Kompas.com - 26/06/2013, 15:21 WIB
Tahap awal penerapan Kartu COMMET (Commuter Electronik Ticketing) dimulai sejak 1 Febuari dan diperjual belikan di 35 stasiun seperti tampak di stasiun Palmerah, , Jakarta, Rabu (1/2/2012). Sebagai tahapan penerapan program E-Ticketing, PT Kereta Api Indonesia (Persero) dan PT KAI Commuter Jabodetabek  mengganti KTB (Kartu Trayek Bulanan)/KLS (Kartu Langganan Sekolah) menjadi Kartu COMMET sebagai alternatif penganti karcis konvensional yang dapat diisi ulang. Dalam masa penjualan perdana tahap 1, hingga 3 Februari, pembelian kartu Commet tidak dikenai biaya kartu. KOMPAS/LASTI KURNIATahap awal penerapan Kartu COMMET (Commuter Electronik Ticketing) dimulai sejak 1 Febuari dan diperjual belikan di 35 stasiun seperti tampak di stasiun Palmerah, , Jakarta, Rabu (1/2/2012). Sebagai tahapan penerapan program E-Ticketing, PT Kereta Api Indonesia (Persero) dan PT KAI Commuter Jabodetabek mengganti KTB (Kartu Trayek Bulanan)/KLS (Kartu Langganan Sekolah) menjadi Kartu COMMET sebagai alternatif penganti karcis konvensional yang dapat diisi ulang. Dalam masa penjualan perdana tahap 1, hingga 3 Februari, pembelian kartu Commet tidak dikenai biaya kartu.
|
EditorAna Shofiana Syatiri

JAKARTA, KOMPAS.com — Mulai 1 Juli 2013, PT KAI Commuter Jabodetabek mulai menerapkan sistem pembayaran e-ticketing multitrip atau sistem kartu dengan menggunakan saldo. Untuk peluncurannya nanti, PT KCJ sudah menyiapkan 200.000 tiket yang akan disebar di seluruh stasiun di Jabodetabek.

Selain menetapkan sistem e-ticketing, PT KCJ juga akan mulai menerapkan tarif progresif bersubsidi. Tiket tersebut dapat dibeli di 60 stasiun di Jabodetabek.

"Mulai 1 Juli e-ticketing multitrip dan tarif PSO (Public Service Obligation) sudah diterapkan secara menyeluruh. Nanti penumpang akan lebih mudah dan murah dalam menggunakan jasa KRL," terang Dirut PT KCJ Tri Handoyo.

Sementara itu, untuk menyosialisasi dan mengedukasi penumpang dalam penggunaannya, e-ticketing multitrip ini sudah dapat dipesan mulai tanggal 24 Juni 2013. Akan tetapi, semasa sosialisasi ini, tiket multitrip belum disubsidi.

Harga tiket masih menggunakan harga sebenarnya. Untuk tiket KRL dari Bogor menuju Jakarta Kota, penumpang akan dikenakan tarif sebesar Rp 9.000. Sementara itu untuk tarif yang sudah diberikan subsidi, penumpang akan membayar sebesar Rp 2.000 untuk lima stasiun pertama, lalu Rp 500 untuk tiga stasiun selanjutnya.

Untuk pembelian tiket multitrip atau tiket berlangganan ini, akan dijual seharga Rp 33.000. Pembelian perdana kartu ini sudah berikut saldo sebesar Rp 13.000. "Kita bekerja sama dengan beberapa bank, harga kartu tersebut Rp 20.000 lalu langsung ada saldonya Rp 13.000, jadi untuk pembelian kartu perdana seharga Rp 33.000," jelas Tri.

