Kompas.com - 03/07/2013, 13:57 WIB
Wakil Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama, mencoba motor patroli pengawal Dinas Perhubungan di sela-sela apel kesiagaan banjir di lapangan Monas Jakarta Pusat, Selasa (6/11/2012). TRIBUNNEWS/HERUDINWakil Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama, mencoba motor patroli pengawal Dinas Perhubungan di sela-sela apel kesiagaan banjir di lapangan Monas Jakarta Pusat, Selasa (6/11/2012).
|
EditorAna Shofiana Syatiri

JAKARTA, KOMPAS.com — Permintaan penambahan dana promosi pariwisata disambut baik Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama. Namun, kata Basuki, sebelum DKI melakukan promosi ke luar kota maupun luar negeri, Dinas Pariwisata harus menyiapkan segala tujuan wisata yang akan dipromosikan.

"Selama kita bisa lihat masuk akal, tidak masalah," kata Basuki di Balaikota Jakarta, Rabu (3/7/2013).

Apabila Pemprov DKI tidak mempersiapkan segala kebutuhan sebelum melakukan promosi pariwisata, maka promosi itu akan sia-sia. Oleh karena itu, dalam hal ini, ia meminta kepada Dinas Pariwisata dan Kebudayaan DKI untuk misalnya merawat dan menata Monumen Nasional terlebih dahulu, apabila ingin memperkenalkan dan promosi Monas ke luar negeri.

"Kalau kita belum siapkan semua yang ada di sini, ada promosi juga enggak ada gunanya, kan? Itu pikiran Pak Gubernur seperti itu. Kamu mesti siapkan Monas dulu dong, baru bisa promosi ke luar," kata pria yang akrab disapa Ahok itu.

Sebelumnya, Kepala Dinas Pariwisata DKI Jakarta Arie Budhiman menilai, anggaran promosi pariwisata DKI Jakarta lebih kecil apabila dibandingkan dengan kota-kota besar di negara tetangga. Menurutnya, untuk menjaring wisatawan membutuhkan anggaran yang cukup besar.

Anggaran promosi pariwisata DKI saat ini hanya Rp 69 miliar. Padahal, dari sektor pariwisata itu, DKI menyumbang Rp 2,6 triliun ke Pendapatan Asli Daerah (PAD). Angka ini jauh lebih sedikit bila dibandingkan dengan Kuala Lumpur, Bangkok, dan Singapura, yang anggaran promosi pariwisatanya mencapai 125 juta dollar AS.

Oleh karena itu, menurut Arie, anggaran promosi harus ditingkatkan jumlahnya. paling tidak, tahun depan, 30 persen anggaran Dinas Pariwisata dapat diambil dari PAD DKI Jakarta dari sektor pariwisata.

"Promosi itu seharusnya besar. Saya sih berharap, tahun depan bisa mencapai 30 persen dari PAD untuk sektor pariwisata," katanya.

Baca tentang


    Rekomendasi untuk anda
    25th

    Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    Wagub DKI Sebut Cipinang Melayu seperti Kubangan, Tanahnya Diambil untuk Proyek GBK

    Wagub DKI Sebut Cipinang Melayu seperti Kubangan, Tanahnya Diambil untuk Proyek GBK

    Megapolitan
    Prada Ilham Dituntut 1,5 Tahun Penjara dan Dipecat dari TNI Terkait Penyerangan Mapolsek Ciracas

    Prada Ilham Dituntut 1,5 Tahun Penjara dan Dipecat dari TNI Terkait Penyerangan Mapolsek Ciracas

    Megapolitan
    Waria Dianiaya Pemuda di Cengkareng, Pelaku Ditangkap Warga Saat Coba Kabur

    Waria Dianiaya Pemuda di Cengkareng, Pelaku Ditangkap Warga Saat Coba Kabur

    Megapolitan
    Ketua Komisi D DPRD DKI: Banyak yang Lawan Arus di Flyover Tapal Kuda, Sangat Membahayakan

    Ketua Komisi D DPRD DKI: Banyak yang Lawan Arus di Flyover Tapal Kuda, Sangat Membahayakan

    Megapolitan
    Soal Penataan Ruang Kantor di Balai Kota, Wagub DKI Bilang Tak Ada Perombakan Signifikan

    Soal Penataan Ruang Kantor di Balai Kota, Wagub DKI Bilang Tak Ada Perombakan Signifikan

    Megapolitan
    Tangkap Petugas Derek Ilegal yang Paksa Sopir Truk di Tol Halim, Polisi: Pemain Lama, Kambuhan...

    Tangkap Petugas Derek Ilegal yang Paksa Sopir Truk di Tol Halim, Polisi: Pemain Lama, Kambuhan...

    Megapolitan
    Kasus Dugaan Korupsi, 3 Anggota Damkar Depok Dipanggil Polisi untuk Klarifikasi

    Kasus Dugaan Korupsi, 3 Anggota Damkar Depok Dipanggil Polisi untuk Klarifikasi

    Megapolitan
    Dicicil, Pengembalian Uang Kelebihan Bayar Pengadaan Mobil Damkar Pemprov DKI

    Dicicil, Pengembalian Uang Kelebihan Bayar Pengadaan Mobil Damkar Pemprov DKI

    Megapolitan
    Tawuran Direncanakan Via Medsos, Polisi Akan Lakukan Patroli Siber

    Tawuran Direncanakan Via Medsos, Polisi Akan Lakukan Patroli Siber

    Megapolitan
    Kejari Kantongi Nama yang Terlibat Kasus Dugaan Korupsi Dana Hibah KONI Tangsel

    Kejari Kantongi Nama yang Terlibat Kasus Dugaan Korupsi Dana Hibah KONI Tangsel

    Megapolitan
    Pak Ogah Tewas Ditusuk Rekannya di Rel Bandengan

    Pak Ogah Tewas Ditusuk Rekannya di Rel Bandengan

    Megapolitan
    Dugaan Korupsi Dana Hibah KONI Tangsel, Negara Diperkirakan Rugi Rp 1 Miliar Lebih

    Dugaan Korupsi Dana Hibah KONI Tangsel, Negara Diperkirakan Rugi Rp 1 Miliar Lebih

    Megapolitan
    Cegah Oknum Derek Liar Muncul, Jasa Marga Koordinasi dengan Kepolisian

    Cegah Oknum Derek Liar Muncul, Jasa Marga Koordinasi dengan Kepolisian

    Megapolitan
    Cerita Kurir Shopee soal Honor yang Dipangkas dan Aturan Antar 35 Paket untuk Dapat insentif

    Cerita Kurir Shopee soal Honor yang Dipangkas dan Aturan Antar 35 Paket untuk Dapat insentif

    Megapolitan
    Fakta Majalah Bobo yang Berulang Tahun Kemarin, Benarkah Bukan dari Indonesia?

    Fakta Majalah Bobo yang Berulang Tahun Kemarin, Benarkah Bukan dari Indonesia?

    Megapolitan
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X