru ketahuan sakitnya di anus. Selama 7 bulan itu sudah manasik dan dia ikut manasik. Sudah sampai biometrik, tinggal ke sini doang," ujar Supandri.

Dengan gagalnya sang istri berangkat ke tanah suci, Supandri harus rela menunaikan ibadah haji seorang diri. Sedangkan sang istri harus menunda keberangkatannya ke tanah suci hingga tahun 2020.

"Saya enggak apa-apa berangkat sendiri, Insya Allah saya siap fisik, saya siap saya biasa macul di kampung Insya Allah kuat," ujar Supandri.

https://megapolitan.kompas.com/read/2019/07/10/13311971/cerita-petani-pergi-haji-rela-jual-tanah-hingga-gagal-berangkat-bersama

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Jadi Saksi Kasus Mafia Tanah, Nirina Zubir Harap Eks ART Divonis Seberat-beratnya

Jadi Saksi Kasus Mafia Tanah, Nirina Zubir Harap Eks ART Divonis Seberat-beratnya

Megapolitan
Volume Angkutan Kargo Bandara Naungan AP II Capai 41.500 Ton Selama Periode Lebaran 2022

Volume Angkutan Kargo Bandara Naungan AP II Capai 41.500 Ton Selama Periode Lebaran 2022

Megapolitan
Sosialisasi Pencegahan Hepatitis Akut, Pemkot Jakpus Libatkan Kader Dasawisma

Sosialisasi Pencegahan Hepatitis Akut, Pemkot Jakpus Libatkan Kader Dasawisma

Megapolitan
Antisipasi Kekeringan, BPBD DKI Imbau Masyarakat untuk Hemat Air dan Tampung Air Hujan

Antisipasi Kekeringan, BPBD DKI Imbau Masyarakat untuk Hemat Air dan Tampung Air Hujan

Megapolitan
Mulai Malam Ini Pelintasan Rel Kereta Jalan Dewi Sartika Depok Ditutup, Ada Pembangunan 'Underpass'

Mulai Malam Ini Pelintasan Rel Kereta Jalan Dewi Sartika Depok Ditutup, Ada Pembangunan "Underpass"

Megapolitan
Dugaan Kasus Permainan Mafia Tanah yang Dialami Nirina Zubir...

Dugaan Kasus Permainan Mafia Tanah yang Dialami Nirina Zubir...

Megapolitan
Datangi PN Jakarta Barat Terkait Perkara Mafia Tanah, Nirina Zubir: Akhirnya Masuk Persidangan

Datangi PN Jakarta Barat Terkait Perkara Mafia Tanah, Nirina Zubir: Akhirnya Masuk Persidangan

Megapolitan
Kapolda Metro Fadil Imran Bisa Berpeluang Jadi Pj Gubernur DKI Setelah Anies Lengser

Kapolda Metro Fadil Imran Bisa Berpeluang Jadi Pj Gubernur DKI Setelah Anies Lengser

Megapolitan
Dinkes DKI: 3.792.426 Orang Sudah Divaksinasi Covid-19 Dosis Ketiga

Dinkes DKI: 3.792.426 Orang Sudah Divaksinasi Covid-19 Dosis Ketiga

Megapolitan
Sidang Kasus Kebakaran Lapas Kelas I Tangerang Kembali Digelar Selasa Siang

Sidang Kasus Kebakaran Lapas Kelas I Tangerang Kembali Digelar Selasa Siang

Megapolitan
Taufik Gerindra: Kita Aminkan supaya Airin Jadi Gubernur DKI 2024

Taufik Gerindra: Kita Aminkan supaya Airin Jadi Gubernur DKI 2024

Megapolitan
Libur Hari Raya Waisak, 38.000 Pengunjung Padati Ancol

Libur Hari Raya Waisak, 38.000 Pengunjung Padati Ancol

Megapolitan
M Taufik Anggap Heru Budi Hartono Paling Tepat Jadi Penjabat Gubernur DKI Jakarta

M Taufik Anggap Heru Budi Hartono Paling Tepat Jadi Penjabat Gubernur DKI Jakarta

Megapolitan
Kebakaran Gudang Penyimpanan Ikan di Pelabuhan Muara Baru Diduga akibat Korsleting

Kebakaran Gudang Penyimpanan Ikan di Pelabuhan Muara Baru Diduga akibat Korsleting

Megapolitan
Rumah 2 Lantai di Cimanggis Depok Terbakar, Diduga akibat Korsleting

Rumah 2 Lantai di Cimanggis Depok Terbakar, Diduga akibat Korsleting

Megapolitan
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.