Salin Artikel

Bukan Panti Jompo, Ada Rusun Khusus Lansia di Cibubur

Awalnya STW ini melayani para janda pahlawan, pahlawan nasional, pensiunan Pegawai Negeri Sipil (PNS), perintis kemerdekaan dan orang-orang yang berjasa untuk negara lainnya yang membutuhkan hunian selain rumah tinggal.

"Alasan mereka meninggalkan rumah, mungkin mereka tidak punya keluarga, atau tidak punya keturunan atau anak-anaknya jauh. Sehingga daripada mereka tinggal sendiri, enggak punya kegiatan, makin tua makin ringkis dan bisa ganggu kesehatan maka Bu Tien bangun tempat ini," kata Kepala STW RIA Pembangunan Ibnu Abas di STW RIA Pembangunan, Jalan Karya Bhakti, Cibubur, Jakarta Timur, Kamis (22/8/2019).

Pada awalnya, layanan untuk lansia di STW itu gratis. Namun, pasca krisis moneter tahun 1998, STW sudah mulai mengenakan biaya bagi lansia yang ingin tinggal di STW.

Bertahun-tahun melayani lansia, sejumlah bangunan di STW pun semakin tua dan harus direnovasi. Akhirnya pada 2015, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menghibahkan pembangunan Rumah Susun (Rusun) dengan tiga lantai di area STW.

Selesai dibangun, pada April 2018 Rusun tiga lantai tersebut diresmikan dan bisa ditempati para lansia.

Bukan Panti Jompo

Ibnu mengatakan, Rusun lansia RIA Pembangunan ini berbeda dengan Panti Jompo. Jika di panti jompo pada dasarnya lansia itu dititipkan, maka di Rusun lansia RIA Pembangunan lansia harus memiliki kemauan sendiri untuk tinggal atau menjadi penghuni rusun.

Berbeda dengan panti jompo, penghuni di rusun lansia ini memiliki kamar sendiri dan bebas melakukan aktivitas sehari-hari.

Kemudian dari segi label, STW ini bukan panti melainkan rusun untuk lansia. Jadi penghuni merasa bukan tinggal di panti melainkan di rusun khusus untuk lansia.

Lalu apabila konsep panti jompo itu penghuninya dititipkan, kalau di rusun lansia ini penghuni atas kemauan sendiri untuk tinggal.

"Kalau panti modelnya barak, kalau di sini kan private sangat diperhatikan. Satu kamar sendiri, mau ngapain aja mereka bisa kamar lega," ujar Ibnu.

Selain itu, tinggal di rusun ini lansia mendapat aksesibilitas yang memadai dengan konsep kamar yang bersampingan, antar penghuni bisa saling bersosialisasi dengan baik.

"Dengan mereka tinggal di sini aksesibilitas kan, artinya kebutuhan mereka lebih mudah dijangkau daripada di rumah. Misalnya kebutuhan sosialisasi, nenangga, di sini keluar kamar ketemu teman, di ruang makan ketemu teman, di ruang tamu ketemu teman," ujar Ibnu.

Kemudian, dari segi spiritual juga terfasilitasi di rusun lansia ini. Penghuni dari tiap agama bisa beribadah dengan tenang di sini. Bagi yang muslim ada pengajian rutin, yang umat kristiani ada aktivitas peribadatan rutin, dan lainnya.

Keamanan dan kenyamanan penghuni juga terjamin di rusun lansia ini. Semua hal dari segi makanan, minuman, pelayanan kesehatan sudah lengkap ada di rusun lansia ini.

"Di sini mereka tinggal menikmati hidup aktifitas pribadi aja, misalnya sarapan kita siapin, makan siang kita siapin, snack kita kasih, buah kita kasih, sakit ada dokter datang, perawat juga ada program besuk, kalau lampu mati kita sudah ada genset. Jadi mereka tinggal seperti aktifitas harian saja," ujar Ibnu.

Program dan Pelayanan Lainnya

Adapun saat ini terdapat 65 lansia yang menghuni Rusun Lansia RIA Pembangunan. Selain yang menghuni, STW RIA Pembangunan juga terdapat program day care yakni pelayanan harian untuk lansia yang masih tinggal bersama keluarga di rumah.

Program day care ini meliputi pemeriksaan dan konsultasi kesehatan, bisa juga mengisi waktu luang demgan bersosialisasi, belajar seni, dan keterampilan, diskusi, beribadah bersama dan rekreasi. Program ini gratis bagi yang ingin mengikutinya.

