Kompas.com - 03/07/2013, 12:42 WIB
Motor parkir di pinggir jalan samping gedung perkantoran  di Jalan Tali Raya, Jakarta, Senin (8/4/2013). Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki T Purnama (Ahok) berencana menggandeng Institute for Transportation and Development Policy (ITDP), untuk melihat kemungkinan penerapan  sistem donasi parkir yang diterapkan di Hungaria untuk mengatasi parkir liar. Donasi parkir menetapkan orang membayar parkir berdasarkan kebutuhan, bekerja sama dengan juru parkir dan 
menggunakan teknologi sistem Information Technology (IT).
KOMPAS/LASTI KURNIAMotor parkir di pinggir jalan samping gedung perkantoran di Jalan Tali Raya, Jakarta, Senin (8/4/2013). Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki T Purnama (Ahok) berencana menggandeng Institute for Transportation and Development Policy (ITDP), untuk melihat kemungkinan penerapan sistem donasi parkir yang diterapkan di Hungaria untuk mengatasi parkir liar. Donasi parkir menetapkan orang membayar parkir berdasarkan kebutuhan, bekerja sama dengan juru parkir dan menggunakan teknologi sistem Information Technology (IT).
|
EditorAna Shofiana Syatiri

JAKARTA, KOMPAS.com — Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama menginginkan gaji yang diterima oleh juru parkir mencapai Rp 4 juta. Selain itu, Rp 4 juta itu menurutnya sudah termasuk dengan bonus dan insentif yang akan diterima.

"Ya, kalau menurut saya, juru parkir itu gaji paling pas Rp 3-4 juta. Sopir Transjakarta saja sudah Rp 7 juta lebih. Di jumlah itu sudah ada bonus dan ada intensifnya," kata Basuki di Balaikota Jakarta, Rabu (3/7/2013).

Pemprov DKI Jakarta rencananya akan menerapkan sistem parking meter di Ibu Kota untuk menertibkan parkir on street atau parkir di bahu jalan. Sistem parking meter merupakan perangkat yang digunakan sebagai pembayaran jasa parkir kendaraan on street untuk waktu terbatas.

Pria yang akrab disapa Ahok itu mengatakan, dalam revisi Peraturan Gubernur (Pergub) tentang Perparkiran akan diatur tentang sistem parking meter. Nantinya, pemberlakuan parking meter akan bekerja sama dengan operator swasta, khususnya yang memiliki lahan parkir on street di depan tempat usaha mereka. Saat ini, DKI akan melakukan tender investasi operator dan memasang sistem pengaman CCTV.

"Nah, nanti keuntungannya akan dibagai 70-30 persen. 70 persen untuk swasta operator parkirnya. Kita bisa dapat banyak keuntungan dari sistem ini," kata Basuki.

Sistem parking meter tersebut, kata dia, sudah diterapkan di kota-kota besar baik di negara berkembang maupun negara maju, seperti di Kota Boston, Oklahoma, Houston, New York, Chicago, Los Angeles, dan di negara China.

Pemprov DKI pun telah memilih lokasi untuk melakukan uji coba sistem itu. Lokasi tersebut ialah di kawasan Kelapa Gading Jakarta Utara dan Pasar Baru Jakarta Pusat. Basuki melanjutkan, untuk kawasan Kelapa Gading akan dilakukan uji coba sistem parking meter di rumah toko (ruko) yang memiliki lahan parkir on street. Uji coba pelaksanaan sistem ini akan dimulai di sepanjang 1.500 meter hingga 2.000 meter di Jalan Boulevard Kelapa Gading.

Ia pun mengklarifikasi bahwa DKI akan memberi gaji preman hingga Rp 4 juta. Menurut Basuki, yang layak mendapat gaji Rp 4 juta adalah mantan preman yang saat ini menjadi juru parkir.


Baca tentang


    Rekomendasi untuk anda
    25th

    Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    Dua Kebakaran Besar Melanda Pasar, PD Pasar Jaya Diminta Berbenah

    Dua Kebakaran Besar Melanda Pasar, PD Pasar Jaya Diminta Berbenah

    Megapolitan
    Inspektorat DKI Telah Diminta untuk Periksa Kelebihan Bayar Pengadaan Mobil Damkar

    Inspektorat DKI Telah Diminta untuk Periksa Kelebihan Bayar Pengadaan Mobil Damkar

    Megapolitan
    Anies Instruksikan Anak Buahnya Tuntaskan Program Pembangunan pada Tahun Ini

    Anies Instruksikan Anak Buahnya Tuntaskan Program Pembangunan pada Tahun Ini

    Megapolitan
    Hukum Mimpi Basah Saat Puasa Ramadhan

    Hukum Mimpi Basah Saat Puasa Ramadhan

    Megapolitan
    Tertimpa Pohon Tumbang di Kembangan, Sebuah Mobil Rusak Parah

    Tertimpa Pohon Tumbang di Kembangan, Sebuah Mobil Rusak Parah

    Megapolitan
    Jadwal Imsak dan Azan Subuh di Kota Bogor, 15 April 2021

    Jadwal Imsak dan Azan Subuh di Kota Bogor, 15 April 2021

    Megapolitan
    Jadwal Imsak dan Azan Subuh di Kota Depok, 15 April 2021

    Jadwal Imsak dan Azan Subuh di Kota Depok, 15 April 2021

    Megapolitan
    Jadwal Imsak dan Azan Subuh di Tangerang Raya, 15 April 2021

    Jadwal Imsak dan Azan Subuh di Tangerang Raya, 15 April 2021

    Megapolitan
    Jadwal Imsak dan Azan Subuh di Kota Bekasi, 15 April 2021

    Jadwal Imsak dan Azan Subuh di Kota Bekasi, 15 April 2021

    Megapolitan
    Jadwal Imsak dan Azan Subuh di Jakarta, 15 April 2021

    Jadwal Imsak dan Azan Subuh di Jakarta, 15 April 2021

    Megapolitan
    UPDATE 14 April: Ada 23 Kasus Baru Covid-19 dan 1 Pasien Meninggal di Tangsel

    UPDATE 14 April: Ada 23 Kasus Baru Covid-19 dan 1 Pasien Meninggal di Tangsel

    Megapolitan
    Berbagai Hal yang Perlu Diketahui soal SIM Online: Cara Registrasi, Tarif, hingga Tes

    Berbagai Hal yang Perlu Diketahui soal SIM Online: Cara Registrasi, Tarif, hingga Tes

    Megapolitan
    Polisi Tentukan 18 Lokasi Penyekatan Pemudik, Ini Titik-titiknya

    Polisi Tentukan 18 Lokasi Penyekatan Pemudik, Ini Titik-titiknya

    Megapolitan
    Sidang Kasus Tes Usap Palsu Rizieq Shihab Dilanjutkan Rabu Pekan Depan

    Sidang Kasus Tes Usap Palsu Rizieq Shihab Dilanjutkan Rabu Pekan Depan

    Megapolitan
    Hujan Deras Sejak Sore, Pohon Tumbang di Delapan Titik Kawasan Jakarta Barat

    Hujan Deras Sejak Sore, Pohon Tumbang di Delapan Titik Kawasan Jakarta Barat

    Megapolitan
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X