Salin Artikel

Profil Kapolda Metro Jaya, Sukses Inisiasi Program Kampung Tangguh hingga "Diboyong" ke Jakarta

JAKARTA, KOMPAS.com - Hari ini, Kamis (1/7/2021), Indonesia memperingati hari ulang tahun (HUT) ke-75 Bhayangkara yang menjadi momentum bersatunya kepolisian Republik Indonesia.

Semula, saat masa pendudukan Jepang, instansi ini terpisah berdasarkan wilayah.

Adapun pembagiannya adalah sebagai berikut:

Pasca kemerdekaan, tepatnya pada tanggal 1 Juli 1946 dikeluarkanlah Penetapan Pemerintah tahun 1946 No. 11/S.D. Djawatan Kepolisian Negara yang bertanggung jawab langsung kepada Perdana Menteri.

Tanggal 1 Juli ini kemudian diperingati setiap tahunnya sebagai Hari Bhayangkara, seperti dilansir humas.polri.go.id.

Nama Bhayangkara sendiri merujuk pada pasukan pengamanan bentukan Pati Gajah Mada untuk melindungi kerajaan Majapahit di Nusantara.

Profil Kapolda Metro Jaya

Momen tahunan ini dapat digunakan untuk mengapresiasi kinerja para "Bhayangkara" yang berkontribusi bagi keamanan dan keselamatan bangsa.

Salah satunya adalah Kepala Kepolisian Daerah Metro Jakarta Raya (Kapolda Metro Jaya) Irjen Pol Mohammad Fadil Imran.

Pria kelahiran Makassar, 14 Agustus 1968 ini dikenal sukses menginisiasi program Kampung Tangguh ketika masih menjabat sebagai Kapolda Jawa Timur.

Program ini berhasil secara signifikan menekan penyebaran Covid-19 di Provinsi yang sempat menjadi sentra penularan Covid-19 di Indonesia.

Tidak lama berselang setelah pelantikannya sebagai Kapolda Jawa Timur pada Mei 2020 lalu, Fadil Imran"diboyong" ke Jakarta pada November 2020 untuk bertugas memimpin Kapolda Metro Jaya.

Keputusan pengangkatannya sebagai Kapolda Metro Jaya tertuang dalam Surat Telegram Kapolri Nomor ST/3222/XI/Kep/2020, sebagaimana dilansir Antara.

Adapun kiprah Fadil Imran selama berada di instansi kepolisian adalah sebagai berikut:

Cikal bakal Kampung Tangguh Nusantara

Program Kampung Tangguh yang saat ini digalakkan di berbagai daerah di Indonesia berawal dari program Kampung Tangguh Semeru yang diinisiasi oleh Fadil Imran.

Berdasarkan catatannya di Kompas.com, Fadil bercerita bahwa program Kampung Tangguh Semeru yang menyasar 1.559 kampung di Jawa Timur merupakan hasil kolaborasi bersama Pangdam V Brawijaya Mayjen TNI Widodo Iryansyah dan beberapa pihak lain.

"(Program ini) Mendapat sambutan positif dari Presiden Joko Widodo, Kapolri, Panglima TNI, sehingga diadopsi menjadi program nasional dengan nama Kampung Tangguh Nusantara," tulisnya.

Di Jakarta, program tersebut dinamai Kampung Tangguh Jaya dan diimplementasikan di semua zona merah penyebaran Covid-19 yang ada di wilayah hukum Polda Metro Jaya.

Setiap personil yang dikerahkan dalam program tersebut bertugas untuk melakukan 3T, yakni tracing atau pelacakan, testing atau pengetesan dan treatment atau penanganan.