Penghuni juga mendapat pelayanan kesehatan yang lengkap. Seperti, terdapat klinik pratama yanh melayani konsultasi dokter dan dokter spesialis, pelayanan asuhan keperawatan, fisioterapi, farmasi, layanan kedaruratan dan observasi, dan rujukan.

Ada juga pelayanan sosial yakni, pembinaan mental spiritual sesuai keyakinan, senam, seni tradisional, bernyanyi, keterampilan, melukis, berkebun, bincang-bincang antar kita (BAKI), memanfaatkam hobi, wisata belanja, dan dharma wisata.

Terdapat juga Respite Care yakni, untuk penghuni lansia yang bisa tinggal sementara di rusun karena ditinggal keluarga berpergian, transit pasca rawat di rumah sakit, dan persiapan menjadi penghuni tetap.

https://megapolitan.kompas.com/read/2019/08/22/19261901/bukan-panti-jompo-ada-rusun-khusus-lansia-di-cibubur

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kasus Kekerasan terhadap Anak di Serpong, Korban Dipukuli hingga Ditusuk Obeng

Kasus Kekerasan terhadap Anak di Serpong, Korban Dipukuli hingga Ditusuk Obeng

Megapolitan
Warga Bekasi Telanjur Nyaman Pakai Masker, Plt Wali Kota: Karena Udaranya Agak Kotor

Warga Bekasi Telanjur Nyaman Pakai Masker, Plt Wali Kota: Karena Udaranya Agak Kotor

Megapolitan
Permukiman Tergenang hingga Pohon Tumbang Saat Hujan Deras Disertai Angin Kencang di Tangerang

Permukiman Tergenang hingga Pohon Tumbang Saat Hujan Deras Disertai Angin Kencang di Tangerang

Megapolitan
Jenazah Pria Diduga ODGJ Ditemukan di Muaragembong Bekasi

Jenazah Pria Diduga ODGJ Ditemukan di Muaragembong Bekasi

Megapolitan
Kasus Kekerasan Anak di Serpong, Orangtua Sebut Pelaku Rekam Video Pakai Ponsel Korban

Kasus Kekerasan Anak di Serpong, Orangtua Sebut Pelaku Rekam Video Pakai Ponsel Korban

Megapolitan
Update 18 Mei: Tambah 12 Kasus Covid-19 di Kota Tangerang, 60 Pasien Masih Dirawat

Update 18 Mei: Tambah 12 Kasus Covid-19 di Kota Tangerang, 60 Pasien Masih Dirawat

Megapolitan
Update 18 Mei: Bertambah 17, Total Kasus Covid-19 di Tangsel Kini 84.232

Update 18 Mei: Bertambah 17, Total Kasus Covid-19 di Tangsel Kini 84.232

Megapolitan
Kisah Tragis Eno Farihah Diperkosa dan Dibunuh dengan Pacul, Salah Satu Pelakunya Masih Remaja (1)

Kisah Tragis Eno Farihah Diperkosa dan Dibunuh dengan Pacul, Salah Satu Pelakunya Masih Remaja (1)

Megapolitan
Peringatan Dini BMKG: Potensi Hujan Disertai Angin Kencang di Jaksel, Jaktim, dan Bodebek

Peringatan Dini BMKG: Potensi Hujan Disertai Angin Kencang di Jaksel, Jaktim, dan Bodebek

Megapolitan
Pemkot Tangsel Gencarkan Sosialisasi Pencegahan Hepatitis Akut

Pemkot Tangsel Gencarkan Sosialisasi Pencegahan Hepatitis Akut

Megapolitan
Ocean Park BSD: Harga Tiket dan Cara ke Sana

Ocean Park BSD: Harga Tiket dan Cara ke Sana

Megapolitan
Cara Ke Tebet Eco Park Naik KRL, Transjakarta, dan Mikrotrans

Cara Ke Tebet Eco Park Naik KRL, Transjakarta, dan Mikrotrans

Megapolitan
Branchsto BSD: Harga Tiket dan Cara ke Sana

Branchsto BSD: Harga Tiket dan Cara ke Sana

Megapolitan
Kasus Kekerasan Anak di Serpong, Orangtua Sebut Awalnya Korban Tutupi Kejadian yang Dialaminya

Kasus Kekerasan Anak di Serpong, Orangtua Sebut Awalnya Korban Tutupi Kejadian yang Dialaminya

Megapolitan
Cegah Pohon Lain Tumbang, Camat Larangan Akan Pangkas Daun di Pohon Berdaun Lebat

Cegah Pohon Lain Tumbang, Camat Larangan Akan Pangkas Daun di Pohon Berdaun Lebat

Megapolitan
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.