Salin Artikel

Nasib Ayu Thalia, Mengaku Dianiaya Anak Ahok, Kini Malah Jadi Tersangka

JAKARTA, KOMPAS.com - Selebgram Ayu Thalia ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan pencemaran nama baik terhadap Nicholas Sean Purnama, putra Komisaris Utama PT Pertamina Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.

Polisi telah mengumumkan status tersangka Ayu pada Rabu (19/1/2022).

Perkara ini bermula dari langkah Ayu yang melaporkan Nicholas Sean ke polisi atas dugaan penganiayaan.

Namun, dugaan penganiayaan yang dilaporkan Ayu itu dianggap tak terbukti oleh pihak kepolisian. Nicholas pun kemudian melaporkan balik Ayu ke polisi atas dugaan pencemaran nama baik.

Dugaan Penganiayaan di Showroom Mobil

Nicholas Sean Purnama dilaporkan Ayu Thalia ke polisi atas dugaan penganiayaan pada akhir Agustus 2021.

Penganiayaan itu disebutkan terjadi pada Jumat, 27 Agustus 2021, pukul 19.17 WIB. Lokasi kejadian di sebuah showroom mobil di kawasan Pluit, Penjaringan, Jakarta Utara.

Usai kejadian, Ayu Thalia langsung memeriksakan diri ke rumah sakit dan melapor ke Polsek Penjaringan.

Ayu mengatakan, laporan terhadap Sean dibuat hanya untuk mencari keadilan.

"Di sini saya hanya mencari keadilan untuk perempuan, intinya dikerasin sama cowok. Mau anak siapa, ya enggak boleh gitu loh, kekerasan ya enggak boleh," kata Ayu.

Kuasa Hukum Sean Sebut Ayu Thalia Terjatuh

Kuasa hukum Sean, Ahmad Ramzy, membantah kliennya melakukan penganiayaan seperti yang dituduhkan Ayu.

Menurut Ramzy, Ayu Thalia hanya terjatuh dari mobil setelah berbincang dengan Sean di salah satu showroom milik rekan Sean di kawasan Penjaringan.

"Kejadian (Ayu Thalia) terjatuh, dia keluar dari mobil, jatuh, menjatuhkan dirinya atau terjatuh. Yang jelas Sean tidak ada kontak fisik dengan AT," kata Ramzy, Rabu (1/9/2021).

Ramzy mengatakan, Sean dan Ayu berteman. Adapun Ayu diketahui merupakan SPG salah satu showroom yang tak lain milik rekan Sean.

Saat itu keduanya bertemu di salah satu showroom tersebut untuk berbincang sebelum akhirnya Sean meminta Ayu keluar.

"Jadi tidak pernah ada sentuhan fisik," ujar Ramzy.

Sean Laporkan Balik Ayu Thalia

Belakangan, Sean melaporkan balik Ayu Thalia atas dugaan fitnah dan pencemaran nama baik.

Laporan Sean dibuat di Mapolres Jakarta Utara pada 31 Agustus, hanya berselang empat hari dari laporan Ayu ke Polsek Penjaringan.

Ramzy menyebut laporan balik ini dilayangkan kliennya karena tidak terima atas fitnah yang disampaikan Ayu.

"Bahwa ini adalah perbuatan fitnah karena Sean tidak pernah melakukan mendorong atau melakukan penganiayaan," kata Ramzy.

Polisi Tak Temukan Bukti Penganiayaan

Memasuki bulan Desember 2021, polisi menghentikan kasus dugaan penganiayaan yang dilaporkan Ayu. Kasus itu dihentikan karena Sean dinilai tidak terbukti menganiaya Ayu.

"Karena tidak terbukti kita kan cek semuanya. Saksi kemudian bukti segala macam tidak terbukti. Ya sudah, selesai. Berhenti," kata Kapolres Metro Jakarta Utara Kombes Pol Guruh Arif Darmawan.

Disaat bersamaan, polisi masih menyelidiki laporan Sean terhadap Ayu terkait dugaan pencemaran nama baik.

Ayu Jadi Tersangka

Belakangan polisi menetapkan Ayu sebagai tersangka pencemaran nama baik terhadap Sean. Kepala Satuan Resor Kriminal (Kasatreskrim) Polres Metro Jakarta Utara AKBP Dwi Prasetyo membenarkan hal tersebut.

