Salin Artikel

Riset Sebut Ciliwung Masuk Sungai Terkotor di Dunia, Ini Komentar Pemprov DKI

Andono menyampaikan itu menanggapi hasil riset Tim van Emmerik yang menyatakan Ciliwung berada dalam daftar sungai terkotor di dunia.

"Ciliwung itu dibanding (sungai) yang lain, sebetulnya kalau dari pemantauan kualitas, parameternya organik, anorganik, itu relatif masih lebih bagus di titik-titik yang kami pantau," ujar Andono di Balai Kota DKI Jakarta, Jumat (21/2/2020).

"Ciliwung masih relatif lebih bersih dibandingkan (sungai) yang lain di DKI," lanjut dia.

Sungai Ciliwung sebenarnya berada di bawah wewenang Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung Cisadane (BBWSCC) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

Meskipun demikian, Andono menuturkan, UPK Badan Air Dinas Lingkungan Hidup DKI selama ini tetap rutin membersihkan berbagai jenis sampah di Ciliwung.

"Kami tidak membiarkan sampah-sampah mengambang di Kali Ciliwung dan kali mana pun yang ada di Jakarta," kata Andono.

Riset Tim van Emmerik

Hasil penelitian Tim van Emmerik pada 2018 mengindikasikan bahwa Sungai Ciliwung, yang membelah Jakarta, berada dalam daftar sungai terkotor di dunia.

Penelitian yang melibatkan ilmuwan dari Indonesia dan Belanda serta bekerja sama dengan Waste4Change tersebut menemukan bahwa sampel yang diambil dari Sungai Ciliwung tercemar lebih parah ketimbang setidaknya 20 sungai di Eropa dan Asia Tenggara yang juga menjadi subyek penelitian.

Peneliti melakukan pengawasan terhadap makroplastik, atau plastik dengan ukuran lebih dari 5 milimeter, di lima lokasi di sepanjang Sungai Ciliwung pada Mei 2018.

Hasilnya, sebanyak 20.000 barang berbahan plastik mengalir ke Laut Jawa setiap jam.

Angka ini jauh lebih tinggi daripada Sungai Chao Phraya di Thailand sebanyak 5.000 barang per jam, Sungai Seine di Perancis sebanyak 700 per jam, dan Sungai Rhine di Belanda dengan 80 per jam.

Selain itu, studi tersebut menghitung berat total sampah plastik dari seluruh kali di Jakarta mencapai 2,1 juta kilogram.

Dari lima lokasi yang disurvei, peneliti lebih banyak menemukan kantong plastik dan bungkusan makanan plastik.

Penemuan lainnya adalah jumlah sampah plastik lebih tinggi saat lebih banyak air.

Artikel tentang hasil riset tersebut tayang di Kompas.com berkat kerja sama dengan The Conversation Indonesia.

https://megapolitan.kompas.com/read/2020/02/21/22291011/riset-sebut-ciliwung-masuk-sungai-terkotor-di-dunia-ini-komentar-pemprov

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ada ASN Positif Covid-19, Pemkot Gelar Tes Antigen Massal di Kantor Wali Kota Jakarta Pusat

Ada ASN Positif Covid-19, Pemkot Gelar Tes Antigen Massal di Kantor Wali Kota Jakarta Pusat

Megapolitan
Kasus Omicron di Tangsel Bertambah, Penularan lewat Transmisi Lokal

Kasus Omicron di Tangsel Bertambah, Penularan lewat Transmisi Lokal

Megapolitan
Pencopetan di Terminal Pulogadung Terekam Kamera Warga, Pelaku Diduga Kerap Nongkrong di Sana

Pencopetan di Terminal Pulogadung Terekam Kamera Warga, Pelaku Diduga Kerap Nongkrong di Sana

Megapolitan
Pelaku Pembacokan Rentenir hingga Tewas di Tangsel Ditetapkan sebagai Tersangka

Pelaku Pembacokan Rentenir hingga Tewas di Tangsel Ditetapkan sebagai Tersangka

Megapolitan
Selain Fatia, Haris Azhar Juga Dijemput Paksa Polisi untuk Pemeriksaan Pencemaran Nama Baik Luhut

Selain Fatia, Haris Azhar Juga Dijemput Paksa Polisi untuk Pemeriksaan Pencemaran Nama Baik Luhut

Megapolitan
BPBD DKI Jakarta: Waspada Cuaca Ekstrem pada 17-22 Januari 2022

BPBD DKI Jakarta: Waspada Cuaca Ekstrem pada 17-22 Januari 2022

Megapolitan
Kawasan KBT Diajukan Jadi Lokasi Street Race di Jakarta Timur

Kawasan KBT Diajukan Jadi Lokasi Street Race di Jakarta Timur

Megapolitan
Penangkapan Kurir dan Pengedar 25 Kilogram Sabu di Legok, Berakhir Dramatis, Kios dan Motor Ditabrak

Penangkapan Kurir dan Pengedar 25 Kilogram Sabu di Legok, Berakhir Dramatis, Kios dan Motor Ditabrak

Megapolitan
Pelaku Pencabulan Anak Autis di Bekasi Disebut Sudah Beraksi sejak 25 Tahun lalu, Ini Konfirmasi Polisi

Pelaku Pencabulan Anak Autis di Bekasi Disebut Sudah Beraksi sejak 25 Tahun lalu, Ini Konfirmasi Polisi

Megapolitan
Tepergok Petugas Sekuriti, Pencuri yang Bobol Kafe di Kemang Timur Babak Belur Dihajar Massa

Tepergok Petugas Sekuriti, Pencuri yang Bobol Kafe di Kemang Timur Babak Belur Dihajar Massa

Megapolitan
PPKM Level 2 Depok Diperpanjang, Ini Aturan Operasional Pasar Swalayan

PPKM Level 2 Depok Diperpanjang, Ini Aturan Operasional Pasar Swalayan

Megapolitan
UPDATE Klaster Krukut: Bertambah 12, Warga Terpapar Covid-19 Jadi 101 Orang

UPDATE Klaster Krukut: Bertambah 12, Warga Terpapar Covid-19 Jadi 101 Orang

Megapolitan
Anak Autis Korban Pelecehan Seksual di Bekasi Diancam dan Diimingi Uang oleh Pelaku

Anak Autis Korban Pelecehan Seksual di Bekasi Diancam dan Diimingi Uang oleh Pelaku

Megapolitan
UPDATE: Tak Ada Tambahan Kasus Terkonfirmasi Covid-19 di Tangsel

UPDATE: Tak Ada Tambahan Kasus Terkonfirmasi Covid-19 di Tangsel

Megapolitan
Hari Ini, Terdakwa Kasus Kebakaran Lapas Tangerang Akan Jalani Sidang Perdana

Hari Ini, Terdakwa Kasus Kebakaran Lapas Tangerang Akan Jalani Sidang Perdana

Megapolitan
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.