Jika saldonya habis, tiket berlangganan ini dapat diisi ulang pada loket-loket stasiun yang ada di Jabodetabek. Pengisian ulang ini terdapat pilihan nominal, mulai dari Rp 5.000, Rp 10.000, Rp 20.000, Rp 50.000, Rp 100.000, sampai Rp 1 juta.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Kartu berlangganan ini juga tidak memiliki masa kedaluarsa. Seluruh saldo yang ada pada kartu tersebut dapat digunakan tanpa batas waktu sehingga kartu tersebut tidak akan hangus walaupun tidak digunakan dalam jangka waktu yang lama.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Polisi Tunggu Hasil Analisa Sampel Bangunan SMA 96 Jakarta yang Roboh

Polisi Tunggu Hasil Analisa Sampel Bangunan SMA 96 Jakarta yang Roboh

Megapolitan
Rumah Lawan Covid-19 Tangsel Bersiap Hadapi Gelombang Ketiga

Rumah Lawan Covid-19 Tangsel Bersiap Hadapi Gelombang Ketiga

Megapolitan
Bandar Narkoba yang Tabrak Polisi Ditangkap di Kendal

Bandar Narkoba yang Tabrak Polisi Ditangkap di Kendal

Megapolitan
Mobil Putar Arah Bikin Macet di Jalan Palmerah Utara, Sudinhub Jakbar Akan Tutup dengan Barrier

Mobil Putar Arah Bikin Macet di Jalan Palmerah Utara, Sudinhub Jakbar Akan Tutup dengan Barrier

Megapolitan
Klarifikasi Jakpro soal Penentuan Lokasi Sirkuit Formula E Jakarta

Klarifikasi Jakpro soal Penentuan Lokasi Sirkuit Formula E Jakarta

Megapolitan
Bangunan di Atas Saluran Air Kemang Belum Seluruhnya Dibongkar, Camat Minta Pemilik Tambah Pekerja

Bangunan di Atas Saluran Air Kemang Belum Seluruhnya Dibongkar, Camat Minta Pemilik Tambah Pekerja

Megapolitan
Pemuda Pancasila Akui 16 Tersangka Ricuh Demo di DPR/MPR Anggota Aktif

Pemuda Pancasila Akui 16 Tersangka Ricuh Demo di DPR/MPR Anggota Aktif

Megapolitan
Anies Sebut Formula Pengupahan Saat Ini Tak Cocok untuk Jakarta

Anies Sebut Formula Pengupahan Saat Ini Tak Cocok untuk Jakarta

Megapolitan
PTM Terbatas di Depok Dimulai Lagi Besok

PTM Terbatas di Depok Dimulai Lagi Besok

Megapolitan
Klaster PTM Terbatas di Kota Bogor, 24 Orang Positif Covid-19

Klaster PTM Terbatas di Kota Bogor, 24 Orang Positif Covid-19

Megapolitan
Kasus Covid-19 di Depok Meningkat, Hanya 2 dari 30 Kelurahan yang Nihil Kasus

Kasus Covid-19 di Depok Meningkat, Hanya 2 dari 30 Kelurahan yang Nihil Kasus

Megapolitan
LPSK: Kasus Pelecehan Seksual terhadap Anak Naik Tajam, Diduga Efek Pandemi Covid-19

LPSK: Kasus Pelecehan Seksual terhadap Anak Naik Tajam, Diduga Efek Pandemi Covid-19

Megapolitan
Polisi yang Dianiaya Oknum Anggota Pemuda Pancasila Membaik, Segera Pulang

Polisi yang Dianiaya Oknum Anggota Pemuda Pancasila Membaik, Segera Pulang

Megapolitan
Pelecehan Seksual Anak di Depok Marak Terjadi, Tigor: Status Kota Layak Anak Harus Dicabut

Pelecehan Seksual Anak di Depok Marak Terjadi, Tigor: Status Kota Layak Anak Harus Dicabut

Megapolitan
Sisa Seorang Pasien Dirawat di Rumah Lawan Covid-19 Tangsel

Sisa Seorang Pasien Dirawat di Rumah Lawan Covid-19 Tangsel

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.