Salin Artikel

Natalia Rusli Divonis 8 Bulan Penjara, Lebih Ringan dari Tuntutan Jaksa

JAKARTA, KOMPAS.com - Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Barat memvonis terdakwa Natalia Rusli dengan pidana penjara selama delapan bulan.

Hal ini disampaikan Ketua Majelis Hakim Iwan Wardana dalam sidang pembacaan putusan perkara penipuan Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Indosurya di PN Jakarta Barat, Selasa (20/6/2023).

"Mengadili, menyatakan terdakwa Natalia Rusli secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindakan penipuan," ujar Iwan dalam persidangan.

Majelis Hakim menyatakan, Natalia terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah dalam kasus penipuan terhadap korban KSP Indosurya.

"Menjatuhkan pidana oleh karena itu kepada terdakwa tersebut dengan pidana penjara selama 8 bulan," jelas Hakim.

Vonis hakim lebih ringan dari tuntutan jaksa penuntut umum (JPU). Sebelumnya, JPU menuntut Natalia selama 1 tahun dan 3 bulan penjara.

Menurut JPU, Natalia Rusli terbukti bersalah telah melanggar Pasal 378 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) tentang penipuan.

"Menyatakan terdakwa Natalia Rusli secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindakan penipuan sebagaimana melanggar pasal 378 KUHP," tutur Jaksa.

Sebelumnya, JPU mendakwa Natalia Rusli telah melakukan penipuan dan penggelapan terhadap korban KSP Indosurya.

JPU menyampaikan, terdakwa telah menerima uang sebesar Rp 45 juta yang disetorkan korban sekaligus saksi Verawati Sanjaya sebagai uang operasional untuk kepengurusan pencarian kerugian KSP Indosurya. Peristiwa itu terjadi pada 30 Juni 2020.

Saat itu, terdakwa berjanji akan mencairkan dana KSP Indosurya itu dalam dua minggu ke depan, terhitung setelah Verawati menyetorkan dana operasional tersebut.

"Pada 30 juni 2020, VS memberikan uang sejumlah Rp 45 juta kepada terdakwa dengan cara melakukan setor tunai. Namun, sampai dengan batas waktu yang dijanjikan oleh terdakwa, tidak juga ada kejelasan," kata Kepala Kejaksaan Negeri Jakarta Barat Iwan Ginting dalam surat dakwaan.

Iwan menjelaskan, Verawati kemudian mencoba menghubungi terdakwa berkali-kali, tetapi yang bersangkutan mengabaikannya.

https://megapolitan.kompas.com/read/2023/06/20/15201061/natalia-rusli-divonis-8-bulan-penjara-lebih-ringan-dari-tuntutan-jaksa

Terkini Lainnya

Dharma Pongrekun-Kun Wardana Ajukan Gugatan ke Bawaslu Usai Tak Lolos Verifikasi Cagub Independen

Dharma Pongrekun-Kun Wardana Ajukan Gugatan ke Bawaslu Usai Tak Lolos Verifikasi Cagub Independen

Megapolitan
JPO di Jalan Semeru Raya Jakbar Rusak akibat Kebakaran

JPO di Jalan Semeru Raya Jakbar Rusak akibat Kebakaran

Megapolitan
Maling Leluasa Jarah Isi Rumah Subsidi Proyek Jokowi di Cikarang, Ambil Kloset hingga Meteran Listrik

Maling Leluasa Jarah Isi Rumah Subsidi Proyek Jokowi di Cikarang, Ambil Kloset hingga Meteran Listrik

Megapolitan
6 Event Liburan Sekolah di Mal Jakarta

6 Event Liburan Sekolah di Mal Jakarta

Megapolitan
Polres Jaktim Temukan Mobil Bos Rental yang Tewas di Pati

Polres Jaktim Temukan Mobil Bos Rental yang Tewas di Pati

Megapolitan
Geng Motor yang Bawa Airsoft Gun di Kemayoran Sempat Diteriaki Maling

Geng Motor yang Bawa Airsoft Gun di Kemayoran Sempat Diteriaki Maling

Megapolitan
Ketika Penjarah Aset Rusunawa Marunda Tak Dilaporkan ke Polisi karena Kasihan...

Ketika Penjarah Aset Rusunawa Marunda Tak Dilaporkan ke Polisi karena Kasihan...

Megapolitan
Keluhan Warga Perumahan Subsidi Jokowi: Dindingnya Keropos, Atap Bocor dan Pintu Retak

Keluhan Warga Perumahan Subsidi Jokowi: Dindingnya Keropos, Atap Bocor dan Pintu Retak

Megapolitan
9 Rumah Hangus akibat Kebakaran di Jalan Semeru Raya Jakbar

9 Rumah Hangus akibat Kebakaran di Jalan Semeru Raya Jakbar

Megapolitan
Pemprov DKI Kerahkan Ribuan Petugas Cegah Jambret di Jakarta Internasional Marathon 2024

Pemprov DKI Kerahkan Ribuan Petugas Cegah Jambret di Jakarta Internasional Marathon 2024

Megapolitan
50 Persen Truk Sampah Milik DLH Kota Bogor Rusak

50 Persen Truk Sampah Milik DLH Kota Bogor Rusak

Megapolitan
Warga: Banyak Pembeli Rumah Subsidi Jokowi di Cikarang Hanya untuk Investasi

Warga: Banyak Pembeli Rumah Subsidi Jokowi di Cikarang Hanya untuk Investasi

Megapolitan
Perumahan Subsidi Jokowi di Cikarang Tidak Dihuni, Banyak Rumah Dijarah Maling

Perumahan Subsidi Jokowi di Cikarang Tidak Dihuni, Banyak Rumah Dijarah Maling

Megapolitan
Eks Pengelola Siap Bantu Polisi Ungkap Kasus Dugaan Penjarahan di Rusunawa Marunda

Eks Pengelola Siap Bantu Polisi Ungkap Kasus Dugaan Penjarahan di Rusunawa Marunda

Megapolitan
Kronologi Geng Motor Kejar Pasutri Bawa 'Airsoft Gun' di Kemayoran, Sejoli Sempat Minta Tolong

Kronologi Geng Motor Kejar Pasutri Bawa "Airsoft Gun" di Kemayoran, Sejoli Sempat Minta Tolong

Megapolitan
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke