Salin Artikel

PMI Jakarta Laporkan ke Polisi Akun Medsos yang Sebar Flyer Ucapan Duka Seorang Mirip Megawati

Dalam pelaporannya, PMI DKI Jakarta turut membawa barang bukti berupa tangkapan gambar flyer yang diunggah oleh akun Instagram @_genocid.anon3.

Flyer tersebut mencatut PMI DKI Jakarta dengan isi berduka atas meninggalnya sosok yang digambar mirip Megawati.

Ketua Bidang Kerjasama dan Kemitraan PMI DKI Jakarta, Arya Sandhiyudha mengatakan, flyer tersebut diunggah melalui reels oleh akun Instagram tersebut 9 September 2021.

"Sampai hari ini baru satu (akun media sosial) ini saja yang tersebar itu di grup-grup di sosmed akun reals time seperti whatsapp. Jadi sebar melalui screenshoot ini," kata Arya di Polda Metro Jaya, Selasa.

Arya mengatakan, PMI DKI Jakarta sebelumnya telah mengklarifikasi terkait pencatutan nama yang diunggah akun media sosial itu.

PMI DKI Jakarta menegaskan, tidak ada satu pun pengurus maupun staf hingga relawan yang terlibat dalam penyebaran flyer hoaks itu.

"Kedua tentunya saya sangat menyayangkan karena mencatut nama PMI DKI Jakarta. Ini sangat mengganggu konsentrasi kami dalam melakukan pelayanan kemanusiaan saat pandemi sekarang. Kita tahu bahwa ada kelangkaan darah dampak dari pandemi," ucap Arya.

"Ini yang kita ingin meminta bantuan ke Polda Metro Jaya agar segera diusut terutama dengan siber crime," tambah Arya.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Yusri Yunus belum mengetahui adanya laporan yang telah dibuat PMI DKI Jakarta.

"Saya belum mendengar itu," kata Yusri.

Sebelumnya, Ketua PMI DKI Jakarta Rustam Effendi membantah terkait flyer hoaks ucapan duka dengan gambar mirip sosok Megawati.

Penjelasan itu disampaikan melalui siaran pers dan dikirim ke Kompas.com via WhatsApp pada Kamis (9/9/2021).

1. Bahwa kami segenap pengurus dan staf PMI DKI Jakarta tidak pernah membuat, mendistribusikan dan menyebar luaskan flyer ucapan duka cita bergambar mirip Ibu Megawati Soekarno Putri.

2. Flyer ucapan duka cita dengan gambar mirip Ibu Megawati Soekarno Putri yang mengatasnamakan adalah berita bohong (hoax).

3. Segenap pengurus dan staf PMI DKI Jakarta mengecam keras pihak-pihak yang membuat flyer ucapan duka tersebut karena selain berita bohong juga mencatut nama PMI DKI Jakarta.

4. PMI DKI Jakarta sangat dirugikan atas timdakan pihak-pihak yang tidak bertanggungjawab tersebut dan berjanji akan membawa kasus itu ke aparat penegak hukum.

https://megapolitan.kompas.com/read/2021/09/14/14491801/pmi-jakarta-laporkan-ke-polisi-akun-medsos-yang-sebar-flyer-ucapan-duka

Rekomendasi untuk anda
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Dua Pembacok Remaja hingga Tewas di Cibitung Ditangkap Polisi

Dua Pembacok Remaja hingga Tewas di Cibitung Ditangkap Polisi

Megapolitan
AKBP (Purn) Eko Setia Budi Ganti Warna Mobil Menjadi Putih, Psikolog Forensik: Jangan Disepelekan!

AKBP (Purn) Eko Setia Budi Ganti Warna Mobil Menjadi Putih, Psikolog Forensik: Jangan Disepelekan!

Megapolitan
Kapolres Jaksel: Ketahanan Keluarga Pengaruhi Aktivitas Tawuran di Manggarai

Kapolres Jaksel: Ketahanan Keluarga Pengaruhi Aktivitas Tawuran di Manggarai

Megapolitan
Tahan Tangis, Bripka Madih: Mohon Maaf Bapak Kapolri, Saya Masih Cinta Polisi

Tahan Tangis, Bripka Madih: Mohon Maaf Bapak Kapolri, Saya Masih Cinta Polisi

Megapolitan
Tukang Pijat di Cikarang Ditemukan Tewas Tertelungkup di Kontrakannya

Tukang Pijat di Cikarang Ditemukan Tewas Tertelungkup di Kontrakannya

Megapolitan
Bripka Madih disebut Sering Meneror Warga, Ketua RW: Kami Tak Bisa Lawan karena Dia Polisi

Bripka Madih disebut Sering Meneror Warga, Ketua RW: Kami Tak Bisa Lawan karena Dia Polisi

Megapolitan
Polisi Klaim Tak Ada Lagi Tawuran di Manggarai Usai Satgas Anti-Tawuran Dibentuk

Polisi Klaim Tak Ada Lagi Tawuran di Manggarai Usai Satgas Anti-Tawuran Dibentuk

Megapolitan
Pawai Cap Go Meh Berlangsung Meriah, Kelenteng Hok Lay Kiong: Ini Pesta Rakyat

Pawai Cap Go Meh Berlangsung Meriah, Kelenteng Hok Lay Kiong: Ini Pesta Rakyat

Megapolitan
Kapolres Jaksel Sebut Warga tetap Bisa Melapor Meski Pos Polisi Kosong, Begini Caranya

Kapolres Jaksel Sebut Warga tetap Bisa Melapor Meski Pos Polisi Kosong, Begini Caranya

Megapolitan
Ratusan Kasus Kejahatan di Jaksel Sepanjang 2022, dari Curanmor hingga Tawuran

Ratusan Kasus Kejahatan di Jaksel Sepanjang 2022, dari Curanmor hingga Tawuran

Megapolitan
Ketua RW Ungkap Sosok Bripka Madih yang Ngaku Diperas Polisi: Dia Suka Bikin Onar

Ketua RW Ungkap Sosok Bripka Madih yang Ngaku Diperas Polisi: Dia Suka Bikin Onar

Megapolitan
Periksa Bripka Madih yang Ngaku Diperas Penyidik, Polda Metro: Keterangannya Tak Konsisten

Periksa Bripka Madih yang Ngaku Diperas Penyidik, Polda Metro: Keterangannya Tak Konsisten

Megapolitan
Bripka Madih, Polisi yang Diperas Polisi, Ajukan Pengunduran Diri dari Polri

Bripka Madih, Polisi yang Diperas Polisi, Ajukan Pengunduran Diri dari Polri

Megapolitan
Perayaan Cap Go Meh di Kota Bekasi, Ribuan Orang Tumpah ke Jalan

Perayaan Cap Go Meh di Kota Bekasi, Ribuan Orang Tumpah ke Jalan

Megapolitan
Polisi Kerahkan 11 Tim Patroli di Jam Rawan Tawuran di Jaksel

Polisi Kerahkan 11 Tim Patroli di Jam Rawan Tawuran di Jaksel

Megapolitan
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.