Salin Artikel

20 Simpatisan Rizieq Ditangkap, 1 Orang Bawa Senjata Tajam

Dari 20 orang itu, ada satu yang tertangkap basah membawa senjata tajam.

"Satu orang ditangkap dan dibawa ke Polres Jakarta Pusat karena membawa senjata tajam," kata Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Metro Jakarta Pusat Kompol Wisnu Wardana.

Wisnu menjelaskan bahwa senjata tajam yang ditemukan berupa pisau dapur.

Sementara itu, 19 simpatisan Rizieq lainnya juga ditangkap karena berupaya menyerang petugas saat akan dibubarkan.

Hal itu terjadi usai pembacaan putusan banding Rizieq Shihab dalam kasus hasil swab RS Ummi Bogor.

Wakil Kepala Polres Metro Jakarta Pusat AKBP Setyo mengatakan, petugas awalnya melakukan upaya persuasif dengan mengimbau massa bubar karena saat ini masih situasi pandemi Covid-19.

DKI Jakarta juga masih menerapkan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat yang melarang orang berkumpul.

Selain itu, putusan banding juga sudah dibacakan oleh Pengadilan Tinggi DKI Jakarta. Putusan banding itu menguatkan vonis pada tingkat pertama, di mana Rizieq tetap dihukum 4 tahun penjara.

"Kami imbau pembacaan putusan sudah selesai, silakan pulang ke daerah masing- masing," kata Setyo.

Namun, sejumlah simpatisan Rizieq tak mengindahkan imbauan kepolisian. Mereka justru menyerang polisi.

"Mereka menutup jalan dan melempar petugas dengan batu, anggota ada yang terluka," kata Setyo.

Akhirnya petugas pun melakukan upaya paksa membubarkan massa dengan gas air mata. Akibat kericuhan ini, sejumlah petugas kepolisian dan simpatisan Rizieq mengalami luka-luka.

https://megapolitan.kompas.com/read/2021/08/30/18523931/20-simpatisan-rizieq-ditangkap-1-orang-bawa-senjata-tajam

Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pintar Ngobrol Tak Cukup, Talent Sleep Call Ini Sampai Riset dan Nonton Piala Dunia

Pintar Ngobrol Tak Cukup, Talent Sleep Call Ini Sampai Riset dan Nonton Piala Dunia

Megapolitan
Jakpro Pakai Pergub Era Anies untuk Tentukan Tarif Sewa Kampung Susun Bayam

Jakpro Pakai Pergub Era Anies untuk Tentukan Tarif Sewa Kampung Susun Bayam

Megapolitan
Nasib Pesisir Utara Jakarta yang Kini Bergantung pada Tanggul Laut

Nasib Pesisir Utara Jakarta yang Kini Bergantung pada Tanggul Laut

Megapolitan
Fakta Pengesahan UMP DKI 2023 Jadi Rp 4,9 Juta, Apindo Kekeh Naik 2,62 Persen dan Buruh Minta 10,55 Persen

Fakta Pengesahan UMP DKI 2023 Jadi Rp 4,9 Juta, Apindo Kekeh Naik 2,62 Persen dan Buruh Minta 10,55 Persen

Megapolitan
Perempuan Bakar Diri di Tangerang Dikenal sebagai Sosok Baik dan Tak Pernah Ribut

Perempuan Bakar Diri di Tangerang Dikenal sebagai Sosok Baik dan Tak Pernah Ribut

Megapolitan
Jaga Identitas, 'Talent Sleep Call' Pakai Nama Alias hingga Nomor WA Baru

Jaga Identitas, "Talent Sleep Call" Pakai Nama Alias hingga Nomor WA Baru

Megapolitan
Saat Eliezer's Angels Setia Temani Bharada E Jalani Sidang Pembunuhan Berencana Brigadir J

Saat Eliezer's Angels Setia Temani Bharada E Jalani Sidang Pembunuhan Berencana Brigadir J

Megapolitan
Saat Polisi Gerah dengan Kelakuan Pengendara yang Copot Pelat Nomor, Bakal Tilang Langsung dan Sita Kendaraan...

Saat Polisi Gerah dengan Kelakuan Pengendara yang Copot Pelat Nomor, Bakal Tilang Langsung dan Sita Kendaraan...

Megapolitan
Akhir Pelarian Predator Anak yang 'Menyusup' sebagai Guru SD di Kota Bekasi

Akhir Pelarian Predator Anak yang "Menyusup" sebagai Guru SD di Kota Bekasi

Megapolitan
'Talent Sleep Call' Akan Lakukan Ini Saat Hadapi Pelanggan yang Merasa Terpuruk...

"Talent Sleep Call" Akan Lakukan Ini Saat Hadapi Pelanggan yang Merasa Terpuruk...

Megapolitan
Tanggul Laut yang Retak Ditambal Seadanya, Amankah Warga Jakarta dari Ancaman Bahaya?

Tanggul Laut yang Retak Ditambal Seadanya, Amankah Warga Jakarta dari Ancaman Bahaya?

Megapolitan
Perempuan Bakar Diri di Tangerang, Tak Terdengar Cekcok tapi Ada Masalah Keluarga

Perempuan Bakar Diri di Tangerang, Tak Terdengar Cekcok tapi Ada Masalah Keluarga

Megapolitan
Menelusuri Jejak Portugis di Kampung Tugu Jakarta Utara

Menelusuri Jejak Portugis di Kampung Tugu Jakarta Utara

Megapolitan
Terungkapnya Motif Kematian Prada Indra dan Tindak Kekerasan oleh Senior

Terungkapnya Motif Kematian Prada Indra dan Tindak Kekerasan oleh Senior

Megapolitan
Riwayat Bajaj, Hampir 50 Tahun Melintasi Jalanan Ibu Kota...

Riwayat Bajaj, Hampir 50 Tahun Melintasi Jalanan Ibu Kota...

Megapolitan
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.