"Ya benar (Ayu Thalia ditetapkan sebagai tersangka)," kata Dwi, Rabu (19/1/2022).

Menurut Dwi, penetapan Ayu sebagai tersangka sudah memenuhi syarat terkait alat bukti. Polisi selanjutnya akan kembali meminta keterangan Ayu sebagai tersangka pada Kamis besok.

"Kalau sudah dipanggil dan yang bersangkutan memenuhi panggilannya, kita tinggal kirim ke JPU (jaksa penuntut umum)," ucap dia.

Adapun pasal yang disangkakan kepada Ayu Thalia yakni Pasal 310 dan atau 311 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP).

https://megapolitan.kompas.com/read/2022/01/20/05510051/nasib-ayu-thalia-mengaku-dianiaya-anak-ahok-kini-malah-jadi-tersangka

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

12 Kafe dengan Permainan di Jabodetabek

12 Kafe dengan Permainan di Jabodetabek

Megapolitan
Tarif Kirim Motor Pakai Rosalia Express

Tarif Kirim Motor Pakai Rosalia Express

Megapolitan
Polisi Diminta Tak Langsung Lepas Pelaku Pelecehan Anak di Bintaro Xchange

Polisi Diminta Tak Langsung Lepas Pelaku Pelecehan Anak di Bintaro Xchange

Megapolitan
Jakarta PPKM Level 2, Satpol PP Jakbar Tunggu Arahan untuk Berlakukan Tertib Masker

Jakarta PPKM Level 2, Satpol PP Jakbar Tunggu Arahan untuk Berlakukan Tertib Masker

Megapolitan
Dishub DKI Sebut Volume Kendaraan yang Melintas di Bundaran HI Terus Meningkat

Dishub DKI Sebut Volume Kendaraan yang Melintas di Bundaran HI Terus Meningkat

Megapolitan
Diduga Akibat Korsleting, Restoran Masakan Padang di Tangerang Terbakar

Diduga Akibat Korsleting, Restoran Masakan Padang di Tangerang Terbakar

Megapolitan
Penumpang Bus AKAP dari Terminal Kalideres Diprediksi Capai 600 Orang dalam Sehari Jelang Idul Adha

Penumpang Bus AKAP dari Terminal Kalideres Diprediksi Capai 600 Orang dalam Sehari Jelang Idul Adha

Megapolitan
Jenazah Perempuan di Kali Krukut, Polisi Bakal Bongkar Makam untuk Keperluan Otopsi

Jenazah Perempuan di Kali Krukut, Polisi Bakal Bongkar Makam untuk Keperluan Otopsi

Megapolitan
Program Donasi Darah Digelar di Jakarta Fair Kemayoran 2022 untuk Tambah Stok PMI

Program Donasi Darah Digelar di Jakarta Fair Kemayoran 2022 untuk Tambah Stok PMI

Megapolitan
Rekayasa Lalin di Bundaran HI, Pengendara Keluhkan Jarak Putar Arah

Rekayasa Lalin di Bundaran HI, Pengendara Keluhkan Jarak Putar Arah

Megapolitan
Tembok Toko di Cakung Roboh dan Tutup Akses Jalan, Kontraktor Akan Tanggung Jawab

Tembok Toko di Cakung Roboh dan Tutup Akses Jalan, Kontraktor Akan Tanggung Jawab

Megapolitan
Nelayan Hilang di Perairan Muara Gembong, Tim SAR Gabungan Lanjutkan Pencarian Esok Hari

Nelayan Hilang di Perairan Muara Gembong, Tim SAR Gabungan Lanjutkan Pencarian Esok Hari

Megapolitan
Mayat Pria Ditemukan Bersimbah Darah di Gang Sempit di Tambora

Mayat Pria Ditemukan Bersimbah Darah di Gang Sempit di Tambora

Megapolitan
Hingga Juni 2022, Ada 50 Warga di Pondok Labu Terjangkit DBD

Hingga Juni 2022, Ada 50 Warga di Pondok Labu Terjangkit DBD

Megapolitan
Cemburu Pacarnya Di-chat Orang Lain, Pelaku Bunuh dan Buang Jasad Pacar di Kali Krukut

Cemburu Pacarnya Di-chat Orang Lain, Pelaku Bunuh dan Buang Jasad Pacar di Kali Krukut

Megapolitan
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.