"Mengatasi masalah pandemi ini memang tidak bisa hanya dengan logika berpikir di dalam kotak (in the box) atau hanya bermain di wilayah "comfort zone". Kita harus terus berpikir "out of the box" atau melompat dari kebiasaan konvensional untuk mencari terobosan-terobosan yang strategis dan konstruktif secara berkelanjutan," tegasnya.

https://megapolitan.kompas.com/read/2021/07/01/10381151/profil-kapolda-metro-jaya-sukses-inisiasi-program-kampung-tangguh-hingga

Terkini Lainnya

Panitia Konser Lentera Festival Disebut Tak Bayar Bintang Tamu, Penonton Ngamuk Artis Tak Tampil

Panitia Konser Lentera Festival Disebut Tak Bayar Bintang Tamu, Penonton Ngamuk Artis Tak Tampil

Megapolitan
Bakar Panggung, Penonton Lentera Festival Marah Feel Koplo hingga NDX AKA Tak Kunjung Tampil

Bakar Panggung, Penonton Lentera Festival Marah Feel Koplo hingga NDX AKA Tak Kunjung Tampil

Megapolitan
Daftar Lokasi SIM Keliling di Jakarta 24 Juni 2024

Daftar Lokasi SIM Keliling di Jakarta 24 Juni 2024

Megapolitan
Penonton Konser Lentera Festival Ngamuk hingga Bakar Panggung di Tangerang

Penonton Konser Lentera Festival Ngamuk hingga Bakar Panggung di Tangerang

Megapolitan
Akhirnya Pengelola Lapor Polisi Usai Rusunawa Marunda Tersisa Dinding dan Puing akibat Penjarahan

Akhirnya Pengelola Lapor Polisi Usai Rusunawa Marunda Tersisa Dinding dan Puing akibat Penjarahan

Megapolitan
Kunjungi Indonesia, Paus Fransiskus Ingin Lihat Kerukunan Antar-umat Beragama

Kunjungi Indonesia, Paus Fransiskus Ingin Lihat Kerukunan Antar-umat Beragama

Megapolitan
Uskup Agung Jakarta: Saya Minta yang Lebih Besar dari Sekadar Izin Tambang...

Uskup Agung Jakarta: Saya Minta yang Lebih Besar dari Sekadar Izin Tambang...

Megapolitan
Prakiraan Cuaca Jakarta Hari Ini Senin 24 Juni 2024 dan Besok: Tengah Malam Ini Cerah Berawan

Prakiraan Cuaca Jakarta Hari Ini Senin 24 Juni 2024 dan Besok: Tengah Malam Ini Cerah Berawan

Megapolitan
Polisi Tangkap Pembunuh Pedagang Perabot di Duren Sawit, Ternyata Anak Kandung Sendiri

Polisi Tangkap Pembunuh Pedagang Perabot di Duren Sawit, Ternyata Anak Kandung Sendiri

Megapolitan
Diduga Korsleting, Bengkel Motor Sekaligus Rumah Tinggal di Cibubur Terbakar

Diduga Korsleting, Bengkel Motor Sekaligus Rumah Tinggal di Cibubur Terbakar

Megapolitan
Kardinal Suharyo Tegaskan Gereja Katolik Tak Sama dengan Ormas Keagamaan

Kardinal Suharyo Tegaskan Gereja Katolik Tak Sama dengan Ormas Keagamaan

Megapolitan
Ditawari Izin Tambang, Kardinal Suharyo: Itu Bukan Wilayah Kami

Ditawari Izin Tambang, Kardinal Suharyo: Itu Bukan Wilayah Kami

Megapolitan
Pemuda yang Sekap dan Aniaya Kekasihnya di Pondok Aren Ditangkap Polisi

Pemuda yang Sekap dan Aniaya Kekasihnya di Pondok Aren Ditangkap Polisi

Megapolitan
Pengelola Rusunawa Marunda Lapor Polisi soal Penjarahan Sejak 2023

Pengelola Rusunawa Marunda Lapor Polisi soal Penjarahan Sejak 2023

Megapolitan
Paus Fransiskus Kunjungi Indonesia: Waktu Singkat dan Enggan Naik Mobil Antipeluru

Paus Fransiskus Kunjungi Indonesia: Waktu Singkat dan Enggan Naik Mobil Antipeluru

Megapolitan
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke