Kompas.com - 21/06/2013, 14:29 WIB
Inilah contoh monorel yang akan dikembangkan konsorsium Badan Usaha Milik Negara pimpinan PT Adhi Karya, Senin (6/5/2013) saat dipamerkan di bengkel PT Industri Kereta Api Madiun, Jawa Timur. Monorel ini rencananya dioperasikan di Bekasi Timur-Cawang, Cawang-Cibubur, dan Cawang-Kuningan. Monorel ini didesain dan dibuat oleh tenaga ahli Indonesia. 

KOMPAS/ANDY RIZA HIDAYATInilah contoh monorel yang akan dikembangkan konsorsium Badan Usaha Milik Negara pimpinan PT Adhi Karya, Senin (6/5/2013) saat dipamerkan di bengkel PT Industri Kereta Api Madiun, Jawa Timur. Monorel ini rencananya dioperasikan di Bekasi Timur-Cawang, Cawang-Cibubur, dan Cawang-Kuningan. Monorel ini didesain dan dibuat oleh tenaga ahli Indonesia.
|
EditorAna Shofiana Syatiri
JAKARTA, KOMPAS.com — Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama meminta PT Jakarta Monorail (JM) untuk segera merealisasikan pembangunan fisik transportasi massal berbasis rel, monorel. Pria yang akrab disapa Ahok itu mengatakan, pembangunan monorel jangan sampai ketinggalan dengan PT Mass Rapid Transit (MRT) Jakarta yang telah selangkah lebih maju.

Saat ini, PT MRT Jakarta telah melakukan penandatanganan kontrak kerja sama pembangunan fisik dengan dua konsorsium untuk pengerjaan tiga paket konstruksi sipil.

"Saya yakin monorel bisa lebih cepat selesainya dibandingkan MRT. Lebih cepat kalau mereka mau bikin lebih cepat pembangunannya. Targetnya tiga tahun ini sudah bisa jalan," kata Basuki di Balaikota Jakarta, Jumat (21/6/2013).

Ia menjelaskan, selain pembangunan monorel oleh PT JM, PT Adhi Karya (BUMN) juga akan membangun monorel. Basuki mengharapkan, dua transportasi massal tersebut dapat membantu mengurai kemacetan di Ibu Kota.

Kendati demikian, Basuki mengaku lebih optimis terhadap pembangunan monorel yang dilaksanakan oleh PT Adhi Karya. "Kalau yang BUMN, mereka pasti sudah bisa jalan dan cepat. Tetapi saya akan dukung yang punya PT JM jugalah," ucap Basuki.

Basuki juga menyambut baik pameran monorel yang akan diselenggarakan di Monas oleh Kementerian BUMN dan PT JM. Melalui pameran tersebut, ia mengharapkan, kedua perusahaan itu tidak saling bersaing merebut dukungan warga, tetapi memberikan pemahaman terhadap keberadaan monorel bagi solusi kemacetan di Jakarta.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca tentang


    Rekomendasi untuk anda
    25th

    Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    Kasus Covid-19 Melonjak, Ganjil Genap di Jakarta Belum Diberlakukan dalam Waktu Dekat

    Kasus Covid-19 Melonjak, Ganjil Genap di Jakarta Belum Diberlakukan dalam Waktu Dekat

    Megapolitan
    Road Bike Diminta Tak Diistimewakan, Pesepeda: Semua Ingin Olahraga, Kenapa Dibedakan?

    Road Bike Diminta Tak Diistimewakan, Pesepeda: Semua Ingin Olahraga, Kenapa Dibedakan?

    Megapolitan
    Dishub Copot Rambu Uji Coba Road Bike Melintas di JLNT Casablanca

    Dishub Copot Rambu Uji Coba Road Bike Melintas di JLNT Casablanca

    Megapolitan
    Petugas Hentikan dan Larang Pesepeda Selain Road Bike Naik ke JLNT Casablanca

    Petugas Hentikan dan Larang Pesepeda Selain Road Bike Naik ke JLNT Casablanca

    Megapolitan
    Warga KTP Non-Jakarta Usia 18 Tahun ke Atas Juga Bisa Divaksin, Beikut Syaratnya...

    Warga KTP Non-Jakarta Usia 18 Tahun ke Atas Juga Bisa Divaksin, Beikut Syaratnya...

    Megapolitan
    Tata Cara Lapor Diri PPDB DKI Jakarta untuk Jalur Prestasi

    Tata Cara Lapor Diri PPDB DKI Jakarta untuk Jalur Prestasi

    Megapolitan
    Covid-19 di Jakarta Melonjak, Ini 25 Kelurahan dengan Kasus Aktif Tertinggi

    Covid-19 di Jakarta Melonjak, Ini 25 Kelurahan dengan Kasus Aktif Tertinggi

    Megapolitan
    Hari Terakhir Uji Coba Lintasan Road Bike JLNT, Banyak Sepeda Lain Melintas

    Hari Terakhir Uji Coba Lintasan Road Bike JLNT, Banyak Sepeda Lain Melintas

    Megapolitan
    Lonjakan Serius Kasus Covid-19 di Jakarta, Lebih dari 2.000 Orang Positif per Harinya

    Lonjakan Serius Kasus Covid-19 di Jakarta, Lebih dari 2.000 Orang Positif per Harinya

    Megapolitan
    Nilai Baru Update di PPDB Jakarta, Cerita Orang Tua Perjuangkan Sekolah Anak Hingga Detik Terakhir

    Nilai Baru Update di PPDB Jakarta, Cerita Orang Tua Perjuangkan Sekolah Anak Hingga Detik Terakhir

    Megapolitan
    Kota Tangerang Catat 67 Kasus Baru Covid-19 Hari Ini

    Kota Tangerang Catat 67 Kasus Baru Covid-19 Hari Ini

    Megapolitan
    Aksi Protes di Hari Terakhir Uji Coba Road Bike Batal, Diganti dengan Diskusi

    Aksi Protes di Hari Terakhir Uji Coba Road Bike Batal, Diganti dengan Diskusi

    Megapolitan
    UPDATE 12 Juni: Tangsel Catat 79 Kasus Baru Covid-19

    UPDATE 12 Juni: Tangsel Catat 79 Kasus Baru Covid-19

    Megapolitan
    UPDATE 12 Juni: 185 Kasus Baru Covid-19 Ditemukan di Kabupaten Bekasi

    UPDATE 12 Juni: 185 Kasus Baru Covid-19 Ditemukan di Kabupaten Bekasi

    Megapolitan
    UPDATE 12 Juni: Depok Catat 165 Kasus Baru Covid-19

    UPDATE 12 Juni: Depok Catat 165 Kasus Baru Covid-19

    Megapolitan

    Video Rekomendasi

    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X